Politik

Resensi | Pengkhianatan yang Bernilai

Senin, 14 Maret 2022, 08:11 WIB
Dibaca 90
Resensi | Pengkhianatan yang Bernilai
dokpri

Judul Buku: Mengkhianati Keputusan Sendiri, Memoar Politik YTP: Refleksi Perikehidupan Politik Indonesia

Penulis: Dr. Yansen T.P., M.Si.

Cetakan: pertama, 2022

Penerbit: Buku Kompas, PT Kompas Media Nusantara

Tebal: 448 halaman

Ukuran: 15 cm x 23 cm.

ISBN: 978-623-346-374-4      

Pengkhianatan biasanya diasumsikan sebagai suatu kesalahan yang berdampak buruk dan merugikan banyak pihak. Namun, ketika membaca buku ini membuka wawasan bahwa berkhianat ternyata bisa lebih bermanfaat dan bernilai.

Apalagi jika tujuannya untuk kepentingan orang banyak dan membangun masyarakat yang lebih baik. Jika memang ada peluang dan kesempatan yang lebih baik, tidak ada salahnya untuk mengkhianati keputusan sendiri.

Buku yang ditulis oleh Dr. Yansen Tipa Pandan., M.Si., merupakan catatan penting dalam refleksi politik di Indonesia dan filosofi hidup Dr. Yansen di lingkungan politik kekuasaan dengan menerapkan cara yang dijiwai dengan etika politik dan pemerintahan.

Sejak kecil, Dr. Yansen telah dibentuk dalam keluarga untuk menjadi sosok pemimpin di masa mendatang. Peran dari ayahnya yang latar belakang sebagai guru sangat melekat dan mempengaruhi cara pandang Dr. Yansen terhadap sebuah proses kehidupan. Sang ayah memberikan buku-buku bacaan sebagai bekal dan sumber ilmu pengetahuan. Konten yang dibaca sangat membekas, mempengaruhi pola pikir dan tindakan Dr. Yansen (hal.9-11).

Dr. Yansen dilahirkan pada 14 Januari 1960. Anak ketiga dari 10 bersaudara, dari pasangan S. Tipa Pandan dan M. Roeslen Betung. Ia pernah menempuh pendidikan di APDN Samarinda dan lulus pada tahun 1986. Menyelesaikan S1 Administrasi Negara di Untag 1945 Samarinda (1991). Menyelesaikan Magister (2003) dan Doktor (2010) Ilmu administrasi di Unibra Malang.

Ia telah mengenal dunia politik lewat buku bacaan, media massa, dan orang tua yang suka berdiskusi terbuka dalam banyak hal. Beberapa tokoh idola juga turut menginspirasinya. Sehingga ia semakin tertarik untuk belajar politik.

Berbekal pengalaman di birokrasi, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan kerohanian, ia pun memutuskan untuk terjun ke dunia politik.

Ia terpilih menjadi camat dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, hingga menjadi Bupati Malinau selama dua periode. Dr. Yansen sadar bahwa selama belasan tahun menjabat dan melayani masyarakat, ia banyak kehilangan interaksi dengan keluarganya. Sehingga ia berjanji tidak lagi berkarir di birokrasi politik. Namun, masyarakat Kaltara merindukan sosok pemimpin seperti Dr. Yansen yang merakyat dan komitmen untuk memajukan Kaltara. Sehingga Dr. Yansen harus mengkhianati keputusannya sendiri sampai tiga kali demi pembangunan di Kalimantan Utara. 

Ketika menjabat sebagai Bupati, ia berkomitmen membangun desa-desa.

Keberhasilannya dalam memimpin membawanya menanjak ke tingkat yang lebih tinggi. Ia terpilih menjadi Wakil Gubernur Kalimantan Utara, yang berpasangan dengan Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum.

Pembelajaran dari buku ini adalah membangun kekuatan politik tidak harus menghalalkan segala cara. Tetapi harus disertai dengan komitmen, ketulusan melayani, usaha dan kerja keras.

Menariknya, dari keterangan Prof. Dr. Adri Patton, M.Si., Rektor universitas Borneo Tarakan mencatat, bahwa setiap Dr. Yansen melaksanakan tugasnya, ia selalu mengawalinya dengan doa, niat yang tulus ikhlas, dan berkomitmen tanpa pamrih.

Dr. Yansen dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, berintegritas dan humanis. Di tengah kesibukanya sebagai Wagub Kaltara dan Waketum DPP Partai Demokrat, ia masih menyempatkan diri untuk membaca buku dan menulis. Tulisannya telah menghasilkan beberapa buku yang telah diterbitkan diberbagai media cetak. (Jonison)