Budaya

Kerajinan Rotan Masyarakat Dusun Ensibau: Ciri Khas dan Kemahiran

Selasa, 11 Mei 2021, 20:51 WIB
Dibaca 382
Kerajinan Rotan Masyarakat Dusun Ensibau: Ciri Khas dan Kemahiran
Pengerajin rotan di Dusun Ensibau sedang menganyam berbagai jenis kerajinan dari rotan. Mari kita dukung kreativitas para pengerajin ini!

Rotan, merupakan salah satu potensi hasil alam yang ada di kawasan hutan Dusun Ensibau, Desa Semirau, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.

Bicara soal rotan, tidak lepas dari keunikan dan kreativitas pengerajin. Pasalnya, seni  menganyam rotan dari masyarakat sekitar telah dilimpahkan secara turun temurun.

Masyarakat setempat telah mampu membuat beberapa produk yang menjadi kebutuhan mereka sehari-hari seperti bakul, tudung saji, keranjang, alat dapur, perangkap ikan, perlengkapan berladang, serta berbagai anyaman lainnya yang memiliki fungsi dan keunikan tersendiri.

Seorang pengrajin rotan di Dusun Ensibau, Pak Angoi menuturkan, bahan baku rotan dengan kualitas yang bagus kini susah didapat. Hal ini dikarenakan kawasan hutan yang sudah berkurang.

Meski demikian, Pak Angoi dan beberapa pengerajin rotan tetap produktif dengan menganyam berbagai produk yang memiliki nilai fungsi dan seni.

Pak Angoi menceritakan sudah cukup lama beliau melakoni kerajinan rotan, sehingga waktu dan teknik menganyam, ia sudah paham.

Sebelum rotan dijadikan anyaman, para pengerajin harus menjelajah kawasan hutan untuk mencari rotan dengan kualitas yang bagus. Biasanya membutuhkan waktu satu hari penuh, tergantung jarak dan jumlah rotan yang akan diambil.

Selanjutnya, pengerajin akan meruntih (menanggalkan serbuk rotan yang tersisa) agar rotan menjadi bersih dan siap dianyam.

Untuk menambah kualitas rotan, setelah diruntih sebaiknya rotan dijemur terlebih dahulu sebelum dianyam.

Proses berikutnya adalah meraut rotan hingga tipis dan halus. Tahap ini boleh dilewati sesuai dengan bentuk anyaman. Biasanya, untuk membuat piring dan tudung saji, pengerajin tidak perlu meraut rotan, karena anyaman piring dan tudung saji memerlukan jenis rotan yang bulat dan kecil.

Seiring perkembangan zaman, para pengerajin rotan di Dusun Ensibau telah berhasil melirik permintaan pasar. Salah satu model anyaman dari pengerajin di sana adalah, piring rotan.

Anyaman piring rotan memiliki fungsi dan keunikan tersendiri. Selain memiliki karya seni yang bernilai tinggi, piring rotan juga memiliki daya simpan yang cukup lama serta dapat menjadi alat makan yang praktis untuk digunakan.

Menurut pengerajin, menganyam piring rotan bisa dikatakan gampang-gampang susah. Hal ini karena diperlukan kemahiran dan teknik khusus serta bahan rotan yang berkualitas.

Selain piring rotan, masyarakat pengerajin juga sudah mahir membuat beberapa anyaman yang memiliki nilai hias seperti keranjang yang menyerupai bentuk labu. Membuat anyaman keranjang cukup rumit sehingga memerlukan waktu 2 sampai 3 hari lamanya. Untuk ukuran keranjang, biasanya sesuai dengan permintaan konsumen. Selain itu, pengerajin juga mahir membuat bakul dari rotan.

Anyaman yang paling menarik adalah tudung saji. Selain bentuknya yang unik, tudung saji juga memiliki keindahan tersendiri karena pernis yang menarik. Tudung saji dari rotan cukup berat, sehingga berfungsi untuk menutup sajian makanan dengan aman.

Menyikapi keuletan dan kemarihan para pengerajin rotan di Dusun Ensibau, akankah generasi muda mampu menjadi penerus kreator kerajinan dari rotan di daerah tersebut? Entahlah, semoga ada lembaga yang dapat memfasilitasi kegiatan pengembangan kerajinan lokal dari rotan, sehingga dapat memacu semangat anak muda untuk meneruskan kemahiran turun temurun ini.

Nah, jika Anda tertarik untuk membeli produk lokal, anyaman rotan oleh masyarakat Dusun Ensibau, Anda dapat mendatangi lokasi atau bertemu langsung dengan masyarakat setempat.

Mari kita mendukung para pengerajin rotan di Dusun Ensibau, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat untuk terus produktif menganyam dan menghasilkan produk lokal berkualitas dan tentunya suatu hari nanti dapat merambah pasar nasional mau pun internasional.

Salam Budaya.