Sosok

Bupati Unik dari Perbatasan

Selasa, 18 Agustus 2020, 11:20 WIB
Dibaca 247
Bupati Unik dari Perbatasan
YTP dan AHY

Dodi Mawardi

Penulis senior

 (Ditulis pada Februari 2015)

 

Dia memang “unik”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata unik dimaknai sebagai lain daripada yang lain. Jika unik menjadi kata benda ‘keunikan’ maka KBBI mengartikannya sebagai sebuah keistimewaan atau kekhususan. Cocok sekali dengan profil bupati yang satu ini. Ternyata, bukan saya saja yang sepakat dengan memberikan status tersebut. Beberapa pihak lain menganggapnya sebagai ‘the rising star’ atau paling tidak, dia layak mendapatkan perhatian khusus. Missal dari partai politik yang menaunginya. Atau terutama dari para pendukung dan simpatisannya.

 

Tentu saja, saya tidak akan mengelabui Anda tentang uniknya bupati yang satu ini. Saya akan beberkan sejumlah fakta yang membuatnya ‘lain daripada kepala daerah yang lain’. Tulisan ini boleh disebut promosi, boleh juga dianggap sebagai publikasi. Saya tidak akan menampiknya. Walaupun secara factual, kepala daerah yang satu ini memang layak untuk ditonjolkan. Meski saya bukan warga daerah yang dikepalainya, saya turut bangga dengan keunikannya.

 

Unik #01

Apa yang dilakukan kepala daerah jika dating ke ibukota Jakarta?

Banyak hal bukan. Terutama mungkin yang paling biasa adalah koordinasi baik dengan pemerintah pusat maupun dengan partai politiknya. Hal lain berkaitan dengan kepentingan daerahnya, seperti urusan dana daerah, investasi dan sejenisnya. Adakah hal lain? Jangan lupakan kegiatan mereka di Jakarta, yang bukan urusan resmi. Misalnya, kemanakah mereka ‘keluyuran’ dalam mengisi waktu?

 

Buat sebagian orang hal ini mungkin dianggap sepele. Tapi tidak buat saya. Sungguh, pemanfaatan waktu luang mereka bisa menggambarkan siapa sesungguhnya sang pemimpin tersebut!

Beberapa kegiatan pengisi waktu luang yang biasa dilakukan kepala daerah di Jakarta, antara lain:

1.       Kongkow dengan rekanan (bisnis atau politik) di restoran terkenal sekalian lobi-lobi.

2.       Urusan pribadi/keluarga berjumpa dengan teman, sahabat atau anggota keluarganya.

3.       Dugem (berpesta atau kegiatan sejenisnya) di tempat-tempat hiburan terkenal di Jakarta.

4.       Main golf.

 

Dari empat kegiatan besar tersebut, yang manakah yang biasa dilakukan bupati unik dari perbatasan ini? Tidak ketiganya, walaupun mungkin yang nomor 1 dan 2 kadang dia lakukan. Tapi yang paling sering dan menjadi kebiasaannya adalah… mencari dan memborong buku-buku di toko Gramedia. Hmm… tidak biasa bukan. Hanya segelintir kepala daerah yang melakukan hal tersebut. Kepala daerah yang punya tingkat intelektualitas tertentu.

 

Unik #02

Apakah Anda sering mendengar kepala daerah yang obral izin investasi?

Tentu saja bukan? Apalagi jika daerahnya memiliki kandungan potensi kekayaan alam yang melimpah, seperti hutan royo-royo atau tambang mineral. Peluang besar untuk menambah pundi-pundi daerah sekaligus kantung pribadinya. Izin sama dengan uang. Namun, bupati unik dari perbatasan ini, justru sebaliknya. Ketika mulai menjabat sebagai bupati pada 2011 lalu, dia justru mencabut lebih dari 80% izin usaha yang dikeluarkan bupati sebelumnya. Wilayah kekuasannya punya status sebagai kabupaten konservasi, sehingga dia konsekuen menjaga korservasi tersebut. Izin yang tidak sesuai khitah konservasi dicabut. Dia hanya memberi izin kepada perusahaan dengan syarat dan ketentuan yang sangat ketat.  Syarat dan ketentuan yang sejalan dengan konservasi serta menguntungkan masyarakat secara ekonomi.

 

Unik #03

Jor-joran bangun pedesaan dan pinggiran!

Ketika pemerintahan Jokowi baru mencanangkan pembangunan pedesaan dan wilayah pinggiran pada 2014 lalu (ketika kampanye dan memulai roda pemerintahan) maka bupati unik itu sudah memulai 3 tahun sebelumnya. Sebuah kebijakan yang tidak popular, bahkan di wilayahnya sendiri yang notabene adalah pebatasan. Dia jor-joran mengucurkan dana besar untuk membangun desa. Ketika pemerintah mengeluarkan Undang-undang Desa no. 6/2014, dan mengamanatkan pembagian dana desa dengan syarat dan ketentuan yang berliku-liku, bupati unik itu sudah lebih dulu menyalurkan dana sekitar Rp 1 miliar/desa pada 2012. Atau dua tahun sebelumnya. BUkan hanya itu, dia juga  menyiapkan mental dan pengetahuan perangkat desa untuk mengelola dana itu, setahun sebelumnya dan masih terus berjalan sampai sekarang dengan pendampingan. Dia percaya, desa mampu mengelola uang sebesar apapun jika disiapkan dan dimampukan. Lebih unik lagi karena ketika APBD kabupatennya tahun 2015 ini turun sekitar 50%, dia malah menaikkan dana ke desa sekitar 50%. Unik. Gila.

 

Siapakah dia… pembaca yang budiman, mulai hari ini dan seterusnya, Anda akan lebih sering mendengar, melihat dan membaca tindak tanduknya di media massa. Dialah Bupati kabupaten Malinau Kalimantan Utara Dr. Yansen TP., MSi. Kepala daerah wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.