Literasi

Literasi Dayak| Kongres I di Pulau Sapi, Malinau

Kamis, 17 November 2022, 09:35 WIB
Dibaca 830
Literasi Dayak| Kongres I di Pulau Sapi, Malinau
SC Kongres Literasi Dayak.

Adalah Dr. Yansen TP, M.Si. --tokoh literasi nasional-- yang menginisiasi. Sekaligus menggelorakan berdirinya komunitas Literasi Dayak. 

Meski saya, Masri Sareb Putra dan Dr. Herkulana Mekarriyani telah mendirikan badan penerbit Lembaga Literasi Dayak (LLD), sejak 2015. Sebagai badan Penerbit, tercatat Masri Sareb Putra, M.A. (Direktur Utama) dan Dr. Herkulana Mekarriyani (Direktur). Berbadan Hukum CV, Naskah (Akta) Tgl. 10 Nopember 2015, No. 11 dengan SRI SUMIYATI sebagai Notaris.

Kemudian, bergabung Dr. Suriansyah Murhaini sebagai Perwakilan di Kalimantan Tengah. Diperkuat Dr. H. Mugeni sebagai Ketua Komunitas Penulis Literasi Dayak.

Toh demikian, api literasi Dayak mulai berkobar bukan hanya sebatas penulis di LLD yang sejak berdiri tercatat menghimpun 230 penulis. Bukan hanya penulis Dayak. Non-Dayak pun menjadi anggota komunitasnya. Semisal dosen-dosen Universitas Andalas, Padang. Juga sivitas akademika Universitas Islam Makassar.

Selain itu, komunitas Penulis Literasi Dayak juga didukung para penulis di Flores dan duo-penulis dan pegiat literasi Sunda yakni Pepih Nugraha dan Dodi Mawardi. Pepih telah mencetak dan menerbitkan 3 bukunya yang diberikan ISBN oleh LLD yakni: 1. Alena, 2. Perempuan Penyapu Halaman, dan 3. Dua Ustad.  Sedangkan Dodi mendapatkan ISBN dari LLD atas bukunya, A Journey to Krayan.

Akan halnya buku Dodi,  Anda dapat mengunjungi: https://www.google.co.id/books/edition/A_Journey_to_Krayan_Perjalanan_Penulis_I/U38nEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=a+journey+to+Krayan&pg=PA71&printsec=frontcover - suatu narasi terkait kondisi sosial ekonomi perbatasan, di pinggiran Indonesia yang terpinggirkan.

Yansen TP memperluas jaringan itu. Ia menggagas adanya wadah, yang menghimpun seluruh pegiat dan pekerja literasi Dayak sedunia. Yang kemudian, tergabung dalam WAG --selama 2 bulan belakangan-- menghadirkan lebih dari 200 anggota-aktif.

Steering Commitee dan Organizing Commitee --yakni ICDN Malinau-- mempersiapkan KONGRES I LITERASI DAYAK. Sesuai rencana, Kongres diadakan di Desa Wisata Pulau Sapi, Kabupaten Malinau. Hari H: 03-03-2023.

Hal yang mencengangkan adalah: kami, anggota WAG, aktif, berbagi. Banyak share di grup yang terasa baru, menyegarkan. Terutama karena postingan orisinal karya anggota. Jika bukan orisinal maka postingan naskah/ buku lama --PDF-- yang telah jadi public domain, milik publik yang tidak perlu izin penulis maupun ahli warisnya lagi untuk dibagi, atau dipublikasikan kembali.

Di WAG Literasi Dayak, kami mendapat kiriman kawan-kawan, yang berhasil menghimpun berbagai buku-digitial (e-book) dari search Google engine secara cerdas karya digitalisasi buku-buku Gutenberg Project, yang bisa didapat secara percuma.

Baca juga: https://lembagaliterasidayak.bibliopedia.id/2022/11/13/dayak-ketungau-tesaek-sejarah-migrasi-adat-budaya-masa-depan/

Sesungguhnyalah, Dr. Yansen TP salah satu pendiri dan penggagas Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) baca: https://ytprayeh.com/budaya/p-a159083723378cb/ikatan-cendekiawan-dayak-nasional-icdn yang punya spirit serta kehendak kuat agar, "Dayak menulis dari dalam, tidak lagi mengutip, tapi dikutip."

Dr. Yansen TP pula yang menegaskan, "Kita, Dayak tidak perlu pengakuan dari luar. Kita sendirilah yang menarasikan diri sendiri!"

Sayangnya, ICDN sebagai organisasi, terlampau besar lagi luas. Sedemikian rupa, sehingga bagai kapal besar yang sarat penumpang, lamban jalannya. Literasi Dayak lebih smart dan lincah. Mudah klik! Apa apa gampang dimainkan, bagai kesebelasan Brasil: bawa giring bola ke mana suka, kawan bisa saja lari kosong, oper ke mana ada peluang, kapan saja, dan siap menjadi: goal.

Saya sendiri suka dengan WAG ini. Yansen juga. Bahkan, saya pernah bilang, "Tidak ada lagi, selain WAG ini, dapat Anda temukan grup Literasi Dayak yang berkualitas!"

Di sela acara Batu Ruyud Writing Camp, 28 Oktober - 3 November 2022, tepatnya tanggal 2 November 2022. Delapan anggota WAG Literasi Dayak, mewakili seluruh anggota, mendeklarasikan berdirinya LITERASI DAYAK.

Kini, dalam persiapan. Tim Steering Commitee dan Organizing Commitee --yakni ICDN Malinau-- mempersiapkan KONGRES I LITERASI DAYAK sejagad. Sesuai rencana, Kongres diadakan di Desa Wisata Pulau Sapi, Kabupaten Malinau.

Hari H: 03-03-2023.

Semalam, seperti dapat dilihat pada ilustrasi narasi ini, 6 anggota inti SC melakukan rapat dengan zoom meeting. Mereka adalah: Dr. Yansen TP, Helmi Pudaliskar, Gat Khaleb, Masri Sareb, Tirusel, dan Matius Mardani. Masih dalam rancangan, inilah hasil dari rapat-kilat via udara semalam (16/11-2022).

Rangkaian mata-acara Kongres I Literasi Dayak:
1. Seminar "Geliat Literasi Dayak Masa ke Masa: Dari Batu Yupa (Abad ke-5 Masehi) hingga Batu Ruyud 2022."
2. Pameran Literasi: Karya anggota Literasi Dayak.
3. Home stay dengan penduduk Desa Wisata Pulau Sapi (Dewi Pulsa).
4. Pelatihan bagi penduduk Pulau Sapi dan sekitarnya "Melek Literasi" yakni alih keterampilan menulis travel esay, esai seni budaya, penulisan Folklor, jurnalistik warga, dan buku bernuansa etnik Dayak.
5. Pameran/ gelar seni budaya Dayak.
6. Pameran/ gelar Kuliner Dayak.
7. Pemilihan, sekaligus Pengukuhan, Pengurus Tetap Komunitas Literasi Dayak.
Dilanjutkan dengan Peresmian Monumen Literasi Dayak dan penyerahan buku-buku karya penulis Dayak kepada Dr. Yansen TP, selaku pemangku Pusat Literasi Dayak di Rehobot Bang Abak, Malinau --sebagai lokus pusat literasi dan perpustakaan Dayak. Diimpikan, siapa saja nantinya yang meneliti (skripsi, tesis, disertasi doktoral) topik Dayak, maka lokus Kongres I Literasi Dayak ini adalah pusat studi dan informasi yang relatif lengkap.

Sebagai imbuhan ilustrasi realisasi rencana itu: Saya, sesuai janji semalam di muka Tim SC, akan menyumbangkan 200 judul buku terbitan Lembaga Literasi Dayak, sejumlah skripsi, tesis, dan disertasi untuk Pusat Literasi Dayak di Rehobot Bang Abak, Malinau. Sementara anggota WAG, yang telah menulis dan menerbitkan bukunya, akan membawa 2 eks untuk dipamerkan, kemudian juga ditinggalkan di lokus, untuk menambah jumlah koleksi Perpustakaan Dayak itu.

Direncanakan, akan hadir 100 pegiat literasi Dayak dari berbagai penjuru dunia.

Kongres Pertama Literasi Dayak ini, difasilitasi oleh: Pemkap Malinau.

Akan turut-serta, anggota kehormatan Komunitas Literasi Dayak. Dalam hal ini, Literasi Sunda, yang sama-sama deklarasi di Batu Ruyud, Krayan Tengah, pada 2 November 2022.