Budaya

Kenali Diri Sendiri Lewat Sastra Daerah

Rabu, 14 September 2022, 18:37 WIB
Dibaca 460
Kenali Diri Sendiri Lewat Sastra Daerah
Kearifan Lokal

Ingin mengenal peradaban dunia maka kenalilah karya-karya sastra suatu bangsa. Bangsa yang memiliki peradaban besar dimasa lampau pasti memiliki catatan sejarah,bisa ditelusuri lewat tulisan-tulisan di batu, tulisan-tulisan yang tersusun rapi seperti sebuah kitab. Ada banyak syair-syair indah dari penciptanya. Alkitab juga banyak memuat hasil karya sastra dengan penulis yang sangat jelas, karya sastra yang ada dalam Alkitab mengambarkan bahwa bangsa Yahudi sudah mengenal peradaban literasi sejak ribuan tahun yang lalu. Perjalanan sejarah bangsa Yahudi tercatat dengan rapi di dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru. Tentu itu mengambarkan bahwa mereka memiliki tim redaksi dan penyusun buku yang profesional  selama berabad-abad lamanya. Hanya dengan modal literasi bangsa Yahudi bisa menguasai dunia. Betapa cerdasnya bangsa Yahudi mereka tidak perlu bersusah payah naik transportasi darat,laut dan udara untuk memperkenalkan bangsanya kepada bangsa lain di seluruh dunia. Dengan literasi mereka bisa menguncang dunia.Jadi..intinya cuma modal tulisan. Jadi pada intinya mendidik dan memotivasi lewat tulisan lebih efektif. Daripada tong kosong nyaring bunyinya. 

Begitu juga dengan bangsa Cina. Sejak ribuan tahun lalu, orang-orang Tionghoa menggunakan cerita bijak untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai kehidupan guna membangun kehidupan pribadi dan masyarakat yang lebih baik. Dengan cerita bijak, nilai-nilai kehidupan yang sarat makna dapat diterima dan diabadikan oleh generasi-generasi selanjutnya. Banyak cerita yang mencampurkan nilai kehidupan manusia dengan pengalaman pribadi dan kehidupan dalam masyarakat, semua cerita bijak itu selalu memberi nilai-nilai positif seperti kesetiaan, keadilan, persahabatan, kejujuran, dan hati nurani.

Nach..bagaimana dengan bangsa Indonesia yang dikenal dengan negara yang kaya akan adat dan istiadat. Bangsa Indonesia juga sudah mengenal budaya tulisan lewat prasasti yang ditemukan oleh para arkeologi. Bangsa Indonesia memiliki catatan sejarah yang begitu panjang dilengkapi dengan bukti-bukti arkeologi berupa fosil,prasasti-prasasti, candi-candi dll. Tentu itu merupakan modal dasar  bangsa Indonesia bisa menjadi kiblat literasi dunia. Dengan terus mempopulerkan sastra daerah di dunia Internasional. 

Saya setuju bahwa bahasa dan sastra Indonesia berpeluang menjadi sastra Internasional. Alasannya karena bahasa Indonesia mudah dipelajari. Selain itu banyak turis asing justru suka berkunjung di tempat-tempat tradisional yang masih asli seperti pulau Bali, Jogjakarta, Kalimantan dll.Kita tahu bahwa tempat-tempat yang masih asri dan asli yang ada di Bali memiliki cerita tersendiri(cerita rakyat), tim guide pasti memperkenalkan asal usul berdirinya pura dan sejarah yang ada di kawasan-kawasan tersebut. Hal itu pasti membuat turis asing berusaha mempelajari bahasa Indonesia untuk pergaulan internasional. Sampai sekarang minat warga asing mempelajari bahasa Indonesia di pusat pembelajaran bahasa Indonesia di negara mereka cukup tinggi. Contohnya di negara-negara besar seperti Eropa, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Mesir, Italia, Vietnam dan Rusia. Bahkan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-dua dan telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah kota tersebut sejak Desember 2007 yang setara dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang. Dengan diterimanya bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional maka kita pun harus lebih giat lagi menulis dan memperkenalkan sastra daerah kita sendiri. 
Ayo…kita belajar bahasa dan sastra daerah Indonesia. Kita Indonesia.Kita harus cinta bahasa dan sastra Indonesia serta kearifan lokal. Dengan prinsip kearifan lokal tentu pada akhirnya kita ingin menjadi negara yang makmur. Kita tahu bahwa Indonesia memiliki SDA yang berlimpah dengan keindahan alam laksana Surga. Dengan modal alam serpihan Surga, kita harus mampu membawa bangsa dan daerah kita lebih di kenal di kancah Internasional lewat karya sastra yang memukau dunia. Sehingga berdampak pada perekonomian dan kemajuan suatu daerah. 

Oke ..para pembelajar sejati, mari kita mulai menulis sejarah kita sendiri tanpa harus menunggu bangsa asing yang menjadi penulis sejarah kita. Mari kita memegang pena kita sendiri dan jangan biarkan orang lain yang memegang pena kita. Karena ketika pena milik kita dipegang oleh orang lain maka orang lain akan menulis tentang kita menurut versi mereka.

“Jangan pernah meminta balasan atas kebaikan yang kita buat karena suatu saat, dengan caranya sendiri, kita akan menerima suatu kebaikan yang sebetulnya merupakan balasan atas kebaikan yang pernah kita lakukan.“