Filosofi

At Once

Minggu, 2 Mei 2021, 11:10 WIB
Dibaca 100
At Once
At Once (Sumber Gambar: https://www.clomedia.com/wp-content/uploads/sites/3/2016/07/co_0727_lead_1000.jpg)

Kerja yang baik, jangan menunda-nunda. Kerjakan segera, pada saat yang pertama. Kerja saat baru ingat, supaya tidak terlupa, dan nanti malah tidak sempat lagi mengerjakannya. Malah tidak selesai, tahu-tahu sudah lewat deadline. Kerja segera, saat pertama. Saat diperintahkan, langsung dikerjakan.

Tapi apakah itu bagus untuk segala hal? Kita jadi kehilangan fleksibilitas. Kita kurang bebas. Kita jadi kurang kreatif, jadi bergantung terhadap instruksi atau perintah dari orang lain. Saat tidak ada perintah lagi, jadi bingung sendiri. Nganggur, tidak ada kerjaan, tanpa inisiatif.

Sebaliknya, pada saat banyak instruksi dan interupsi, jadi bingung juga. Tidak tahu namanya prioritas. Hilir mudik ke sana ke mari, mencoba untuk menyelesaikan segala sesuatu, banyak hal, tapi malah tidak ada yang selesai. Kurang konsentrasi, kurang fokus, malah jadinya pasif, tidak berani ambil tindakan sendiri, tidak berani ambil keputusan sendiri, akhirnya hanya menunggu dan hanya menunggu perintah, karena takut salah, tidak berani ambil tanggung jawab, dan tidak bisa belajar. Jadi mau apa? Mau jadi robot yang menunggu disuruh-suruh dan diperintah-perintah?

Untuk hal itu, jelas kita bakalan lebih kalah daripada robot. Karena robot tidak mengeluh, tidak perlu istirahat, tidak perlu makan minum, tidak akan demo, dan menuntut ini itu. Bagaimana kita bisa mengalahkan robot yang bisa mengerjakan pekerjaan mekanikal sesempurna mungkin?

Kita tidak perlu berusaha menyaingi mereka karena kita bukan saingan mereka dan mereka bukan saingan kita. Yang perlu kita lakukan adalah membangun sistem, lebih kreatif dan berinisiatif. Sediakan waktu untuk belajar dan menelaah kinerja kita. Ada kalanya kita harus bekerja dengan cepat, tanpa banyak dan tanpa banyak pikir. Tapi kita juga perlu untuk berpikir jangka panjang, bagaimana meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja kita.

Jadi hidup kita tidak cuma soal kerja dan kerja saja. Ada banyak hal di luar sana yang perlu kita pikirkan untuk mengasah kemanusiaan kita. Mempertajam naluri dan empati kita. Memikirkan hal-hal yang besar, tidak selalu terjebak dalam politik yang sebenarnya kita tidak tahu ujung pangkalnya.

Menjadi manusia, segera. Tidak menjadi robot, tidak pula menjadi binatang. Menjadi manusiawi, belajar memahami orang lain dan mengetahui makna kehadiran kita di dunia ini.

#inspirasiharian