Wisata

Napak Tilas [1] Pengalaman Liburan di Krayan

Selasa, 12 Januari 2021, 16:20 WIB
Dibaca 562
Napak Tilas [1] Pengalaman Liburan di Krayan
Foto: Dari ketinggian tampak wajah Krayan Long Bwan.

Tidak hanya pulang kampung saja! Liburan sudah pasti menjadi bagian dari agenda tahunan kita. Liburan menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kita, apalagi terikat terhadap pekerjaan. Kata sibuk pasti teman hari-hari kita.

Mempergunakan kesempatan itu untuk keluar dari rutinitas biasa. Apalagi hidup di perkotaan, bagi sebagian orang berlibur kesuatu tempat itu merupakan hal yang harus dilakukan. Tidak perlu menunggu liburan panjang, banyak juga di antara kita yang memanfaatkan 'short breaks' saat tanggal merah, baik di awal pekan maupun di akhir pekan. Maupun liburan panjang yang selalu kita nantikan.

Kalau kita berbicara gaya liburan seseorang, pasti berbeda-beda. Ada yang memanfaatkan waktu libur untuk pergi ke luar negeri, demi menikmati keindahan serta keunikan dari negara tersebut. Tapi saat ini kita di batasi untuk keluar-masuk sebuah negara akibat dari pandemik Covid-19. Ada pula yang berlibur di kota di Indonesia—negara tempat tinggal. Adapula yang berkunjung ke tempat wisata yang tak jauh dari kos (bagi mahasiswa perantau). Atau berlibur tanpa perencanaan sama sekali. Hanya siap lalu berangkat!

Demikian halnya denga liburan saya kali ini, bisa dikata liburan tanpa rencana sebelumnya. Awalnya, hanya keinginan dalam hati untuk berlibur ke suatu tempat. Tujuannya hanya satu: agar dapat melepas stress. Terbebas dari rutinitas perkuliahan, ituloh! Tumpukan tugas dari dosen. Hehe… Kebetulan saat ini, saya sedang menyelesaikan studi di salah satu kampus swasta di kota Salatiga. Singkat cerita, awal Desember 2020 yang lalu ada pesta demokrasi di Indonesia, sekalipun di tengah-tengah pandemik Covid-19 tetap mengadakan pesta demokrasi di setiap kabupaten atau kota maupun provinsi untuk memilih pemimpin terbaik bagi daerahnya masing-masing. Sesuai protokol kesehatan yang diterapkan.

Kebetulan juga tempat asal saya dari Provinsi Kalimantan Utara—salah satu provinsi termuda di Indonesia. Yang memiliki wilayah satu kota, empat kabupaten. Diantaranya, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung. Dan saya termasuk di daftar tempat memilih di Krayan Long Bawan, Kabupaten Nunukan. Karena itu, liburan saya kali ini mengharuskan saya untuk terbang ke Krayan. Tentu, perjalanan kali ini berbeda dengan biasanya, mengharuskan saya untuk mengecek kesehatan dengan rapid tes ataupun rapid antigen karena hendak berpergian ke luar daerah. Puji syukur hasil menunjukan negative/dalam keadaan sehat. Awal liburan saya pun di mulai.

Bagaimana caranya pergi ke sana, untuk menuju ke Kalimantan Utara, kita pasti menggunakan moda transportasi udara. Apalagi posisi saya di pulau Jawa, tepatnya di kota Yogyakarta. Rute penerbangan biasanya yang akan di lalui Yogyakarta- Balikpapan-Kota Tarakan, lalu ke Krayan. Dalam kodisi seperti sekarang ini tentu tak mudah, harus mempersiapkan diri.

Bagi kami mahasiswa perbatasan yang merantau ke kota, hal ini sudah menjadi biasa kami lalui. Sampai-sampai saya lupa sudah berapa kali saya naik pesawat selama kuliah di luar kota.

Tujuannya, demi meningkatkan mutu sumber daya manusia serta kapasitas diri. Seperti, untuk jarak tempuh penerbangan Jogja-Balikpapan biasanya ditempuh  dalam waktu 1 jam 45 menit. Perbedaan waktu diantara dua kota ini adalah 1 jam. Jika waktu di Kota Yogyakarta  pukul 13.00 WIB, maka waktu di Kota Balikpapan akan menunjukan pukul 14.00 WITA. Sedangkan penerbangan Balikpapan, Kalimantan Timur ke Kota Tarakan  perjalanan transportasi udara yang akan kita tempuh 1 jam 5 menit. Untuk perbedaan waktu tidak ada.

Bagi kami anak perbatasan yang sudah biasa, setiba di Kota Tarakan kita bisa memilih menginap ditempat keluarga,kos teman, atau hotel, sebelum melanjutkan perjalanan ke Krayan, tempat tujuan. Untuk transportasi dari Tarakan ke Krayan tidak semudah kita membeli tiket dari Jogja ke Tarakan. Harus pesan jauh hari sebelumnya malalui petugas. Sembari mencari tiket ke Krayan, kita bisa menikmati suasana kota Tarakan dengan mengunjungi tempat-tempat kuliner, wisata, maupun tempat nongkrong asik dimalam hari salah satunya tempat santai anak muda yaitu Kedai Rumpi, “Eat. Love. Rumpi”. Kebetulan pemiliknya, asli dari Krayan. Tentu menu-menu yang di sajikan khas Dayak Lundayeh dengan sentuhan kreativitas. Kota Tarakan merupakan pusat ekonomi Kalimantan Utara.

Untuk pergi ke Krayan, satu-satunya transprtasi dari Kota Tarakan hanya naik pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF), atau pesawat Susu Air, dan pesawat Nomad milik TNI AU.

Hanya melalui transportasi ini kita bisa mencapai daerah perbatasan di Krayan Long Bawan. Krayan terletak di bagian barat Kabupaten Nunukan, Krayan nan jauh disana hidup buah mimpi-mimpi anak perbatasan yang kelak akan membangun negeri. Kebetuan waktu itu saya menumpangi pesawat Nomad ke Krayan, akan menadarat di bandara udara Yuvai Semaring Long Bawan. Waktu tempuh sekitar 40 menit penerbangan.

Sepanjang penerbangan saya, di atas ketinggian 14.000 kaki, mata kita akan di manjakan dengan hijaunya pepohonan Borneo yang masih menghijau seksi, sesekali tampak pelangi menghiasi hijaunya dedaunan dari ketinggian. Pantaslah kalau disebut sebagai jantungnya Borneo, yang masih luas dan perawan. Setiba di Bandara Udara Yuvai Semaring Long Bawan yang sudah berlapis aspal dan hingga kini terus dalam pembenahan. Untuk memudahkan transportasi masyarakat di Krayan Long Bawan. Dalam hati berbisik, " Semoga tanah, pohon  yang hijau tetap terjaga, terawat dengan baik."

Salam Literasi,  Lio Bijumes