Sosok

Jangan Gengsi Menjadi Petani

Minggu, 17 Januari 2021, 06:32 WIB
Dibaca 353
Jangan Gengsi Menjadi Petani
dokpri

Sebenarnya menjadi petani seperti halnya menjadi direktur harus menguasai begitu banyak hal.

Istilah petani tentu saja tidak asing di telinga kita. Namun, apa sesungguhnya petani dan bertani? Pernahkah Anda merenung dalam-dalam tentang ini?

Mungkin kebanyakan kita kurang memahami hal itu. Petani (pengusaha tani) adalah seorang yang mengusahakan lahan dengan menanam tanaman sebagai sumber bahan makanan.

Petani dapat dikategorikan ke dalam berbagai sebutan bergantung pada jenis tanaman yang diusahakan atau di tanam. Misalnya, orang yang menanam dan mengusahakan ladang dengan menanami padi maka di sebut petani padi.

Petani sayur berarti seorang yang menanam atau mengusahakan lahan dengan menanam sayuran. Tidak hanya tanaman semusim ada juga tanaman tahunan seperti petani sawit, petani kopi dan sebagainya.

Ada begitu banyak tanaman yang bisa di usahakan mulai dari tanaman semusim misalnya sayuran, tembakau, padi dan sebagainya. Untuk tanaman tahunan ada kopi, kakao, sawit, karet dsb.

Orang sering beranggapan bahwa menjadi petani merupakan sebuah pekerjaan yang kurang menjanjikan. Dalam berbagai berita di media massa, petani banyak yang belum sejahtera. Tidak ada pekerjaan yang gampang.

Semua bidang pekerjaan memiliki tantangan tersendiri untuk berhasil. Salah satunya bertani, petani yang berhasil berarti ia mampu menghadapi tantangannya. Untuk mencapai itu seorang petani harus memiliki strategi dan kemampuan manajerial yang baik.

Lebih jauh, bertani tidak sekedar mengolah lahan, menanam, merawat lalu panen. Sering kita membayangkan panen yang melimpah tanpa memikirkan strategi untuk memperoleh hasil yang baik.

Seorang petani yang berhasil pasti mempunyai kemampuan manajemen yang sangat baik. Sebagai gambaran, mengapa bertani harus mampu menjadi manajer yang handal? Harus mampu mengatur dan mengelola banyak hal?

Mari kita coba analisa satu per satu, mulai dari olah lahan karena masalah yang sering muncul ada di lahan. Hampir segala permasalahan tanaman berasal hama dan penyakit bersumber dari tanah.

Sebagai gambarannya pada awal hendak menanam harus dapat merancang tanaman apa yang hendak ditanam supaya nanti dapat terserap pasar. Seorang petani harus menjadi dokter ketika menemukan tanamannya terserang penyakit. Harus dapat meramu obat/racun hama ketika hama menyerang.

Saat tanaman mulai berkembang, harus mampu membaca perubahan iklim dan cuaca. Ketika panen harus memikirkan bagaimana penyimpanan, kemudian di pasca panen juga harus dapat merancangkan pemasarannya.

Sebenarnya menjadi petani seperti hal menjadi direktur harus menguasai begitu banyak hal.

Baca Juga: Kearifan Lokal Dayak dalam Perlindungan Flora dan Fauna Endemik

Kegiatan bertani sesungguhnya sama seperti kegiatan di sebuah pabrik atau di perusahaan. Secara prinsip berusaha tani maupun usaha di bidang industri memiliki kesamaaan. Perbedaannya bertani harus memanfaatkan sinar matahari maka harus dilakukan di tempat sementara industri harus di gedung tertutup.

Penulis melihat ini sebagai sesuatu yang belum dipahami sebagian besar orang, terlebih di Indonesia. Sehingga belum banyak ahli-ahli pertanian dari kalangan anak muda. Kalau akademisi pertanian mungkin sudah cukup banyak.

Pemahaman ini harus kita bangun agar-agar generasi muda mulai melirik sektor pertanian. Maju pertanian maju Indonesia.

***