Filosofi

Renungan Suci, Literasi Bhinneka Tunggal Ika

Senin, 10 Mei 2021, 08:07 WIB
Dibaca 341
Renungan Suci, Literasi Bhinneka Tunggal Ika
Garuda (Foto: kompas.com)

Suci adalah bersih, bebas dari sifat kecurangan.

Demikianlah saya ingin memberi judul renungan ini. Tentang perjalanan panjang saya mencernai fakta dan kenyataan hidup keseharian bangsa Indonesia, yang saya temui di kota dan desa. Yang saya temui di kelompok elite dan masyarakat kebanyakan.

Sampailah saya pada satu kesimpulan. Bahwa INDONESIA ITU LUAR BIASA. HEBAT. NEGARA DAN BANGSANYA AKAN KOKOH KUAT, INDAH LESTARI NEGERINYA, KAYA PENUH KESEMPURNAAN KEHIDUPAN BANGSANYA.

Karena apa? Sebuah konsensus nurani dan tindakan nyata nasionalisme kita, yang diwujud nyatakan sebagai salah satu Pilar Negara Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Konsensus yang hebat. Filosofi yang Hebat. Konsep berbangsa dan bernegara yang Hebat. "The Best Philosophy".

Hebat? Ya, sangat hebat. Tidak hanya berkenaan dengan nilai dasarnya yang sangat fundamen, tetapi sangat luar biasa mengandung konsep yang Indah, yang Kaya, sangat Kuat, dan sangat Sempurna. Namun, hal itu menjadi kenyataan jika kita semua sungguh serius dan konsisten menjalankan, mewujudnyatakannya dalam keseharian hidup kita bangsa Indonesia.

"BHINNEKA TUNGGAL IKA ITU BAGI MU MATI, TETAPI BAGI SAYA HIDUP". Hidup dalam diri saya. Tampak dikenali dan dirasakan dari tingkah laku dan perbuatan keseharian saya dan kita semua sebagai etnis bangsa Indonesia. Jika tidak hidup dalam diri kita, maka paham filosofis “Bhineka Tunggal Ika” juga akan punah di Indonesia.

Maka NKRI pun juga perlu dipertanya. Betapa pentingnya pemaham ini bagi kita yang benar-benar cinta Indonesia. Pemahaman ini bukan hanya untuk mengerti filosofi dasarnya, tetapi terlebih paham konsep dasarnya sebagai lambang persatuan dan pilar NKRI.

Jika kita mendalam memahami konsepsi berpikir seperti ini, maka terus terang saat ini kita diliputi kegelisahan dan kekhawatiran. Mengapa? Karena banyak orang yang justru sadar atau tidak justru antipati dengan konsep filosofis ini. Mereka paham, tetapi tingkah laku mereka menolak dan bahkan membangun egosentris etnis dan budayanya sendiri yang dianggap paling baik, paling benar. Padahal dalam konsep Bhenika Tunggal Ika, semua etnis, semua budaya sama baik, sama benar, sama dalam tataran filosofis bangsa Indonesia.

Kita harus memperjuangkan itikad dan niat kita mempertahan dan memperkuat konsep filosofis bangsa Indonesia ini dengan giat, aktif, kreatif dengan salah satunya dihidupkan, dibudayakan, diperjuangkan melalui Dunia Literasi.

Dengan Literasi, kita berjuang membangun dan mengokohkan Peradaban Baru Indonesia. Sadar tidak sadar, saat ini kita sedang diperhadapkan dengan sebuah tuntutan wajib berliterasi. Jujur kita benar-benar dipaksa secara de facto dan de jure harus memasuki dunia baru, perilaku baru, komunikasi baru, budaya hidup baru. Peradaban Baru Indonesia dan bahkan umat manusia.

Kita merasa sebuah suasana fenomenal derita umat manusia akibat Pendemi Virus Corona, yang memperlihatkan runtuhnya kekebalan manusia, runtuhnya kecanggihan teknologi. Kita generasi yang ada saat ini juga merupakan generasi yang sangat bersyukur karena telah dan turut mengalami dan merasakan satu proses generasi teknologi informasi yang telah banyak mengubah perilaku dan budaya manusia. Dan sungguh sesuatu yang luar biasa terjadi kemudian dengan lahirnya generasi teknologi informasi yang canggih, justru teruji dengan munculnya musibah Virus Corona 19 yang telah meluluhlantakkan kehidupan umat manusia di seluruh dunia.

Tanpa kita sadari, kini dengan kemajuan generasi teknologi informasi yang juga sudah mengubah banyak perilaku dan budaya umat manusia, menjadi penolong manusia memasuki Peradaban Baru, termasuk Indonesia. Pertanyaan sederhana: Jika sekiranya tdk ada teknoligi Informasi yang begitu canggih, bagaimana nasib komunikasi umat manusia di saat Pendemi Corona ini?

Sadar tidak sadar, sesungguhnya kita telah memasuki masa baru manusia, masa Peradaban Baru umat Manusia. Peradaban Baru Indonesia menjadi sebuah tantangan yang sangat penting dan mendasar harus kita pikirkan dan sikapi secara Tegas, Berani, dan Cepat. Karena apa? Karena kita harus tetap mempertahankan eksistensi kemurnian nilai hidup bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, berdasarkan Pancasilai dan UUD 1945 dalam keutuhan dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Esensial dan mendasar bagi kita untuk hidup arif bijaksana menjalani keseharian kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia. Tetap teguh dalam hati, pikiran, dan tindakan membangun diri dan kapasitas masyarakat bangsa menyongsong Peradaban Baru Indonesia.

Kapasitas dan integritas diri yang wajib kita bangun dengan sadar menjadi bangsa Indonesia yang Bhenika Tunggal Ika, melalui semangat Literasi.

LITERASI MEMBANGUN PERADABAN BARU INDONESIA. SEMANGAT LITERASI UNTUK INDONESIA.

***