Riset

Rotan: Jenis dan Manfaatnya

Senin, 10 Mei 2021, 19:19 WIB
Dibaca 773
Rotan: Jenis dan Manfaatnya

Indonesia merupakan penghasil rotan terbesar di dunia. Menurut Kementrian Perindustrian (Kemenperin), tidak kurang dari 85% bahan baku rotan dunia berasal dari Indonesia. Karena sifat alaminya, rotan menjadi salah satu indikator kesehatan ekologi hutan, tidak berlebihan kiranya jika rotan dikenal sebagai green product.

Bagi sebagian suku di Indonesia, seperti Dayak, budi daya rotan secara sosiokultural merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Telah ratusan tahun rotan dibudidayakan dan dipelihara oleh masyarakat secara tradisional. Dari para petani rotan di dalam hutan, rotan kemudian diperdagangkan melalui pedagang perantara.

Hasil akhir dari perdagangan ini, rotan masuk dalam proses produksi pembuatan mebel seperti kursi dan berbagai kerajinan tangan lainnya.

Rotan (calamus manan miq) merupakan tanaman merambat sekilas mirip tanaman palem. Sama seperti kaktus, rotan memiliki duri yang digunakan sebagai alat pertahanan diri dan sebagai alat untuk merambat pada tanaman lain. Di daerah Pusat Damai, rotan semakin sulit ditemukan.

Terakhir, saat pramuka di bangku SMA, saya pernah menemukan tanaman rotan di sekitar hutan Kelisek, Pusat Damai. Di rumah saya, ada beberapa barang kerajinan yang terbuat dari rotan, seperti jarai, tas, nyiru, tudung saji, bakul, copatn, dan wadah untuk menyimpan gelas terbuat dari rotan manau (Korthalsia rigida Blame).

Ada juga aksesoris yang terbuat dari rotan, misalnya gelang dan cincin. Tak hanya sebagai furniture dan aksesoris, ada juga jenis rotan yang umbutnya ramah di perut: dapat dikonsumsi, rotan semut (Korthalsia sescaphigera Mart) kami menyebutnya ruak, rasanya pahit-pahit lezat.

Ujungnya berwarna putih dengan degradasi warna hijau, ada sedikit bulu, dan duri halus. Kemarin, bapak saya datang dari Entapang, Kecamatan Bonti, membawa pulang ruak. Dibeli dari warga yang menjajakan sayur hutan. Harganya Rp25.000 untuk 6 batang ruak. Saya pastikan malam ini ada menu sayuran ruak di meja makan. Benar saja, ibu saya menumis ruak dicampur ikan teri.

Si pahit ini dapat disulap menjadi sajian lezat yang menggugah selera. Dapat juga dibakar untuk teman makan nasi. Caranya mudah, ruak dibakar di atas api, tunggu sampai kulit luarnya coklat kehitaman, lalu dikupas dan ambillah bagian daging ruak-nya. Resep lain, ruak juga dapat dimasak dengan tempoyak durian.

Ada juga jenis rotan jelayan, yang buahnya dapat dikonsumsi, nama ilmiahnya Calamus spp. Kami, suku Dayak Ribun menyebutnya buah jeroyan. Rasanya asam, jika sudah masak sempurna, daging buahnya terlepas dari bijinya. Nikmat dimakan dengan garam dan cabai.

Sama seperti maram alias asam payak, jeroyan juga biasa digunakan untuk bahan baku manisan jeroyan.

Jenis rotan jelayan memiliki karakteristik perawakan berupa rumpun yang mampu memanjat sampai dengan ketinggian 70 m atau lebih. Ukuran diameter batang bersama pelepah bisa mencapai 7 cm dengan jarak antarruas buku berkisar 20-30 cm. Buah rotan jelayan berbentuk bulat, berbiji tunggal dan ditutupi sisik hijau, saat masak buah akan berwarna kuning (Jasni et al, 2012). Tidak sekadar mengenyangkan, umbut ruak dan buah jeroyan memiliki sederet manfaat untuk kesehatan.

Kandungan Gizi Umbut Rotan

Berdasarkan data Kemenkes RI, dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), umbut rotan adalah kelompok sayur, dengan nama ilmiah Calamus Scipionum Loureiro. Kandungan gizi pada umbut rotan yang termasuk tinggi dan cukup tinggi adalah kandungan air, serat, kalium, tembaga, seng, dan tiamina. Berdasarkan kandungan gizi yang tinggi dan cukup tinggi tersebut, berikut beberapa khasiatnya jika dikonsumsi.

Umbut ruak memiliki daftar panjang khasiat untuk kesehatan: (1) pada sistem peredaran darah: menurunkan resiko terjadinya penyakit sistem kardiovaskular, menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah. (2) Pada sistem saraf dan otak: mendukung mood (suasana hati) dan fungsi kognitif. (3) Pada tulang, khususnya sistem rangka: dapat mencegah dan mengatasi osteoporosis. (4) Pada sistem eksresi dan urinaria; meminimalkan resiko terbentuknya batu ginjal. (5) Pada sistem integumen yaitu pada kulit, rambut, dan kuku dapat berperan penting dalam produksi kolagen dan elastin. (5) Pada mulut dan gigi, dapat membentuk pembentukan air liur di rongga mulut dan menopang pertumbuhan gigi.

Pada tubuh secara umum, umbut rotan dapat menguatkan keseimbangan cairan tubuh, menghasilkan energi, dan meminimalkan terjadinya penyakit beri-beri.

 Khasiat Buah Jelayan untuk Kesehatan

Tidak hanya umbutnya saja yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Buah jelayan juga memiliki kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh manusia. Buah jelayan berbentuk bulat elips, sedikit kecoklatan dengan degradasi warna hitam, tangkai dan kulitnya kurang lebih mirip buah salak. Dikutip dari Data Kemenkes, Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), buah rotan mengandung zat gizi seperti vitamin C yang dapat mencegah sariawan dan mencegah penuaan dini, dan berfungsi sebagai antioksidan yang mencegah radikal bebas, dan mengandung kalsium yang baik untuk tulang dan gigi. Bagi wanita yang setiap bulannya mengalami menstruasi, buah jeroyan juga dapat dikonsumsi karena mengandung zat besi yang membentuk hemoglobin.

Bagaimana? Melihat sederet manfaatnya, jadi ingin mengkonsumsi si pahit dan si asam ini (baca: ruak dan buah jelayan), bukan?

Saat saya masih anak-anak, ada juga manfaat rotan yang sangat personal dan eksklusif, ayah saya menggunakannya untuk "memberikan pelajaran" (baca: memukul) kepada saya.

***