Filosofi

13 Kunci Mengubah Cara Berpikir dan Bertindak

Senin, 13 Desember 2021, 09:13 WIB
Dibaca 117
13 Kunci Mengubah Cara Berpikir dan Bertindak
Canva: Optimis

"Kalau Mau Berubah: Rubahlah Cara Berpikir dan Rubah Cara Bertindak!"

Demikian judul "ceramah" saya selama masa Reses terakhir tahun 2021. Bagus, demikian kesaksian 2-3 org setelah mendengarnya. Kemudian, saya berpikir membaginya ulang secara tertulis!

Memang setiap kali kunjungan, saya selalu menyiapkan bahan khusus untuk disampaikan kepada masyarakat, selain informasi kegiatan atau program pemerintah.

Apa yang saya maksud dengan merubah cara berpikir dan merubah cara bertindak? Singkatnya demikian.

Sebagai apapun kita, baik sebagai pribadi atau lembaga:

Pertama, kalau selama ini kita selalu pesimis akan masa depan, berhentilah!

Optimislah. Tidak ada yang mudah. Perubahan tidak seperti membalikkan telapak tangan. Tapi yakinlah, waktunya akan datang. Lambat atau cepat. Entah besar atau kecil. Camkan: optimisme yang besar, akan mendatangkan perubahan yang besar dalam diri kita utk berbuat sesuatu!

Kedua, Kalau selama ini kita hobi berpikir negatif terhadap orang lain atau negatif memandang setiap masalah, berhentilah!

Berpikir positiflah dalam melihat dan memandang setiap masalah. Ambillah sisi-sisi positif dari masalah tersebut. Seburuk apapun. Jadikan setiap masalah pelajaran!

Ketiga, Kalau selama ini kita hobi dan hanya tahu mengkritik orang lain, berhentilah!

Kritiklah diri sendiri atas apa yang telah kita lakukan. Kritiklah setiap pekerjaan yg telah kita buat. Hasil pekerjaan apapun dan sebagai apapun. Ktitiklah diri sendiri: sebagai politisi, sbg ASN, sebagai guru, sebagai aparat desa, sebagai petani, dst. Segera perbaiki. Mulailah masing2 dari diri sendiri, maka semua yang umum dan besar akan berubah!

Keempat, Kalau selama ini kita hobi mengeluh, lebih melalui Medsos, berhentilah!

Mengeluh tidak merubah apa-apa, tetapi merugikan apa-apa, minimal membuang tenaga. Biasakan mulut dan lidah berucap kata-kata dorongan, motivasi, nasehat, dll! Lagi pula, keluhan kita, akan merusak orang lain atau membawa energi negatif kepada orang lain yang mendengar atau membacanya.

Kelima, Kalau selama ini kita hobi menghabis waktu berjam-jam orang duduk cerita tentang hobi, tidak ada awal dan ujung dari hari ke hari, berhentilah!

Manfaatkan setiap menit dari waktu untuk berbuat sesuatu. Entah untuk diri sendiri atau orang banyak. Ingat: waktu tidak akan bisa diputar kembali, juga kualitas waktu selalu berbeda.

Keenam, Kalau selama ini, kita hobi melakukan sesuatu asal jadi atau standar saja, berhentilah!

Berbuatlah sesuatu maksimal, terbaik dan sempurna. Pasti bisa!  Jangan pernah puas dengan penilaian hasil baik. Masih ada penilaian hasil luar biasa, sempurna!

Ketujuah, Kalau selama ini kita hobi cerita atau cari-cari kekurangan (kesalahan) orang lain, berhentilah!

Carilah sisi-sisi baik setiap orang untuk jadi pelajaran, pasti ada! Ketahuilah, setiap orang termasuk kita, mempunyai 101 macam kekurangan. Demikianlah hakekat manusia, tidak satupun yang sempurna. Pasti punya kekurangan!

Kedelapan, Kalau selama ini kita tidak yakin akan kemampuan diri sendiri (inferior) dalam melakukan sesuatu, berhentilah!

Kita pasti bisa seperti dan sama seperti orang lain. Cobalah melangkah, terus melangkah dan kokohkan komitmen memulai. Kita belum mencoba atau sudah tapi belum maksimal, sehingga orang lain kelihatan hebat atau baik!

Kesembilan, Kalau selama ini kita hobi menghabis waktu berjam-jam sehari untuk membaca status facebook atau WA orang lain yg berisi sindiran, kebencian, kegelisahan, dst (negatif), berhentilah!

Itu akan membawa energi negatif masuk ke dalam pikiran kita. Kemudian melemahkan dan memundurkan langkah diri sendiri! Bacalah stutus yang positif: inspirasi, motivasi, aktifitas, karya, dll., maka energi positif dan baru akan masuk dalam pikiran kita.

Manfaatkan media sosial sebagai sarana belajar: sarana memperluas dan memperkaya pengetahuan, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri!

Kesepuluh, Kalau selama ini kita hobi melakukan sesuatu sesuai kebiasaan dan rutinitas, berhentilah, tinggalkan!

Beranikan diri, keluarlah dan lompatlah dari "kurungan" yang kita buat sendiri atau pakem lama (biasanya begini, biasanya begitu): lakukan sesuatu yg lama dengan cara dan metode baru. Berinovasilah. Pasti hasilnya luar biasa atau minimal lebih baik dari sebelumnya!

Kesepuluh, Kalau selama ini kita hobi berteman atau ngumpul dengan orang yang kerjanya memuji diri sendiri, menjelekan-jelekan orang lain dan atau mencari-cari kesalahan orang lain, seolah-olah orang lain tidak ada yang baik, berhentilah!

Kurangi dan hindarilah! Ketahuilah orang tersebut membawa energi negatif untuk merusak otak dan jiwa kita. Carilah org-orang yang selalu positif!

Kesebelas, Kalau selama ini hobi kita tidak mau mendengarkan org lain, berhentilah!

Dengarkan orang lain, baru bicara. Ketahuilah: orang yang tidak mau mendengarkan orang lain adalah ciri-ciri orang yang tidak bisa berubah dan tidak akan maju serta berkembang.

Keduabelas, Kalau selama ini kita hobi marah-marah saat rapat, berhentilah!

Bangunlah komunikasi yg baik. Ajak duduk dan ngopi utk bangun persaudaraan, dst Marah2 tidak menyelesaikan masalah, justru membuat masalah baru datang. Bangun komunikasi yg intens adalah penyelesaian masalah terbaik.

Ketigabelas, Kalau selama ini kita hobi iri melihat sukses orang lain, berhentilah!

Sebab iri tidak membuat kita bisa. Dekatilah, belajarlah dengan org tersebut. Bagaimana cara dia bisa atau sukses. Hanya dengan cara itu, kita akan bisa sama bahkan bisa melebihi org tersebut.

Nah, Kalau Mau Berubah: rubahlah cara berpikir dan rubah cara bertindak!. Demikianlah upaya memahat kata, merangkai kalimat untuk mendapatkan makna sesuatu dari suatu peristiwa🌱🤝🙏

 ***

#SM-GK/8/11/21🌱