Budaya

Filosofi Rumah Panjai (Betang) #6

Rabu, 14 September 2022, 18:32 WIB
Dibaca 89
Filosofi Rumah Panjai (Betang) #6
sumber: pinterest

Semua suku Dayak, terkecuali suku Dayak Punan yang hidup mengembara, pada mulanya berdiam dalam kebersamaan hidup secara komunal di rumah betang/rumah panjai, yang lazim disebut Lou, Lamin, Betang/Rumah Panjai, dan Lewu Hante. Betang (rumah panjai) memiliki keunikan tersendiri. Keunikan dari rumah betang bisa dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, Rumah Panjai bentuknya memanjang serta terdapat sebuah tangga dan pintu masuk ke dalam rumah panjai. Tangga sebagai alat penghubung pada betang dinamakan tangga’ takik/hejot;

Kedua, Rumah Panjai yang dibangun tinggi dari permukaan tanah dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang meresahkan para penghuni betang, seperti menghindari musuh yang dapat datang tiba-tiba, binatang buas, ataupun banjir yang terkadang datang melanda. Dulu, Hampir semua betang dapat ditemui di pinggiran sungai-sungai besar yang ada di Kalimantan;

Ketiga, Bangunan Rumah Panjai biasanya berukuran besar, panjangnya dapat mencapai 150-200 meter di bangun menggunakan bahan kayu yang berkualitas tinggi, yaitu kayu ulin, selain memiliki kekuatan yang bisa berdiri sampai dengan ratusan tahun, kayu ini juga anti rayap;

Keempat, Pada bagian tepat depan bilik Rumah Panjai biasanya terdapat balai (ruai) sebagai tempat menerima tamu maupun sebagai tempat pertemuan adat dan tempat kearifan lokal diajarkan kepada anak-anak. Pada halaman ujung Rumah Panjai, tepatnya dekat anak tangga naik dapat dijumpai pentik (sapundu – pontokn urang -patung dari kayu). Pentik merupakan sebuah patung atau simbol yang pada umumnya berbentuk manusia yang memiliki ukiran-ukiran yang khas. Terkadang terdapat juga “rancak” (sesajen) di halaman betang yang berfungsi untuk memberi makan roh-roh sekitar;

Kelima, Pada bagian belakang dari Rumah Panjai dapat ditemukan sebuah balai yang berukuran kecil yang dinamakan teluk (tukau) yang digunakan sebagai sebagai tempat alat-alat pertanian, seperti lesung, alu, dan kisar (kelengkapan menumbuk padi);

Keenam, Pada Rumah Panjai juga terdapat sebuah tempat yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan senjata dan harta benda yang berharga, tempat itu biasa disebut sadau;

Ketujuh, Pada bagian depan atau bagian belakang atau bisa juga di depan Rumah Panjai biasanya terdapat pula Sandung. Sandung adalah sebuah tempat penyimpanan tulang-tulang.