Filosofi

Jadilah Manusia Masa Kini

Selasa, 21 Juni 2022, 11:17 WIB
Dibaca 22
Jadilah Manusia Masa Kini
Manusia (Foto: GGWP.id)

Pepih Nugraha

Penulis senior

Di kitab kuno Gilgamesh dan Vimaya -mungkin masih banyak kitab kuno lainnya- "manusia burung" yang bisa melayang di udara ini sudah digambarkan secara jelas, seolah-olah penulis kitab itu pelaku "time traveller", penjelajah waktu, yang bisa singgah dari masa lalu ke masa kini, bahkan ke masa depan.

Allah, Tuhan Sang Pencipta memberi manusia akal dan pikiran serta perasaan untuk digunakan secara berimbang. Tidak pernah Sang Pencipta meminta umat-Nya melarang menggunakan (apalagi menyuruh mematikan) akal mereka, bahkan untuk memahami dzat Pencipta. Allah menciptakan apa-apa yang melekat pada ciptaan-Nya untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, demi kemaslahatan semata.

Dalam kehidupan nyata, jangan pernah mau kembali ke masa lalu yang hanya ilusi itu dengan iming-iming meraih sawarga loka sekalipun dan jangan menjadi manusia masa lalu di saat ini, sebab Anda akan kelihatan aneh bin ajaib di mata banyak orang waras.

Jangan pula bermimpi menjadi manusia masa depan, sebab masa depan itu belum tentu ada.

Maka, jadilah manusia saat ini dengan visi ke depan, sebagaimana tercermin dari temuan teknologi "manusia burung" yang mampu terbang di mana kelak temuan ini bisa bermanfaat bagi kehidupan.

Sesekali bolehlah mengenang masa lalu, tapi yakinlah, Anda takkan pernah bisa berada di sana barang sekejap pun.

Baca Juga: Yansen Tipa Padan, “Outliers” dari Kaltara

Meminjam filosofi Yansen Tipa Padan, pegiat literasi "Tahu, Lakukan, Jadikan", maka "menjadikan" itu harus dilakukan sekarang, bukan menunggu esok tiba.

***