Filosofi

Belajar Pintar dari si Kulit Bundar #5 Tak Ada yang Tak Mungkin

Minggu, 4 Desember 2022, 13:53 WIB
Dibaca 203
Belajar Pintar dari si Kulit Bundar #5  Tak Ada yang Tak Mungkin
Sumber: CNNIndonesia

Dodi Mawardi

Penulis senior

 

“Nothing is impossible. The word itself says, I’mpossible.”

Begitu kata Audrey Hepburn, aktris dan penari balet asal Inggris. Kalimat itu begitu terkenal dan menggema ke mana-mana. Para motivator menjadikannya sebagai ayat sakti dalam memotivasi banyak orang. Dalam hidup ini, semua mungkin terjadi.

 

Orang politik bilang, "Dalam politik semua bisa terjadi." Yang kadang dikonotasikan negatif. Dalam sepakbola, juga berlaku demikian. "Bola itu bundar!" sebagai gambaran segala hal mungkin.

 

Sudah banyak contoh dalam sepakbola, bagaimana David bisa mengalahkan Goliath. Dalam 20 tahun terakhir saja, berbagai peristiwa nothing is impossible terjadi. Leicester City, klub 'antah berantah' bisa juara Liga Inggris. The Big Six bisa mereka jungkalkan. Kaiserslautern (bahkan namanya pun mungkin asing ya?) bisa juara Liga Jerman. Yunani bisa jadi juara Eropa. Ke mana para Goliath?

 

Piala Dunia Qatar 2022 pun menggambarkan hal tersebut. Bayangkan, selama babak penyisihan grup, lima juara dunia tumbang. Kalkulasi di atas kertas dan prediksi para pengamat ambyar semua. Arab menggilas Argentina, Tunisia melibas Prancis, dan yang fenomenal Jepang menghajar Jerman serta Spanyol. Kamerun pun - meski tak lolos grup, sukses melibat Brasil 1-0.

 

Australia yang biasa-biasa itu dan sempat kalah 1-4 dari Prancis, malah lolos dengan menyingkirkan si dinamit Denmark. Dan satu fenomenal lagi, Maroko menyisihkan Belgia secara elegan. Bersama Jepang, Maroko menjuarai grupnya masing-masing. Keren sekali. Piala Dunia masih panjang. Tapi fenomena pada babak penyisihan grup sudah bisa menjadi pelajaran.

 

Hitung-hitungan di atas kertas sering kali tak jadi kenyataan di lapangan. Banyak faktor yang berpengaruh. Suasana hati, energi, dan frekuensi pada hari Senin beda dengan Sabtu. Pun dengan hari lainnya. Pagi, sore, malam, dan dini hari pun berbeda. Lawan pun punya energi dan frekuensi berbeda. Semua punya dampak dan pengaruh masing-masing.

 

Bagi Anda yang dianggap kurang, tak punya apa-apa, tak lebih dari yang lain, atau sering dianggap remeh, don't worry be happy. Tidak ada yang tak mungkin. Di satu bidang kurang, bisa jadi di bidang lain lebih. Di satu tempat minus, sangat mungkin di tempat lain surplus. Hari ini buruk, yakin saja besok luar biasa.

 

Cobalah belajar dari Piala Dunia kali ini. Si medioker Jepang, Korea, Maroko, dan Senegal, ternyata bisa berjaya. Yang diunggulkan malah tak berdaya. Yang penting terus bergerak, belajar dan berlatih, lalu lakukan yang terbaik. Hukum kehidupan harus tetap dipenuhi. Rumus alam tidak mudah dilawan.

 

I'm possible and nothing is impossible.