Budaya

Hobi Menulis Seperti Merawat Tanaman

Kamis, 27 Agustus 2020, 09:12 WIB
Dibaca 87
Hobi Menulis Seperti Merawat Tanaman
Dok Pribadi

Dodi Mawardi

Penulis senior

Apa yang akan terjadi jika tanaman kesayangan Anda tidak disiram dalam beberapa hari? Apa pula yang akan terjadi kalau hewan peliharaan Anda tidak diberi makanan selama sekian hari? Yang pasti mereka akan sangat menderita. Atau lebih parah lagi, mereka akan mati baik secara perlahan maupun lebih cepat lagi. Apabila Anda punya hobi merawat tanaman atau memelihara hewan, maka Anda harus menjadi orang rajin. Rajin menyirami, menyiangi, menghindarkan tanaman dari kotoran atau dari parasit; rajin memberi makan, memandikan atau memberikan kasih sayang pada mereka. Semua biasanya dilakukan dengan sangat menyenangkan, bukan keterpaksaan. Enjoy aja! Begitu kata sebuah iklan.

 

Alhamdulilah, saya memiliki hobi yang setiap hari saya lakukan dengan sangat menyenangkan. Enjoy banget deh! Yaitu menulis! Rasanya tangan ini gemetaran, hati gatal dan pikiran tak karuan kalau tidak menulis, sehari saja. Jika ada yang menulis 3 artikel atau lebih dalam sehari, maka saya tidak pernah mau terikat dengan hal semacam itu. Buat saya, menulis benar-benar hobi sekaligus pekerjaan di sisi yang lainnya. Bila menyangkut pekerjaan, saya masih bisa 'dipaksa'. Tapi kalau sudah menyinggung sisi hobinya, tak ada yang bisa memaksa. Yang mampu membuat saya menulis adalah kesenangan itu sendiri.

 

Buat saya, merangkai huruf demi huruf dengan memijit tuts komputer, sama menariknya dengan hobi yang lain. Buat yang suka merawat tanaman, mungkin bisa disetarakan dengan utak-atik daun dan tangkainya. Bagi yang suka hewan, mungkin sejejar dengan keasyikan bercengkrama dengan hewan.

Selain menulis, saya juga hobi bermain sepakbola/futsal. Maka, memijit tuts komputer itu bagaikan meliuk-liuk menghindari hadangan lawan sambil menggiring bola. Begitu mencetak gol, rasanya mirip dengan menyelesaikan sebuah tulisan yang menarik. Puas!

 

Maka, ketika sehari saja tidak menjalankan hobi ini, rasanya saya berdosa. Seperti dosa mengabaikan tanaman yang tidak disirami. Bak kesalahan besar tak ketulungan karena lupa memberi makan kucing, hamster atau anjing peliharaan di rumah. Apalagi bila saya punya ilmu lain yang harus dibagikan pada orang lain. Hmmm, rasanya itu adalah dosa paling besar. Ilmu itu harus dibagikan dan salah satu caranya melalui tulisan. Sekali lagi sungguh dosa besar, bila ilmu yang saya miliki hanya tersebar ke segelintir orang. Dengan tulisan, akan lebih banyak orang yang menerima ilmu tersebut.

 

Apakah Anda ingin menjadi menulis sebagai hobi? Atau malah menjadikannya sebagai penghasilan tambahan? Atau malah seperti saya, menjadikan hobi ini sebagai pekerjaan utama? Semua bisa dilakukan secara bersamaan. Saya sudah membuktikannya. Saya mulai dengan satu huruf, lalu berkembang menjadi satu kata. Tak terasa, sudah menjadi satu kalimat, dan beberapa menit kemudian menjadi satu paragraf. Persis seperti menunggui tanaman tumbuh setelah disirami dan dirawat, tulisan pun dalam sebulan bisa 'berbunga' menjadi beberapa artikel, dan akhirnya 'berbuah' buku.

 

Sekarang, rasa dosa saya makin bertambah bila tidak menulis sehari saja. Bukan hanya dosa seperti pada tanaman atau hewan peliharaan, melainkan juga perasaan dosa kepada anak istri, karena melalaikan pekerjaan sebagai sumber penghasilan… saya tidak ingin mereka mati.

 

Rasanya indah sekali, bila hobi sekaligus menjadi pekerjaan! Apalagi bila bisa saling berbagi dan membantu dengan sesama. Sekadar hobi pun sangat menyenangkan! Alhamdulilah…