Sosok

Hamid Darmadi: Dayak dan Bangsa Kehilangan Seorang Profesor

Rabu, 21 Juli 2021, 07:33 WIB
Dibaca 414
Hamid Darmadi: Dayak dan Bangsa Kehilangan Seorang Profesor
Prof., selamat jalan ke keabadian.

Prof. Hamid Darmadi, abadi namamu dalam hati. Kami semua mengenang dan mengingat jasamu, terutama di bidang ilmu pengetahuan. Khususnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Serta banyak jasamu untuk membangun spirit kecendikiawanan.

Sang profesor Dayak Desa, Kab. Sintang, itu telah pergi. Subuh tadi, pas bangun, saya mengecek HP. Di Grup WA, tertera berita. Mengejutkan. Ia tiada.

Hamid Darmadi pribadi yang ugahari. Di Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN), ia salah satu pendiri. Bersama Dr. Yansen TP, Dr. Willy Yoseph, dan beberapa profesor Dayak. Namanya tak terlupa di jagad para cerdik cendikia. Ketika ICDN dideklarasikan di Palangka Raya, Kalteng, pada Sabtu 19 Januari 2019.

Siapa pria ugahari, peramah, dan humoris itu?

Dalam kesehariannya, Prof. Darmadi banyak meneliti dan menulis buku-buku baik untuk mahasiswa maupun untuk umum. Ia juga pernah menjadi tim penatar P-4 BP7 Provissi Kalimantan Barat.

Hamid Darmadi adalah Dosen Pembina Utama IV/E dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Guru Besar IKIP-PGRI Pontianak. Ia Lahir di Sintang, 30 Maret 1955 sebagai anak kedua dari sembilan bersaudara, dari enam bersaudara yang hidup. Ayah bernama Djala dan Ibu bernama Sindja. Beralamat di Jalan Purnama II, Vila Purnama Indah Blok A No. 6 - 7 Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi  Kalimantan Barat.

 Di samping sebagai Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Periode 2909 sd 2015, ia juga sebagai Ketua Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi Kalimantan Barat masa bhakti 2019 – 2024.

Dalam kesehariannya, ia banyak meneliti dan menulis buku-buku baik untuk mahasiswa maupun untuk umum. Ia juga pernah menjadi tim penatar P-4 BP7 Provissi Kalimantan Barat Periode 1987 s/d 1992 Ketika itu BP7 Kalbar diketuai oleh Drs. H. Ansar Rachman.

Gelar Sarjana Muda ia peroleh dari FKIP UniversitasTanjungpura Pontianak, pada hari Jumat  21 Desember 1979. Setelah empat tahun berkarya sebagai dosen tetap Kopertis Wilayah II Palembang  yang dipekerjakan pada STKIP-PGRI Pontianak, Tahun 1990 ia hijrah/bergabung pada Kopertis Wilayah XI Kalimantan dan diperbantukan sebagai dosen tetap (PNS DPK) STKIP-PGRI Pontianak.

Gelar Magister Pendidikan ia peroleh dari IKIP-Malang pada hari Senin 16 Januari 1995. Gelar Doktor bidang kependidikan (Pendidikan IPS) ia dapatkan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jumat 25 April 2003.

Di samping bertugas sebagai Ketua Prodi STKIP-PGRI Pontianak  tahun 2008 sd. 2012, tanggal 11 September 2006 s/d 2012, 28 Februari 2012 ia juga menjabat sebagai Ketua STKIP-Persada Khatulistiwa Sintang Kalimantan Barat.Tahun 2014 s/d 2018 ia menjabat sebagaiWakil Rektor I Bidang Akademik IKIP-PGRI Pontianak.

Predikat Guru Besar Kopertis Willayah XI Kalimantan (sekarang LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan) dalam bidang IPS (Pendidikan, Pancasila dan Kewarganegaraan)  ia dapatkan 1 Maret 2006 dikukuhkan dengan Surat Keputusan Mendiknas No.15841/A2.7KP/2006.

Pangkat terakhir IV.E  (Pembina Utama)  ia peroleh pada tanggal 30 November 2011 melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia melalui  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 105676/A43./KP/2011 dengan angka kredit 1.521.30 kum terhitung mulai tanggal 1 Desember 2011. Pertimbangan BKN No. AA13016000462 tanggal 31 Mei 2012. KPPN Banjarmasin.

Ketika ICDN terbentuk, Ketua dimandatkan pada Willy M. Yoseph, ditopang-kuat para wakil ketua, antara lain: Prof. Dr. Hamid Darmadi (Kalbar), Dr. Wardinan S. Lidim (Kalsel), Dr. Yansen TP (Kaltara), Frederick (Kaltim), dan Edi L. (Kalteng), Brigjen Damianus Jackie (DKI Jakarta).

Selamat jalan ke keabadian! Ke sumber segala dan asal ilmu pengetahuan.

 

 

 

Tags : sosok