Ekonomi

Pelatihan dan Pengembangan SDM Sebagai Pembelajaran

Senin, 30 Mei 2022, 18:54 WIB
Dibaca 45
Pelatihan dan Pengembangan SDM Sebagai Pembelajaran
Foto canva: pengembangan (development)

Pembangunan suatu bangsa memerlukan aset pokok yang disebut dengan sumber daya (resources), baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia (human resources).

Kedua sumber daya tersebut sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Jika kita berbicara masalah pengembangan sumber daya manusia, sebenarnya dapat dilihat dari dua aspek, yaitu kuantitas dan kualitas. Pengertian kuantitas ini menyangkut jumlah sumber daya manusia yang sudah ada. Sedangkan, kuantitas sumber daya manusia tanpa disertai dengan kualitas yang baik akan menjadi beban bagi suatu pembangunan. 

Kita sadar betul, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi pada era globalisasi saat ini, mendorong organisasi untuk mampu menganalisis dan mengantisipasi setiap perubahan lingkungan atau iklim bisnis dengan memberikan respon yang tanggap secara cepat, tepat, efektif, dan efisien, oleh karena itu setiap organisasi dituntut untuk memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkualitas untuk melakukan kegiatan operasional organisasi. 

Karena itu, SDM merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi yang berfungsi sebagai penentu arah kebijakan dan kinerja organisasi dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Sedangkan kualitas, menyangkut mutu sumber daya manusia yang menyangkut kemampuan, baik kemampuan fisik maupun kemampuan non fisik (kecerdasan dan mental). Oleh sebab itu, untuk kepentingan akselerasi suatu pembangunan di bidang apapun,maka peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu syarat utama.

Menurut Mondy (1999) bahwasanya pengembangan (development) meliputi kesempatan belajar yang bertujuan untuk lebih meningkatkan pengetahuan (knowledge) dan keahlian (skill) yang diperlukan dalam pekerjaan yang sedang dijalani. Pengembangan lebih difokuskan untuk jangka panjang. Selanjutnya digunakan untuk mempersiapkan karyawan sesuai dengan pertumbuhan dan perubahan organisasi.

Lebih lanjut, Elena (2000) mengatakan pengembangan karyawan adalah salah satu fungsi terpenting dari manajemen sumber daya manusia. Pengembangan karyawan berarti mengembangkan kemampuan individu karyawan dan organisasi secara keseluruhan; karena pengembangan karyawan terdiri dari individu atau karyawan dan pertumbuhan keseluruhan karyawan seperti saat karyawan akan mengembangkan organisasi. Organisasi akan lebih berkembang ketika kinerja karyawan akan meningkat.

Selanjutnya, Armstrong (2009) menyatakan bahwa organisasi dapat mengambil manfaat dari pelatihan dan pengembangan melalui memenangkan 'hati dan pikiran' karyawan mereka untuk membuat mereka mengidentifikasi diri dengan organisasi, untuk mengerahkan diri mereka lebih banyak atas namanya dan untuk tetap bersama organisasi. Pelatihan dan pengembangan sebagai proses berinvestasi pada orang sehingga mereka diperlengkapi untuk berkinerja baik dan merupakan bagian dari pendekatan manajemen sumber daya manusia secara keseluruhan yang diharapkan akan menghasilkan orang yang termotivasi untuk melakukan

Oleh karena itu, setiap organisasi harus menyadari bahwa pengembangan kualitas karyawan merupakan suatu usaha terpenting dalam suatu organisasi, sebab dengan pengembangan itulah organisasi dapat maju dan berkembang.

Tujuan pengembangan karyawan adalah untuk memperbaiki prestasi kerja karyawan dalam mencapai hasil kerja yang ditetapkan.

Pada akhirnya, ketika para karyawan yang cakap dan terampil bekerja lebih efisien, efektif, hasil kerjanya lebih baik, maka daya saing organisasi akan semakin besar. Hal tersebut tentu saja memberikan peluang yang lebih baik bagi organisasi untuk memperoleh manfaat yang semakin besar, sehingga balas jasa (reward system) karyawan juga wajar untuk ditingkatkan. Oleh karena itu, melalui program pengembangan karyawan yang baik, organisasi akan memiliki kekuatan kompetitif yang lebih berdaya guna dan mampu bersaing secara positif dalam percaturan global serta sulit untuk ditiru oleh organisasi lain.

***