Riset

Teknik Menulis dengan Pendekatan Matematis

Kamis, 27 Agustus 2020, 09:27 WIB
Dibaca 91
Teknik Menulis dengan Pendekatan Matematis
Kolase pribadi

Dodi Mawardi

Penulis senior

Sebuah buku rata-rata terdiri atas lebih seratus halaman (kecuali buku anak sesuai dengan patokan jumlah halaman buku versi Unesco – 48 halaman). Buku saku berkisar 75 sampai 100 halaman. Buku pegangan berkisar antara 100 – 150 halaman, buku yang lebih lengkap tebalnya mungkin 150 – 200 halaman, buku referensi bisa jadi sampai 250 halaman. Sedangkan buku-buku komprehensif biasanya lebih dari 250 halaman. Buku “The 7 Habits…” karya Stephen Covey misalnya, berjumlah 382 halaman.

 

Itu buku non fiksi. Bagaimana dengan buku fiksi. Baiklah kita hitung lagi. Kumpulan puisi, 100 halaman saja sudah bagus. Kumpulan cerpen, berkisar 100 sampai 150 halaman. Kumpulan esai mungkin sampai 200 halaman. Chicklit atau teenlit juga sekitar 150 sampai 200 halaman. Sementara novel, lebih dari 200 halaman. Novel spionase “The Lady Di Konspirasi” saja mencapai 520 halaman.

 

Wuih… ternyata menulis buku itu berat ya! Jumlah halaman yang ditulis harus banyak. Paling tidak di atas 100 halaman. Sebagian besar penerbit pun, mensyaratkan jumlah halaman minimal sebanyak itu.

 

“Bagaimana mungkin aku mampu menulis sebanyak itu, sedangkan waktuku terbatas,” begitu pikir para calon penulis yang punya segudang kesibukan lain.

 

Itu baru dari segi halaman. Coba hitung berapa kata dan huruf yang harus ditik seorang penulis untuk mewujudkan sebuah buku. Saya rela deh menghitungkannya untuk Anda. Ini hasil hitungan saya:

 

Buku 100 halaman: 

20.000-an (dua puluh ribu) kata dan 115.000-an  (seratus lima puluh ribu) huruf.

 

Buku 150 halaman:

30.000-an (tiga puluh ribu) kata dan 130.000-an (seratus tiga puluh ribu) huruf.

 

Buku 200 halaman:

50.000-an (lima puluh ribu) kata dan 200.000-an (dua ratus ribu) huruf.

 

(Huruf Times New Roman 12, 1 ½ spasi)

 

“Oh my god,” pekik teman saya. “Banyak sekali!” 

Itu dari sudut pandang beban.

 

Coba kita balik sudut pandangnya, tidak menganggapnya sebagai beban, apalagi hanya melihat angka-angka tebal halaman dan jumlah kata atau huruf yang terlihat sangat banyak tersebut.

 

Saya menggambarkan bagaimana seharusnya menulis seperti kita menarik napas atau detak jantung. Berapa banyak napas yang kita hembuskan setiap menit? Banyak deh! Pun demikian detak jantung. Rata-rata orang dewasa, berdetak jantungnya sebanyak 100 kali dalam semenit. Jadi bebankah buat kita? Tentu tidak. Begitu pula seharusnya menulis, jika dilakukan setahap demi setahap seperti bernapas dan detak jantung.

 

Kita tidak perlu memikirkan berapa halaman yang harus ditulis. Tapi ingatlah untuk selalu menulis sedikit demi sedikit. Dimulai dengan satu HURUF, lalu terbentuklah satu KATA, jadilah satu KALIMAT dan tak terasa menjadi satu PARAGRAF. Kumpulan beberapa PARAGRAF menghasilkan sebuah ARTIKEL. Tahukah Anda, sepuluh atau dua puluh ARTIKEL saja bisa menjadi sebuah buku? Ya Anda hanya butuh 10 sampai 20 artikel saja untuk menjadi buku. Sedikit bukan? 

 

Untuk meyakinkan Anda bahwa menulis buku tidak perlu dianggap beban, mari kita hitung berapa banyak waktu yang harus kita habiskan untuk menulis. Saya lagi-lagi merelakan diri untuk menghitungnya spesial buat Anda. Kalau setiap satu huruf membutuhkan waktu seperlima detik atau satu kata sama dengan satu detik, maka untuk menghasilkan buku setebal 100 halaman dibutuhkan waktu sekitar  20.000 detik, atau 333 menit, atau 5,5 jam saja. Ya, hanya 5,5 jam saja. Kalau ini terlalu muluk, baiklah kita kalikan dua menjadi 11 jam. Atau kalau masih muluk juga kita kalikan lagi 3 menjadi 16,5 jam. Tak lama kan?

 

Secara matematis, seorang penulis sangat mungkin menghasilkan sebuah buku setebal 100 halaman hanya dalam tempo satu hari. Itu sudah dibuktikan oleh beberapa penulis besar, yang mampu menulis novel setebal 300-an halaman hanya dalam waktu 3 hari! Mungkin terlalu muluk, karena penulisan semacam itu termasuk fantastis.

 

Saya hanya menghimbau Anda untuk menulis sedikit demi sedikit setiap hari. Sisihkan 30 menit saja untuk menulis setiap hari, maka dalam waktu satu bulan atau dua bulan, sebuah buku setebal 100 – 150 halaman akan menjadi milik Anda. Tidak percaya? Mari kita hitung lagi… 

 

Pada paragraf sebelumnya kita sudah sepakat, untuk menulis 100 halaman dibutuhkan waktu 16,5 jam. Jika dalam sehari kita mampu menyisihkan waktu selama 30 menit, maka kita akan menghasilkan 100 halaman dalam waktu 33 hari!

 

Tidak percaya? Buktikan saja sendiri…

 

Artikel ini saja saya buat dalam waktu hanya 30 menit (termasuk waktu untuk menghitung angka-angka di atas dengan kalkulator).  Saya menghasilkan 3.764 huruf dan 659 kata. 

 

Ah, menulis memang bukan beban, tapi kenikmatan dan mengasyikkan.

 

Selamat menulis!