Literasi

Empat Sekawan Mangkir Satu Bahas Literasi

Minggu, 26 November 2023, 23:02 WIB
Dibaca 137
Empat Sekawan Mangkir Satu Bahas Literasi
Masri, Yansen,dan Pepih minus Dodi yang mangkir karena sibuk.

Yansen TP, Masri, Pepih, dan Dodi adalah sosok yang solid dalam hal literasi. Membuat sinergi yang luar biasa dalam upaya memajukan literasi di Indonesia.

Keempatnya dikenal sebagai grup "Espelindo." Kepanjangan dari: Empat Sekawan Pegiat Literasi Indonesia.

Espelindo, sebagai entitas literasi, tidak hanya sebatas pertemuan sosial. Setiap kali keempatnya bertemu, mereka secara konsisten mendiskusikan ide-ide baru, merencanakan proyek literasi, dan menjadikan setiap pertemuan sebagai kesempatan untuk berinovasi dan berkolaborasi.

Sinergi yang terbangun di antara mereka menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran gagasan dan energi kreatif dalam upaya meningkatkan minat dan pemahaman literasi di masyarakat.

Espelindo tidak hanya menjadi kelompok pertemanan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berdedikasi untuk meningkatkan kualitas literasi di Indonesia melalui aksi nyata dan proyek-proyek yang inspiratif. Keberadaan mereka mencerminkan semangat dan komitmen untuk membawa literasi ke tingkat yang lebih tinggi di tanah air.

Salah satu inisiatif besar yang diusung oleh Empat Sekawan adalah Batu Ruwut Writing Camp pada November 2022. Acara ini merupakan wujud dari visi mereka untuk membentuk generasi muda Indonesia menjadi penulis yang kreatif dan berpengetahuan luas.

Dalam writing camp ini, mereka tidak hanya memberikan platform bagi penulis muda untuk mengasah keterampilan menulisnya, tetapi juga memberikan wawasan tentang dunia literasi, penerbitan, dan perkembangan industri buku di Indonesia.

Selain menjadi pembicara inspiratif, keempatnya juga turut berperan aktif dalam menerbitkan sejumlah buku. Karya-karya mereka mencakup berbagai tema literer, dari sastra hingga buku panduan praktis. Melalui inisiatif ini, mereka tidak hanya memperkaya khazanah literasi di Indonesia tetapi juga memberikan inspirasi kepada para penulis muda untuk mengekspresikan ide-ide mereka dalam bentuk tulisan.

Empat Sekawan ini menjadi contoh nyata. Bagaimana kolaborasi  terbangun, dengan minat dan tujuan yang sama dapat menciptakan dampak yang besar dalam mendorong literasi di masyarakat.

Espelindo tidak hanya menjadi kelompok pertemanan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berdedikasi untuk meningkatkan kualitas literasi di Indonesia melalui aksi nyata dan proyek-proyek yang inspiratif. Keberadaan mereka mencerminkan semangat dan komitmen untuk membawa literasi ke tingkat yang lebih tinggi di tanah air.

***
Di sebuah mal di Bintaro, Jakarta.

Atmosfer literasi mengepul menebarkan aromanya. Seharum wangi kopi di Starbuck, Bintaro Jaya Xchange Mall. Pada 25 November 2023 penuh dengan keceriaan dan semangat pertemuan tiga serangkai literasi Yansen TP, Masri, dan Pepih; bertemu.

Seribu sayang Dodi, sang Direktur sebuah lembaga pendidikan, tidak dapat meluangkan waktu untuk hadir dalam pertemuan tersebut karena kewajibannya yang mendesak.

Ketiganya tetap antusias menyambut pertemuan ini. Pada hari itu Bintaro Jaya menjadi saksi dari pertemuan yang penuh ide dan semangat untuk terus mengembangkan projek-projek literasi yang telah mereka rancang bersama.

Pertemuan di mal ini menjadi kesempatan emas untuk mendiskusikan proyek-proyek mendatang, merencanakan kegiatan literasi, dan saling berbagi pengalaman. Yansen TP, yang senyampang berada di Jakarta, membawa semangat dan inspirasi baru dari pengalamannya di dunia literasi. Meskipun dari latar belakang yang berbeda, ketiganya telah membuktikan bahwa kerja sama mereka memiliki dampak yang positif dalam memajukan literasi di Indonesia.

Diskusi-diskusi hangat diiringi dengan canda tawa menciptakan suasana yang santai, namun penuh tujuan. Mereka membahas potensi kolaborasi dengan penerbit lokal, mengembangkan program literasi untuk masyarakat setempat, dan merencanakan kehadiran mereka dalam berbagai acara literasi di masa mendatang.

Meskipun Dodi tidak dapat hadir secara fisik, kehadiran virtualnya melalui panggilan video memberikan kontribusi berharga dalam pembahasan. Ide-ide yang diusulkan dan rencana yang dibuat tidak hanya mencerminkan keberlanjutan semangat literasi yang mereka anut, tetapi juga menunjukkan bahwa keterbatasan waktu dan lokasi tidak menghalangi kolaborasi yang efektif.

Seiring matahari perlahan tenggelam di langit Bintaro yang ditelan hujan lebat, pertemuan ini membawa harapan baru dan energi positif untuk perjalanan literasi mereka. Tiga serangkai ini meninggalkan mal dengan keyakinan bahwa upaya mereka bersama akan terus memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan literasi di Indonesia.

Pertemuan mereka selalu diwarnai oleh antusiasme dan keceriaan setiap kali ada salah satu dari mereka yang meluncurkan buku baru. Tradisi ini menjadikan momen tersebut menjadi lebih dari sekadar acara biasa; ini adalah ajang perayaan pencapaian dan inspirasi. Sebagaimana biasanya, siapa pun yang memiliki buku baru, membawa oleh-oleh yang istimewa: buku tersebut.

Dalam suasana hangat pertemuan kali ini, kegembiraan melingkupi ruangan ketika Pepih hadir dengan buku terbarunya yang berjudul Beropinilah!

Buku ini dianggap sebagai karya baru yang menyajikan pemikiran dan pandangan segar dari Pepih, salah satu anggota dari empat sekawan literasi. Dalam setiap halamannya, buku ini mengandung aroma pemikiran kreatif dan kebijakan hidup positif yang menjadi ciri khas Pepih.

Yansen dan Masri, dua anggota Espelindo dengan tulus menyambut kedatangan buku terbaru dari Pepih. Mereka tidak hanya sebagai rekan sejawat, tetapi juga sebagai teman yang mengapresiasi dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan literasi mereka.

Pepih, dengan bangga dan gembira, menandatangani bukunya untuk keduanya. Setiap tanda tangan bukan hanya tanda kehadiran fisik, tetapi juga menjadi simbol persahabatan dan dukungan dalam dunia literasi yang mereka bangun bersama.

Selain tanda tangan, kata-kata berharga yang ditulis oleh Pepih di setiap buku memberikan sentuhan pribadi dan makna mendalam. Kata-kata itu seperti mutiara yang bersinar di lautan kata-kata, memberikan pesan positif, inspirasi, atau mungkin cerita di balik proses kreatif penulisan buku tersebut.

Buku Beropinilah! tidak hanya menjadi tambahan berharga dalam koleksi literasi mereka masing-masing, tetapi juga menjadi wujud konkret dari semangat dan dedikasi mereka terhadap pengembangan diri dan masyarakat melalui literasi.

Setiap pertemuan mereka, tidak hanya menjadi momen untuk berbagi ide. Tetapi juga sebagai momentum untuk merayakan dan memberdayakan satu sama lain dalam perjalanan panjang menuju pemajuan literasi di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Empat Sekawan mangkir Satu diskusi mengenai kelanjutan publikasi buku yang ditulis 14 peserta Batu Ruyud Writing Camp.

Kini naskah yang tebalnya lebih 200 halaman dalam tahap pracetak. Covernya telah selesai desain.

Sedangkan kontennya tinggal menunggu finishing touch dari Yansen TP, sebagai pemberi kata pengantar. *)

 

Tags : literasi