Sosok

Why Me? Why Not?

Rabu, 28 April 2021, 12:49 WIB
Dibaca 332
Why Me? Why Not?
BJ Habibie (Sumber gambar: https://cdn.popbela.com/content-images/post/20190910/37899041-246822135939451-6620825711806513152-n-ca337065d08db3451ad175c03707d7c7_750x500.jpg)

Selepas pulang dari Jerman, BJ. Habibie dipanggil oleh Presiden Suharto untuk dijadikan sebagai menteri riset dan teknologi.

Jawab Habibie, "Mengapa saya, Pak Presiden? Bukankah banyak orang lain yang lebih baik daripada saya?"

Pak Harto pun menukas, bahwasanya beliau telah melihat hasil rekam jejak prestasi Habibie selama belajar dan bekerja di Jerman, bagaimana ia memimpin perusahaan dan berinteraksi dengan orang-orang asing. Hal itulah yang menurut Pak Harto menjadi faktor kunci mengapa ia memilih Pak Habibie sebagai menterinya.

"Tapi saya hanya bisa buat pesawat, Pak Presiden," Pak Habibie masih berupaya untuk bernegosiasi.


"Maka buatlah pesawat terbang," jawab Pak Harto.

"Uangnya dari mana?" tanya Habibie lagi.

"Saudara jangan khawatir. Soal itu biar saya yang pikirkan. Tugas Saudara adalah membuat pesawat dan memajukan riset dan teknologi Indonesia," jawab Pak Harto.

***

Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dari salah satu fragmen bersejarah bangsa ini.
1. Betapa banyak anak bangsa yang mengeluhkan kondisi dan permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Sedikit yang tergerak untuk memecahkannya. Tatkala diberi amanah dan kesempatan untuk bisa menjadi bagian dari solusi pun kadang menolak. Lebih menjadi "orang di luar sistem" dan bagian dari para pengeluh.


2. Kita tidak pernah tahu kapan atau apakah kita akan diberikan amanah yang tepat. Yang bisa kita lakukan adalah berupaya dengan sebaik-baiknya mengemban amanah yang kita terima. Ada orang-orang di luar sana yang mencatat dan mengikuti rekam jejak perjalanan kita, yang mungkin kita tidak tahu saat ini, tapi akan menentukan nasib kita di masa yang akan datang. Tetap berusahalah dengan sebaik-baiknya, tidak perlu terlalu peduli apakah ada yang memperhatikan atau tidak, pengakuan dan penghargaan akan datang dengan sendirinya pada waktunya.


3. Fokus pada kemampuan kita dan apa yang bisa kita kerjakan. Jangan berpikir untuk bisa mengerjakan segala hal, namun berkonsentrasi pada visi misi, dan jangan terlalu hirau pada omongan-omongan yang mengecilkan peranan diri kita dan mengganggu perhatian dan konsentrasi kita pada pencapaian tujuan kita.