Budaya

Karnaval Budaya Persekolahan Karya Budi Putussibau

Senin, 28 Agustus 2023, 14:08 WIB
Dibaca 450
Karnaval Budaya Persekolahan Karya Budi Putussibau
Peserta karnaval budaya SMP Karya Budi Putussibau. Foto: Dokumen sekolah

Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-78, persekolahan Karya Budi Putussibau melaksanakan rangkaian kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain karnaval budaya, upacara bendera, perlombaan nyanyi solo, cipta puisi dan beberapa perlombaan permainan rakyat. Kegiatan-kegiatan tersebut selalin memeriahkan HUT RI ke-78 juga dalam rangka meningkatkan kreatifitas peserta didik serta menumbuhkan semangat patriotisme dan cinta tanah air.

Karnaval budaya yang diikuti oleh tingkat TK, SD, SMP dan SMA di lingkungan persekolahan Karya Budi Putussibau. Semua peserta menggunakan busana adat dan profesi. Busana adat yang digunakan adalah adat yang beranekaragam sesuai dengan latar belakang Kabupaten Kapuas Hulu yang masyarakatnya beragam.  Sedangkan pakaian profesi yang digunakan siswa merupakan pakaian profesi yang selaras dengan cita-cita siswa-siswi seperti profesi dokter, polisi, tentara, biarawan dan profesi-profesi lainnya.

Adapun rute karnaval tahun ini mengikuti rute kegiatan tahun sebelumnya. Persekolahan Karya Budi Putussibau sebagai titik berangkat dan kepulangan. Rute ini melewati Jl. Iskandar Muda, kemudian menuju ke pasar merdeka dan melewati pasar pagi Putussibau. 

Para peserta karnaval begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Selain peserta karnaval, masyarakat kota Putussibau yang sempat menyaksikan kegiatan karnaval ini turut menikmati kegembiraan dan kemeriahan kegiatan ini. Mereka mengabadikan kegiatan karnaval ini dalam bentuk foto dan video melalui handphone mereka.

kegiatan ini dimeriahkan oleh drumband SMP karya Budi Putussibau yang dilatih oleh bapak Wilhelmus Sukur, S.S. Gita pati yang memimpin group drumband ini bernama Febiola Renata dengan mayoretnya bernama Laura. Peserta drumband berjumlah 35 orang. 

Salah satu harapan terbesar dari para siswa adalah kegiatan ini dilaksanakan secara kontinuitas dari tahun ke tahun. Salah seorang siswa yang bernama Moses mengaku berbahagia mengikuti kegiatan ini sekaligus bangga dengan adat istiadat dan tradisi yang dimiliki.