Sosok

Paran Sakiu: Pimpin Ritual Adat Babamang Munas V MADN

Senin, 21 Juni 2021, 09:52 WIB
Dibaca 1.871
Paran Sakiu: Pimpin Ritual Adat Babamang Munas V MADN
dokpri

Sosok yang oleh beberapa peserta Munas dikira didatangkan langsung dari Kalimantan. Siapa sangka bahwa sudah lebih dari 3 dekade ia meninggalkan kampung halaman dan menghuni ibukota. Namun tak sedikit pun melupakan adat budayanya sebagai insan Dayak. Sosok itu adalah Paran Sakiu. Ia didaulat memimpin ritual adat Babamang pada Musyawarah Nasional V Majelis Adat Dayak Nasional tahun 2021. 

Sosok yang aktif dalam organisasi FDKJ (Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta) yang membawanya masuk dalam jajaran pengurus DAD DKI Jakarta. Dari sana pula, ia didaulat memimpin ritual adat Babamang dalam Munas V MADN.

Sosok yang aktif dalam organisasi FDKJ (Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta) yang kemudian membawanya masuk dalam jajaran pengurus DAD DKI Jakarta. Dari sana pula, ia kemudian di daulat memimpin ritual adat Babamang dalam Munas V MADN. Sungguh suatu kehormatan membuka secara Adat Munas V MADN dan melantik secara adat Presiden MADN terpilih.

Masyarakat suku Dayak baru saja menyelenggarakan perhelatan akbar, memilih Presiden MADN (Majelis Adat Dayak Nasional) masa bakti 2021-2026. Pemilihan berlangsung dalam Munas V MADN yang bertempat di hotel Menara Paninsula Jakarta pada Sabtu, 19 Juni 2021. Dalam momen penting ini tentu mengukir banyak catatan sejarah. Salah satunya kehadiran sosok Paran Sakiu sebagai pemimpin ritual adat Babamang.

Paran Sakiu, lahir di desa Mentoyek, Kab. Landak, Kalimantan Barat, 29 Maret 1971. Gemar Literasi. Telah menulis beberapa buku, salah satunya kumpulan cerpen berlatar Dayak. Buku yang diberi judul Hari Terakhir terbit tahun 2020 oleh Penerbit Lembaga Literasi Dayak.

Paran Sakiu, lahir di desa Mentoyek, Kab. Landak, Kalimantan Barat, 29 Maret 1971. Paran panggilan akrabnya adalah anak keempat dari lima bersaudara. Sosok yang sederhana, mudah bergaul, merangkul, dan humoris. Ia juga gemar literasi. Telah menulis beberapa buku, salah satunya kumpulan cerpen berlatar Dayak. Buku yang diberi judul Hari Terakhir terbit tahun 2020 oleh Penerbit Lembaga Literasi Dayak.

Majelis Adat Dayak Nasional sebagai organisasi yang mengakar pada adat dan budaya Dayak dalam setiap kegiatan tak mungkin lepas dari ritual adat. Nah, dalam Munas V MADN ritual adat yang cukup nampak kalayak adalah Babamang. Sebuah ritual memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan supaya seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Pada penghujung doa pemimpin ritual menaburkan beras kuning sebagai tanda permintaan kepada Jubata untuk hadir dan melihat bahwa daerah itu sudah ditandai untuk persidangan. Diyakini bahwa persidangan akan berjalan lancar dan semua baik serta terpilih Presiden MADN yang diharapkan.

Untaian permohonan sementara dipanjatkan Yakobus Kumis, Sekretaris Jenderal MADN dan rombongan bersiap memasuki ruang sidang. Ritual Babamang diakhiri dengan tabur beras kuning. Maka Presiden MADN ke-2 yang kali ini diwakili oleh Sekretaris Jenderal menebas bambu yang telah dipasang menghadang di depan pintu masuk ruang sidang. Pemotongan bambu menandai beliau berkenan masuk ruang Munas sekaligus menandai kehadirannya di tengah-tengah Munas dan siap melangsungkan Munas.

Babamang: sebuah ritual memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan supaya seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Pada penghujung doa pemimpin ritual menaburkan beras kuning sebagai tanda permintaan kepada Jubata.

Persidangan usai dengan keputusan bahwa Dr. Drs. Marthin Billa, M.M. terpilih sebagai presiden MADN masa bakti 2021-2026. Selanjutnya dilaksanakan pula pengukuhan secara adat. Kembali Paran Sakiu memimpin ritual adat dengan memanjatkan doa kemudian memercikkan “minyak suci” (ramuan khusus ala suku Dayak) menggunakan daun selasih ke badan Presiden MADN terpilih. Kini Marthin Billa telah sah sebagai Presiden MADN ke-3 masa bakti 2021-2026. Sah secara Adat maupun secara organisasi.

Akhirnya, biarlah catatan ini menjadi sejarah abadi dan terima kasih kepada bapak Paran Sakiu yang telah menjadi bagian penting dalam Munas V MADN tahun 2021. Kiranya adat-budaya yang baik ini tetap lestari.