Sastra

Cerita Bijak (1): Obat Ajaib dari Puteri Bermahkota Bunga Mawar  

Sabtu, 17 Desember 2022, 18:47 WIB
Dibaca 109
Cerita Bijak (1): Obat Ajaib dari Puteri Bermahkota Bunga Mawar   
Kerajaan Rimba

Pada suatu hari yang cerah duduklah seorang pemuda di atas batu. Saat itu ia pergi ke sebuah pegunungan untuk mencari sumber mata air untuk kampung halamannya. Setelah berjalan seharian, ia sampai di lembah yang ditumbuhi pohon dengan hamparan bunga yang indah sedang bermekaran. Di tengah lembah tersebut terdapat hamparan bunga yang berwarna-warni.

Di bawah pohon yang ditumbuhi berbagai macam bunga tersebut berdirilah seorang puteri. Puteri itu memakai pakaian merah bermahkotakan bunga sedang memetik bunga di sekitar taman bunga yang terhampar indah.Keseharian puteri itu adalah menanam,merawat dan memelihara taman bunga yang ada di sekitar lembah.

Puteri melihat seorang pemuda dari kejauhan duduk di bawah pohon, karena penasaran sang Puteri lalu beranjak dan segera menghampiri si pemuda misterius tadi. " Maaf .. tuan…tuan sedang apa dan mau kemana? Ini taman bunga di lembah dataran tinggi borneo yang dilindungi oleh kami di sini. Mendengar perkataan puteri, pemuda itu kaget sekali. Sang pemuda tadi menjawab, " Saya ke sini ingin mencari sumber mata air yang bisa dialirkan di kampung halamanku !". Lalu gadis itu mempersilakan sang pemuda masuk ke dalam taman bunga -bunga yang indah. Sang Puteri memperkenalkan diri bahwa ia adalah penjaga taman bunga di dataran tinggi borneo. Puteri itu memakai pakaian merah dan bermahkotakan mawar di kepalanya. Wajahnya lembut dan penuh belas kasih laksana embun-embun di pagi hari.

"Coba tunjukkan padaku dimana aku bisa mendapatkan sumber mata air di sekitar lembah ini" pinta pemuda misterius itu dengan senyuman. Dengan berlinang air mata pemuda itu bercerita bahwa ia membutuhkan sumber mata air,karena itulah ia pergi ke hutan dan melihat hamparan bunga di lembah gunung. " Aku telah lama hidup berkelana mencari sumber air kehidupan di dunia ini," air mata sang pemuda berjatuhan di tanah. Air mata bahagia keluar dari puteri itu.

Ada mata air di atas lembah bukit itu,pergilah ke sana! Air itu yang akan mengalirkan banyak kehidupan di sekitar lembah dan bukit-bukit ini. Sang Puteri memetik bunga mawar serta memberikannya kepada Sang Pemuda. Sungguh ajaib,saat bunga mawar itu berpindah di tangan Pemuda, seketika tubuh pemuda bersih dan bercahaya. Sambil memegang bunga mawar itu,sang pemuda menuju sumber mata air. Sungguh ajaib,sumber mata air itu mengalir di sebuah lembah dan menjadi danau yang indah.Danau itu begitu indah,dipenuhi berbagai macam ikan,di sekelilingnya terdapat bunga yang berwarna-warni.

Akhirnya Sang pemuda memutuskan hidup bersama dengan Sang Puteri. Ia memeluk sang Puteri dan Puteri itu pun memeluk Sang Pemuda dengan erat. Keseharian mereka adalah bercengkrama,berdoa,berkarya,merawat bunga-bunga di sekitar lembah dan pegunungan dataran tinggi borneo yang indah.

Mereka memelihara alam di sekitar pegunungan yang ditumbuhi berbagai macam bunga indah dari berbagai penjuru alam semesta. Bertahun-tahun lamanya tersiarlah di seluruh semesta alam akan keberadaan danau yang indah dipenuhi bunga-bunga di sepanjang lembah dataran tinggi borneo.

Danau itu seakan mengalirkan kehidupan untuk seluruh flora dan fauna yang ada di sekitar hutan. Danau itu seakan menjadi magnet dan surga bagi sekalian orang, datanglah orang berziarah dari berbagai suku dan agama.Mereka datang memanjatkan doa menurut agama dan kepercayaan mereka masing-masing. Mereka mengunjungi danau dan hamparan bunga-bunga yang indah di sepanjang dataran tinggi borneo. Setiap hari taman bunga dan danau itu memberikan berkah bagi sang pemuda dan puteri beserta semua penduduk di sekitarnya.

Penduduk desa mulai terdampak adanya danau tersebut. Penduduk mulai berlomba-lomba membuka home stay,warung. Mengembangkan seni dan budaya lokal,menciptakan alat music,aksesoris,cinderamata. Mendirikan komunitas-komunitas pelestarian alam yang memiliki jaringan di seluruh dunia.

Kini danau itu menjadi pusat ziarah bagi semua orang yang membutuhkan kedamaian dan mencari kebenaran di alam semesta. Semua yang datang begitu takjub akan kebesaran Tuhan Semesta Alam. Memaknai kebenaran sejati di alam semesta tepatnya di dataran Tinggi Borneo.

 

Pesan: Agama Tuhan adalah untuk kasih dan persatuan; janganlah membuatnya penyebab kebencian dan perselisihan. Obat yang diberikan pada suatu zaman tidak akan sama dengan obat yang diberikan pada zaman berikutnya. Akan ada saatnya umat manusia membutuhkan obat yang paling cocok dan sesuai zamannya. Obatnya pasti ada. Salam Damai Semesta Alam