Hobi

Mengapa Harus Menulis Buku?

Jumat, 7 Oktober 2022, 21:17 WIB
Dibaca 184
Mengapa Harus Menulis Buku?
Transformasi Pesta Padi

Beberapa bulan yang lalu saya membaca postingan penulis senior Dodi Mawardi yang diposting oleh Masri Sareb Putra di facebook pribadinya mengenai Batu Ruyud Writing Camp #1 Memanggil Penulis Keren. Setelah saya buka website YTPrayeh.com, saya semakin tertarik sekali mengikuti kegiatan tersebut apalagi saya suka menulis,sudah membuat buku,sering menulis di kompasiana dan blog sendiri. Saya berpikir, sudah saatnya saya ikut berkompetisi dengan mengirimkan data pribadi/CV serta sertifikat,pengalaman-pengalaman saya selama ini. Saya merasa bersyukur dan berterima kasih kepada tim YTPrayeh.com yang sudah mengakomodir penulis-penulis yang ada di Indonesia ini. YTPrayeh.com seakan menjadi magnet bagi penulis-penulis kreatif dan inovatif. Semoga YTPrayeh.com bisa mendunia.

Pada dasarnya saya bukanlah pembicara seperti motivator-motivator di dunia, tapi orang biasa yang hanya ingin berbagi untuk orang lain. Berikut ini alasan saya menulis dan membuat buku:

1. Lebih didengar

Sebagai orang biasa tidak banyak yang mau mendengar kita oleh karena itu kita harus menuliskan ide-ide dan pemikiran kita lewat buku. Kalau kita sudah punya bukti berupa buku yang sudah terbit. Buku kita seolah menjadi kartu nama atau CV yang menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya tanpa harus banyak bicara di atas panggung. Banyak hari ini orang-orang biasa, berkarya dengan cara-cara sederhana, tapi ditunggu kata-kata motivasinya, ditunggu penampilannya di panggung, ditunggu nasihat-nasihatnya, semua itu berawal dari menerbitkan buku.

2. Bisa menginspirasi banyak orang

Saat buku kita terbit dan tersebar di mana-mana, ia akan menjadi inspirasi banyak orang. Saya ingat betul waktu itu ketika menyampaikan ide-ide dengan direktur Forum Indonesia Menulis yang berpusat di Pontianak-Kalimantan Barat, saya membawa sebuah majalah sekolah. Kebetulan saat itu saya masih sebagai pembina majalah sekolah. Tentu saja majalah yang ada di tangan saya langsung dipelajari oleh direktur Forum Indonesia Menulis. Saat saya menerbitkan Buku Ibu Bumi Aku Siap Berbakti, saya terpilih dan ikut seleksi menjadi Mentor dalam kegiatan Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan,Kebudayaan,Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

3. Meninggalkan jejak literasi

Saat usia berakhir, berhentilah kisah seseorang. Sebagian masih dikenang, lebih banyak lagi dilupakan orang.Tentu jika boleh memilih,kita memilih tetap ingin dikenang. Jejak kita bisa dikenang oleh orang lain walaupun jasad kita sudah dikubur. Karena itu tulislah yang bermanfaat untuk banyak orang.

4. Terapi kesehatan

Menurut dokter  Deassy, menulis adalah salah satu terapi kesehatan.

Manusia butuh menuangkan idenya. Hal ini bisa membantu orang mengeluarkan aspirasi dan membuatnya rendah potensi stress.

Mengungkapkan perasaan secara tertulis. Menulis bisa menuangkan perasaan yang terpendam, apabila perasaan tetap dipendam akan menjadi beban bagi seseorang. Karena itu lebih baik mencurahkan isi hati lewat tulisan.

Membantu menjaga imunitas. Menulis bisa menjaga imunitas karena saat-saat berada dalam tekanan dan penderitaan, kita bisa bertahan tanpa harus melarikan diri dan menyakiti diri sendiri sehingga sakit. 

Melatih kesabaran. Kegiatan menulis bisa melatih kesabaran dan menghargai estetika. Melatih kesabaran baik untuk jantung dan tekanan darah.

5. Membuat Riset 

Kegiatan membaca dan menulis ( literasi) merupakan aktivitas penting dalam kehidupan. Sebagian besar proses Pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Kita tahu bahwa sumber pengetahuan paling banyak ada di dalam buku, baik buku cetak maupun buku elektronik(e-book). Dengan adanya tulisan, kita bisa menyampikan penelitian dengan baik di hadapan para akademik dan pemikir-pemikir lainnya. Tanpa adanya tulisan, ide-ide kita seakan hanya sebuah dongeng belaka. 

6. Meningkatkan kecerdasan

Tanpa kita sadari setiap hari akal kita menghasilkan 60.000 pikiran. Lewat tulisan kita akan terlatih untuk berpikir kreatif dan inovatif. Pikiran kita terus berkembang  sehingga mampu menciptakan karya-karya besar.

7. Menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif

Sering saya mengamati buku-buku best seller yang ada di perpustakaan maupun di toko buku. Hampir semua penulis bisa dikatakan orang cerdas tersembunyi namun mereka tidak menyembunyikan ilmunya untuk diri sendiri. Terdapat banyak ilmu pengetahuan,motivasi-motivasi kehidupan yang ditulis oleh pemikir-pemikir kelas dunia justru bisa kita dapatkan ilmunya dari buku. Untuk itulah saya juga ingin berbagi tips lewat buku yang saya tulis.

Nach..ini ada sedikit pantun hasil berpikir kreatif hehehe............

Pantun Transformasi Rimba Kalimantan

Dari kejauhan ada pondok biru
Tempat pelatihan dikelilingi tanaman padi
Sudah saatnya kita membuat buku
Untuk mengembangkan budaya literasi


Di Kalimantan Utara ada Lep' mali auh kabang
Di Kaimantan Barat ada namanya naik dango dan gawai
Mari kita beramai-ramai mendirikan betang
Untuk menciptakan generasi cerdas dan piawai

Kalau ada padi di Ladang Krayan
Boleh kita menumpang panen
Kalau saya diundang ikut pelatihan
Semoga bisa menyumbang pemikiran