Literasi

Menyiapkan Anak Supaya Suka Membaca

Senin, 22 Februari 2021, 08:24 WIB
Dibaca 116
Menyiapkan Anak Supaya Suka Membaca
Tertular Virus Membaca

Judul: Agar Anak Anda Tertular “Virus” Membaca

Judul Asli: The Reading Bug... And How You Can Help Your Child To Catch It.

Penulis: Paul Jennings

Penterjemah: Ary Nilandari

Tahun Terbit: 2006

Penerbit: Penerbit MLC                                                                                          

Tebal: 272

ISBN: 979-3611-45-6

Semua orangtua ingin anaknya gemar membaca. Namun sering kali orangtua kurang membantu anak-anaknya menjadi penggemar bacaan. Banyak orangtua yang merasa bahwa anak-anak akan belajar membaca melalui sekolah. Banyak orangtua yang tidak tahu bahwa seringkali sekolah justru bisa menjadi pembunuh minat baca anak! Buku ini secara gamblang dan sederhana akan membantu anda sebagai orangtua menularkan “virus” membaca kepada anak-anak anda. Buku ini juga sangat baik dibaca oleh guru-guru, terutama guru kelas awal, sehingga sekolah bisa membantu siswanya gemar membaca.

Paun Jennings memberikan kunci-kunci untuk menularkan “virus” membaca.

Kunci utama adalah keteladanan. Orangtua dan guru harus menjadi teladan bagi anak-anak supaya bisa menularkan kesenangan membaca.

Kunci kedua adalah menimbulkan kecintaan buku kepada anak. Sedangkan kunci ketiga adalah memfasilitasi anak untuk mendapatkan buku yang disenanginya.

Apa saja yang tertuang dalam buku ini? Paul Jennings mengungkapkan pentingnya menimbulkan rasa cinta buku kepada anak-anak. Mendekatkan buku kepada anak, bahkan sejak bayi akan membuat buku bermakna sesuatu bagi si anak. Pada bab ini Paul Jennings juga menyampaikan bahwa kecintaan membaca harus ditumbuhkan dengan cinta. Tidak boleh ada tekanan/penugasan/tuntutan kepada anak tentang aktifitas membaca. Tekanan/penugasan/tututan bisa beakibat anak benci membaca. Kecintaan membaca harus ditumbuhkan dengan keteladanan. Anak-anak akan mengikuti apa yang anda (orangtua dan guru) lakukan. Jika anda gemar membaca (di depan mereka) maka mereka juga akan meneladani anda.

Paul Jennings membahas secara khusus pentingnya orangtua membacakan buku cerita untuk anaknya. Membacakan buku cerita akan menimbulkan anak suka akan buku. Keuntungan lainnya, anak-anak yang sering dibacakan buku cerita saat kecil akan mengenal “bahasa buku”. Dengan demikian anak-anak akan memahami dengan baik “bahasa buku” sehingga dia akan bisa lebih mudah belajar dari buku. Kemampuan berkomunikasi secara verbal dan tertulis sama pentingnya bagi anak. Membacakan cerita akan membuat anak belajar tentang komunikasi tertulis. Membacakan cerita bisa menjadi pengganti cara menceramahkan etika. Pemahaman akan etika lebih mudah dilakukan melalui cerita. Sebab cerita bisa menyentuh perasaan anak. Anak-anak yang dikenalkan dengan cerita-cerita yang baik (melalui dibacakan maupun membaca sendiri) akan tumbuh menjadi orang-orang yang peduli.

Cara lain untuk membuat anak mencintai buku adalah denagn menjodohkan anak dengan buku. Ketika anak bertemu dengan buku yang disukainya, maka serta-merta minat bacanya akan tumbuh. Sayang sekali anak-anak lebih sering bertemu dengan buku yang membuat mereka muak. Kebanyakan buku yang diterima anak di sekolah adalah buku-buku yang “memaksa” mereka mengunyahnya. Jika tidak ada upaya khusus untuk menjodohkan anak dengan buku, maka selamanya anak akan membenci buku. Paul Jennings memberi beberapa tips untuk memfasilitasi perjodohan anak dengan buku. Buku resep, buku populer, komik bisa menjadi buku yang membuat anak tertarik.

Adalah sangat penting bagi orangtua dan sekolah membantu menyiapkan anak untuk bisa membaca. Membacakan cerita yang sama yang disukai anak berulang-ulang akan membantu mereka mengenali bentuk dan pengucapannya. Buku-buku yang ritmik (banyak kata yang diulang) akan sangat membantu anak siap membaca. Terlalu cepat memaksa anak membaca keras di depan orang lain bisa membunuh minat baca anak. Jadi sekolah harus berhati-hati dalam mengajarkan membaca kepada anak. Jangan terlalu fokus kepada keterampilan membaca saja, tetapi lebih penting menjaga kecintaan anak kepada bacaan. Demikian pula dalam mengenalkan kata-kata baru kepada anak. Pengenalan kata-kata baru kepada anak yang terlalu dipaksakan akan menyebabkan anak stres dan takut kepada bacaan. Bagi anak-anak, membaca untuk mendapati makna jauh lebih penting daripada pengenalan kata-kata baru.

Tulisan anak juga bisa menjadi sumber kecintaan membaca. Menggunakan tulisan anak sendiri sebagai bahan untuk dibaca adalah salah satu cara menumbuhkan kecintaan membaca. Tulisan itu bisa tentang apa saja. Bisa tentang daftar tanggal lahir, daftar acara TV yang disukai, resep masakan yang digemari dan sebagainya. Proses koreksi bersama terhadap tulisan yang dibuat oleh anak setelah dibacanya juga akan membantu anak untuk menyukai membaca. Namun proses koreksi ini harus tidak hanya menunjukkan kesalahan, tetapi juga harus menunjukkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang benar.

Pemilihan buku yang baik akan menarik anak-anak untuk membacanya. Ilustrasi yang cocok, plot cerita, tampilan buku, khususnya cover buku dan halaman pertama sangat penting. Itulah sebabnya orangtua dan sekolah perlu membantu anak dengan menyediakan buku-buku yang menarik bagi mereka. Jika perlu, libatkan anak untuk memilih buku yang disukainya. Melibatkan anak dalam memilih buku yang disukainya merupakan langkah yang baik untuk membantu anak menjadi suka membaca.

Sayang sekali daftar buku yang baik untuk anak-anak yang menggunakan bahasa Indonesia, tidak tercantum dalam buku ini. Bab dua belas hanya memuat daftar buku bagus yang semuanya bukan dari Indonesia. Jikapun dari daftar tersebut sudah ada buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, namun konteksnya pasti berbeda dengan kebanyakan anak Indonesia. Itupun kalau terjemahannya baik.

***