Literasi

Karakter Seorang Pemuda dalam Menghadapi Situasi Sulit

Jumat, 10 Mei 2024, 16:50 WIB
Dibaca 73
Karakter Seorang Pemuda dalam Menghadapi Situasi Sulit
Ilustrasi

Bagaimana Karakter Seorang Pemuda Dalam Menghadapi Situasi Yang Sulit?

Berkomitmen dan tetap setia pada hukum Tuhan.

Daniel dan teman-temannya menolak makanan dan minuman istana raja di Babel yang melanggar hukum budaya Yahudi.  Daniel dan teman-temannya menunjukkan komitmen mereka untuk tetap setia pada hukum Tuhan, meskipun berada dalam lingkungan yang menantang. Kesetiaan mereka terhadap prinsip-prinsip agama mereka kemudian membuahkan hasil, karena mereka tampak lebih sehat dan lebih baik dari mereka yang makan makanan raja yang ada di istana itu. Daniel tidak mau menajiskan dirinya dengan hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan.  Oleh sebab itu dia berkomitmen mematuhi hukum Tuhan, walaupun dalam situasi sulit.  Daniel dan tiga temannya Hananya, Misael, dan Azarya  diperhadapkan pada situasi yang menguji iman dan komitmen mereka ketika mereka berada di dalam istana Babel yang penuh dengan tekanan budaya yang kuat, namun mereka tetap memegang komitmennya dan tetap setia pada perintah Tuhan.

Berani bertindak mempertahankan iman.  

Daniel memutuskan di dalam hatinya, bahwa ia tidak akan mencemari dirinya dengan makanan raja dan dengan air anggur yang diminum raja; sebab itu ia meminta kepada kepala pegawai istana itu, agar ia tidak mencemari dirinya (Dan 1:8), dengan resiko bahwa mereka akan dihukum mati jika tidak menuruti perintah raja. Namun untuk membuktikan keberanian mempertahankan imannya,  Daniel berkata kepada kepala pegawai istana yang telah ditunjuk raja untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya, kata Daniel: “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarkanlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; kemudian bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja” (ay 12-13). “Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja” (ay 15).  Ini membuktikan bahwa berani mempertahankan iman tidak sia-sia tetapi menghasilkan ending yang baik. Oleh sebab itu  seorang pemuda harus berani bertindak demi kebenaran mempertahankan iman, itulah karakter yang harus dimiliki seorang pemuda Kristen sejati.