Literasi

Punya Naskah Terbengkalai? Lakukan Kegiatan Berikut Ini untuk Mengatasi Writer’s Block

Kamis, 29 April 2021, 21:14 WIB
Dibaca 312
Punya Naskah Terbengkalai? Lakukan Kegiatan Berikut Ini untuk Mengatasi Writer’s Block
Dokumentasi pribadi

Penulis mana yang pernah mengalami keadaan dimana berjam-jam duduk  di depan monitor hanya untuk menatap layar putih dengan kursor yang berkedip-kedip hingga akhirnya seperti kurang kerjaan dengan klik sana, klik sini, berujung pada klik menu shut down? Sini kita ngumpul!

Kebuntuan menulis adalah bahasa yang tepat untuk menggambarkan keadaan tersebut. Menulis buku memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Halangan seperti ide yang tiba-tiba mandeg, kehilangan inspirasi, rasa jenuh atau pun ada ide yang muncul, namun tidak mampu merangkainya menjadi kalimat yang padu.

Beberapa orang lebih suka menyebut kebuntuan menulis dengan istilah writer’s block. Istilah writer’s block kedengarannya sederhana. Namun, bagi penulis yang pernah mengalami kondisi ini memandang writer’s block sebagai pengalaman yang tidak mengenakkan. Apalagi jika naskah yang ditulis harus mengejar target untuk segera diselesaikan.

Pada dasarnya, writer’s block adalah keadaan dimana otak mengalami stres sehingga berpengaruh pada kemampuan berpikir seorang penulis. Writers block dapat menimbulkan keadaan blank page syndrome, yaitu keadaan dimana seorang penulis ingin mengekspresikan pikirannya ke dalam sebuah tulisan tetapi berujung pada aktivitas menatap layar putih dengan kursor yang berkedip.

Setiap penulis tentu memiliki teknik atau cara menulis yang berbeda. Namun, kemampuan untuk menuangkan ide dalam naskah tulisan hingga sampai pada penerbit buku adalah suatu aktivitas yang patut diapresiasi. Jika dalam proses penyelesaian naskah, Anda mengalami blank page syndrome, jangan khawatir! Berikut beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi writer’s block.

1. Perbanyak Waktu untuk Membaca

Seorang penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Ya, tentu saja. Dengan banyak membaca akan menambah pengetahuan dan informasi guna merangsang kemampuan berpikir penulis untuk melanjutkan naskah yang terbengkalai. Bacalah buku atau artikel yang berkaitan dengan topik yang akan ditulis. Proses membaca dapat memperkaya kosa kata. Dengan membaca juga menjadi salah satu cara untuk menabung ide.

2. Lebih Sering Menulis

Sebagai seorang penulis, tentu wajib untuk menulis. Menulis juga dapat mengatasi writer’s block. Ketika mengalami blank page syndrome, cobalah untuk mengganti tema tulisan. Sebagai contoh, saat Anda sedang menyelesaikan naskah Novel, maka cobalah untuk menulis puisi yang berkaitan dengan isi hati pada saat itu atau pun sekadar menulis artikel. Cara ini sangat baik dilakukan, karena dapat membantu Anda dalam mempertahankan rutinitas menulis.

3. Mencari waktu terbaik (Golden Time)

Bicara mengenai waktu menulis, tidak semua orang dapat menulis sepanjang waktu. Ada orang yang mampu menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan pada waktu tertentu. Jika Anda termasuk pada bagian orang yang perlu waktu terbaik (golden time) untuk menyelesaikan naskah tulisan ada baiknya konsisten pada waktu terbaik yang Anda perlukan. Misalnya, jika Anda merasa waktu terbaik untuk menulis adalah di pagi hari setelah bangun dari tidur, maka Anda mesti konsisten pada waktu tersebut. Atau jika Anda terbiasa bergadang di malam hari, maka Anda juga harus merelakan waktu istirahat yang tersita untuk menyelesaikan naskah yang terbengkalai.

4. Tentukan Posisi Latar yang Tepat

Posisi tempat untuk menulis juga dapat berpengaruh pada writer’s block. Ada orang yang mampu menuangkan ide di lokasi yang sepi, jauh dari hingar bingar, di ruang yang kedap suara, atau di bawah pohon rindang. Ada pula orang yang dapat menulis di tengah kebisingan, misalnya di warung kopi (café), atau di perpustakaan agar mudah mencari referensi yang banyak. Lakukan analisis pada diri Anda sendiri untuk mengetahui Anda termasuk pada tipikal penulis yang memerlukan latar seperti apa untuk dapat menuangkan ide tulisan.

5. Baca Kembali Outline

Ketika akan membuat sebuah naskah tulisan, Anda diwajibkan untuk membuat outline. Outline merupakan bagian dari rancangan naskah yang akan Anda selesaikan. Nah, saat mengalami writer’s block, cobalah untuk membaca kembali outline yang sudah Anda buat. Pahami tema yang sudah dirancang, mana tahu dari tema yang sudah dibuat tersebut salah satunya dapat menumbuhkan ide Anda untuk menulis.

6. Mendengarkan Musik

Jika sudah mengalami kebuntuan yang tidak dapat ditoleransi lagi, maka berdiam dirilah sejenak! Lupakan tulisan, lalu dengarkan lagu favorit Anda. Bahwalah hati Anda untuk tenggelam dalam alunan lagu tersebut, dan tenangkan hati. Jika pikiran Anda sudah fresh, maka Anda dapat melanjutkan tulisan dengan lebih baik lagi.

Itulah 6 kegiatan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi writer’s block. Sebagai seorang penulis, Anda harus mampu mengendalikan diri untuk menghindari penyakit akut tersebut agar dapat menyelesaikan naskah tulisan Anda.

Apakah Anda sudah siap untuk lanjut menulis? Jika sudah, mari buka kembali naskah Anda yang terbengkalai dan lakukan 6 kegiatan di atas! Teriring doa agar kita semua dapat menjadi penulis yang profesional. Salam literasi!