Literasi

Indonesia Kekurangan Toko Buku

Minggu, 23 Agustus 2020, 00:02 WIB
Dibaca 89
Indonesia Kekurangan Toko Buku
Dari miner8.com

Dodi Mawardi

Penulis senior

 

Berapa sesungguhnya jumlah ideal toko buku di sebuah negara? Tentu tergantung jumlah penduduknya. Biasanya, jumlah toko buku memang diukur secara rasio dengan jumlah penduduk. Kita bisa berkaca ke negara-negara maju, yang sudah tinggi tingkat melek hurufnya, serta minat bacanya. Inggris Raya misalnya. Dengan jumlah penduduk  sekitar 60 juta jiwa, Inggris memiliki toko buku lebih dari 4.000 buah. Artinya satu toko buku melayani sekitar 12.000 orang. Dari berbagai sumber, saya menemukan fakta bahwa dalam 6 tahun terakhir, jumlah toko buku di Inggris terus menurun.

 

Atau kita bandingkan dengan jumlah toko buku di Amerika Serikat, yang jumlah penduduknya mencapai 315 juta jiwa. Dari dari www.publishersweekly.com menyebutkan bahwa jumlah toko buku di Amerika Serikat mencapai 12.700 buah. Atau rasionya adalah setiap satu toko buku melayani 24.000 orang. Di negara bagian Kalifornia dan Texas, masing-masing memiliki lebih dari 1.000 toko buku.

 

Kedua negara maju tersebut, bisa menjadi acuan bagi negara lain dalam menilai cukup atau tidaknya jumlah toko buku. Rasio ideal sebuah toko buku melayani sekitar 10.000 sampai 30.000 orang.

 

Bagaimana dengan di Indonesia?

Jumlah toko buku di Indonesia yang sempat tercatat di IKAPI mencapai 1.600 buah. Tapi, konon kabarnya yang masih aktif hanya sekitar 700 buah saja. Dari jumlah itu, kurang dari 50%-nya adalah toko buku berjaringan dengan jumlah terbanyak adalah Toko Buku Gramedia (data 2015 - 108 gerai). Disusul oleh Kharisma (+/- 60 gerai), Gunung Agung (+/- 30 outlet), Togamas (+/- 30 gerai), Periplus (>30 outlet), Book and Beyond (30 cabang), TM Bookstore dan lain sebagainya.

 

Coba kita hitung berapa rasio toko buku kita dibandingkan dengan jumlah penduduk. Kita pakai data yang tercatat saja yang 1.600 buah, untuk jumlah penduduk 250 juta jiwa. Hasilnya adalah satu toko buku melayani lebih dari 150.000 orang!  Wow… jauh sekali ya dibandingkan dengan rasio toko buku di Amerika atau Inggris. Fakta tersebut menunjukkan bahwa dalam hal buku, orang Indonesia masih jauh terbelakang.

 

Padahal, kalau mau negeri ini maju, maka tingkat membaca bukunya tidak jauh berbedalah dibanding negara-negara maju itu…