Literasi

Universitas Kaltara; Kampus Berkarakter, Merdeka dan Berdaya Saing di Era Milenial

Senin, 14 Maret 2022, 08:12 WIB
Dibaca 436
Universitas Kaltara; Kampus Berkarakter, Merdeka dan Berdaya Saing di Era Milenial
http://unikaltar.ac.id/

Pendidikan merupakan salah satu fondasi dalam kemajuan suatu bangsa, peningkatan kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu bangsa, maka akan diikuti dengan peningkatan kualitas bangsa tersebut. Di Indonesia pendidikan sangat penting, karena pendidikan memiliki peranan yang sangat penting terhadap terwujudnya peradaban bangsa yang bermartabat. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga tujuan pendidikan telah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Menghadapi perubahan karakteristik mahasiswa di era milenial, Perguruan Tinggi termasuk Universitas Kaltara saat ini tidak mau menempatkan mahasiswa sebagai subjek atau sentral dari seluruh proses pembelajaran yang dikembangkan. Mahasiswa di era milenial, Tempat kosong yang terus-menerus perlu diisi berbagai pengetahuan. Mereka harus menjangkau sebagai pribadi-pribadi atau subjek yang memiliki keunikan dan kreativitas masing-masing, dan ini juga merupakan bagian dari Konsep Kampus Merdeka.

Pertama, di era milenial Perguruan Tinggi tidak lagi mengandalkan metode pembelajaran yang menghomogenisasi mahasiswa.

Kedua, Perguruan Tinggi tidak lagi cukup fokus pada upaya pengembangan keterampilan profesional dan pengetahuan mahasiswa. Kampus juga harus mampu membangun fondasi yang kukuh bagi tumbuhnya sikap kritis mahasiswa. Sebagai bagian dari generasi bersih, mahasiswa di era milenial umumnya memiliki akses yang sangat terbuka terhadap berbagai sumber informasi, yang mana hal itu akan menjadi modal bagi pengembangan sikap kritis yang hakiki.

Ketiga, Perguruan Tinggi di era milenial juga mampu membantu mahasiswa untuk tumbuh menjadi sosok yang memiliki memiliki, peduli, dan empati kepada sesama agar mereka tidak tumbuh sebagai sosok-sosok yang asosial, acuh tak acuh, dan soliter.

Universitas Kaltara (Unikaltara) secara kelembagaan terus membenah, 4 tahun terakhir sudah menemukan pola yang dibangun dan terstruktur dalam tata kelola. Budaya sudah terbangun, perkuliahan yang berlangsung perlahan-lahan juga mulai ditinggalkan, Akademik sejak 2017 sudah berbasis online, apalagi dua tahun terakhir masa pandemi.(siakad.unikaltar.ac.id).

Gedung kampus Universitas Kaltara berada pada lokasi yang strategis di Jl. Sengkawit Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Gedung kampus juga memiliki fasilitas yang lengkap, media pengajaran yang tersedia berupa LCD proyektor dan ber AC di setiap kelasnya.

Di bawah kepemimpinan Prof Abdul Jabarsyah, tantangan yang dihadapi ke depan tidak hanya bagaimana perguruan tinggi mampu mencetak lulusan yang profesional dan kreatif. akan tetapi bagaimana menghasilkan lulusan yang memiliki kombinasi sikap kritis, kreatif, tetapi tetap memiliki hati, meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skill maupun hard skill, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, mempersiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian . Program-program experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya.

Saat ini kampus Unikaltar sudah terakreditasi dengan baik fasilitas digital Library dan Laboratorium yang sudah sangat lengkap serta Tenaga Pendidik sudah tersertifikasi. Untuk menghadapi Era Milenial dengan Kebijakan Merdeka Belajar, Unikaltar sudah sangat siap dalam membangun daya saing.

Oleh karena itu__Mari Bergabung bersama kami__Info Pendaftaran dengan link

http://siakad.unikaltar.ac.id

http://unikaltar.ac.id

Prof Jabarsyah (RektorUnikaltara) " Anak Kaltara harus mendapatkan peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu lagi berkualitas"

Nadiem Makarim (Mendikbudristek) “ memberi kebebasan dan Otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi, dosen di bebaskan dari yang berbelit, serta mahasiswanya diberikan kebebasan untuk memilih bidang keilmuan yang mereka sukai”