Literasi

Anutan Bukan Panutan

Selasa, 4 Mei 2021, 20:20 WIB
Dibaca 888
Anutan Bukan Panutan
Anutan bukan Panutan

"Semoga Bapak Kharim tetap bisa menjadi panutan di tempat kerja yang baru."

"Bu Helna merupakan panutan di kampung kami."


Anda mungkin pernah mendengar atau membaca kalimat seperti kedua kalimat di atas. Maksud dari panutan pada kedua kalimat tersebut adalah 'teladan'. Pak Kharim diharapkan tetap menjadi teladan di tempat kerja baru dan Bu Helna adalah teladan di suatu kampung.

Yang menjadi soal adalah kata "panutan". Benarkah ada kata 'panutan'?


Mari coba kita telisik. Cara paling mudah menentukan sebuah kata benar atau salah adalah dengan cara menguraikan mana kata dasar dan imbuhannya lalu dibandingkan dengan kata lain sejenis. Apabila hasil uraian konsisten; besar kemungkinan kata tersebut benar.


Selain kata 'panutan', kata lain yang bisa kita jumpai adalah menganut, dianut, penganut. Kata dasar dari ketiga kata tersebut adalah "anut". Me+anut=menganut; di+anut=dianut; pe+anut=penganut.


Benarkah kata dasarnya "anut" dan bukan "panut"? Mudah saja mengeceknya.
Me+panut = memanut (seperti kata: me+pagar=memagar; me+panen=memanen).
Di+panut = dipanut (seperti kata; di+pagar=dipagar; di+panen=dipanen; di+pukul=dipukul)
Pe+panut= pemanut (seperti kata: pe+patri=pematri; pe+peluk= pemeluk; pe+panah=pemanah).
Adakah kata "memanut, dipanut, dan pemanut"? Tidak ada. Jadi, jelas, kata dasarnya adalah 'anut' bukan 'panut'.

Karena kata dasarnya adalah 'anut' mestinya ketika ia diberi akhiran 'an' menjadi 'anutan' bukan 'panutan'


Karena kata dasarnya adalah 'anut' mestinya ketika ia diberi akhiran 'an' menjadi 'anutan' bukan 'panutan'. Kalau yang benar adalah panutan, berarti kata dasarnya harus 'panut'. Jelas, bukan bahwa kata 'panutan' yang jamak dipakai oleh banyak orang itu salah?


Pertanyaan terakhir: darimana kata 'panutan' itu? Sekali lagi, kata itu berasal dari kata 'panut'. Siapa Panut? Panut adalah tetangga saya di kampung sana.