Literasi

Hikmah Ramadhan di Masa Pandemi

Senin, 10 Mei 2021, 08:09 WIB
Dibaca 81
Hikmah Ramadhan di Masa  Pandemi
Dok. Pribadi Ramadhan 1442 H Majid At-Taqwa Malinau Seberang

Sebaik-baik manusia adalah dia yang pandai mengambil hikmah pada suatu kejadian. Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan puasa yang diwajibkan pada setiap umat islam yang memenuhi syarat tertentu. “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Masa pandemic SARS Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan bermasyarakat bersosial bahkan beribadah. Tak terkecuali ibadah puasa bagi umat islam dimanapun berada. Mari kita perhatikan!!!

Sholat berjamaah dimasjid sangat di batasi, harus berjaga jarak, pakai masker dan ketentuan protokol Kesehatan lainnya. Bahkan sempat sholat juma’t dan sholat tarawih di larang. Hal ini tentu sangat menyedihkan. Kenapa harus dilakukan semacam itu??????? Ya Katanya untuk memutus penyebaran Covid-19.

PUASA DIMASA AWAL PANDEMI COVID-19 TAHUN 1441 H / 2020 M

Katanya virus covid-19 menyerang imunitas tubuh seseorang. Nah bagaimana dengan yang berpuasa???. Ternyata pada saat kita berpuasa tetap kita laksanakan seperti biasa. Sebagaimana yang kita ketahui pada saat berpuasa, pola makanpun harus disesuaikan. Sejak sahur hingga berbuka puasa yang tentu ini membutuhkan suatu Kesehatan tubuh yang benar-benar fit. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan kita berpuasa imunitas kita menjadi turun?? Ternyata tidak, karena sebenarnya berpuasa bukan hanya meningkatkan imunitas secara fisik namun lebih dari itu puasa meningkatkan imunitas spiritualitas manusia.

Ketika pandemic Covid-19 membatasi kita untuk beribadah di masjid, maka rumah-rumah pribadi dijadikan sebagai mushola pribadi. Ya memang ada nilai-nilai tertentu yang berkurang. Misalnya nilai kebersamaan beribadah di masjid, nilai silaturahmi antar jamah tentu berkurang juga. Sebagaimana yang saya rasakan sendiri. Kebiasaan beribadah dari satu masjid kemasjid lainnya biasa saya jalani, dengan kejadian wabah covid-19 mengharuskan saya untuk belajar beribadah terutama sholat harus berjamaah dirumah. Alhamdulillah karena sudah biasa sholat berjamah menjadi ma’mum dimasjid, ketika harus beribadah dirumah sayapun harus menyesuaikan untuk menjadi seorang Imam dirumah. Hari demi hari minggu pun berlalu sholat tarawih pun sebulan penuh dilaksanakan dirumah. Tibalah untuk melaksanakan sholat idul fitri, yang mana saat itu sholat idul fitri berjamaahpun masih dilarang, maka sayapun memutuskan sholat idul fitri di rumah bersama dengan istri dan anak, dan Kembali saya harus belajar menjadi seorang khotib dan imam sholat idul fitri. Semua itu kami lalui bersama. Sholat tarawih dirumah, sholat berjamaah dirumah, sholat idul fitri dirumah, tadarusanpun dirumah. Pernah suatu saat kami diijinkan untuk melaksanakan sholat jum’ah berjamah dimasjid, senang bercampur was-was. Hingga suatu ketika sedang sholat saya sangat bersedih hati, tak terasa airmatapun mengalir. Dalam do’aku “Ya allah ya Tuhanku ampunilah kami semuanya, ampunilah dosa-dosa dan kesalahan kami, musnahkanlah wabah covid-19 dari bumi ini agar kami dapat beribadah sebagaimana biasanya..aamiin”.

Semoga cepat berlalu covid-19 ini, dan semua tetap sehat dan dapat beraktivitas sebagaimana harapan seluruh umat manusia saat ini.

 

PUASA DI TAHUN KEDUA DI MASA PANDEMI COVID-19 1442 H/ 2021 M

Tahun kedua berpuasa dimasa pandemic Covid-19, berharap akan kembali normal, namun apalah daya ternyata Covid-19 masih meraja lela. Bahkan varian baru dari virus ini telah berkembang. Meskipun antivirus ini telah ditemukan bahkan sebagian besar orang-orang telah divaksin. Namun kenyataannya masih saja wabah ini belum berlalu. Namun perbedaannya dengan tahun sebelumnya. Tahun ini beribadah secara berjamaah di masjid telah diijinkan dengan syarat menggunakan protokol Kesehatan:

  • Pakai masker
  • Menjaga jarak
  • Mencuci tangan sebelum masuk masjid
  • Menghindari kerumunan
  • Setiap jamaah yang masuk ke masjid dicek suhu tubuhnya

Semua itu dilakukan demi memutus penyebaran Covid-19 di tempat ibadah khususnya di masjid. Berharap puasa dibulan Ramadhan tahun ini bisa beribadah di masjid. Syukur alhamdulillah pemerintah mengijinkan pelaksanaan ibadah Ramadhan aktivitas dijinkan pelaksanaannya dimasjid. Hal ini berarti kegiatan seperti sholat berjamaah, sholat tarawih, bahkan berbuka puasa bersama diijinkan dilkasankan dimasjid. Kondisi tersebut tentu menjadikan masyarakat senang dan bahagia sekali. Hal ini terbukti dimana ketika pelaksanaan sholat tarawih di laksankan semua masjid penuh bahkan sampai-sampai ada masjid yang jamaahnya sholat tarawih diluar masjid. Berbeda dengan sholat tarawih tahun sebelumnya, masjid sepi sekali. Bahkan bukan hanya sholat tarawih, sholat subuh berjamahpun sangat padat. Hal ini tentu membuktikan bahwa rindunya umat untuk beribadah dimasjid. Ya memang semua protokol kesehatan wajib dijalankan.

Sempat dalam rangka bulan puasa kami melaksakan safari. Yang mana kegiatan ini ruti dilaksanakan setiap tahun. Karena pada tahun 2020 yang lalu bertepatan dengan kondisi pendemi saat itu tidak dilaksanakan safari Ramadhan. Namun tahun ini pelaksanaan safari Ramadhan dapat dilaksanakan. Beberapa masjid kita datangi tentu semua itu dengan protocol Kesehatan yang diberlakukan. Bahkan bukan hanya sekedar safari. Namun panitia menyediakan pemeriksaan kesehtan secara gratis; cek tekanan darah, cek gula, asam urat, kolestrol dan pelayan Kesehatan lainnya. Hal ini dilakukan semata-mata demi terjaganya kondisi kesehatan baik peserta safari ramdhan maupun jamaah masjid yang ada. Ketika akhir-akhir perjalanan safari Ramadhan tersisa dua masjid datanglah surat edaran yang membatasi kegiatan selama bulan Ramadhan terutama acara berbuka puasa dan pelaksanaan openhouse serta hala-bihalal. Maka beberapa masjid yang rencana dijadikan target pelaksanaan safari Ramadhan. Harus kami menyesuaikan dengan ketentuan yang diberlakukan.

Disisi lain setelah pelaksanaan kegiatan di bulan puasa tentu ada kebiasaan yang dilakukan yakni MUDIK, namun mudik kali ini sama dengan tahun sebelumnya. DILARANG MUDIK. Dengan tidak mudik maka ongkos untuk menjalankan mudik dapat di simpan atau bisa dikirimkan kepada keluarga di kampung. Silaturahmi tetap bisa terjaga meskipun tidak secara fisik untuk bertemu. Sabarlah dan jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.

Dengan demikian pelaksanaan puasa pada masa pandemic covid-19 sebenarnya memiliki hikmah tersendiri bagi setiap orang yang memaknainya tanpa harus bersedih hati dengan kondisi yang ada.

Tetap semangat menjalankan puasa demi derajat ketaqwaan bagi setiap muslim yang menjalankannya.