Sastra

Waktu untuk Menulis Novel

Rabu, 9 Juni 2021, 18:17 WIB
Dibaca 181
Waktu untuk Menulis Novel
Adakah waktu khusus untuk nulis novel?

WAKTU.

Salah satu bukti keadilan Tuhan adalah: waktu. Ia memberi kita waktu yang sama. Namun, ada yang produktif dan memanfaatkan waktu dengan sangkil dan mangkus. Ada yang menyia-nyiakannya. Ada yang lebih banyak waktu, dalam rentang usianya, untuk tidur daripada bangun dan berbuat.

Nah. Adakah waktu khusus untuk menulis novel?

Tidak ada!

Ilham. Ide. Gagasan. Wahyu. Mood. Hanya ada dalam kamus para seniman-murni. Yang berkarya hanya digerakkan ilham, meski kata saya itu adalah: ego.

Benar, Anda punya pekerjaan, rutinitas, dan keluarga. Namun, hal ini bukan alasan untuk menghentikan langkah para penulis besar masa lampau.

Sebagai contoh, penyair Wallace Stevens adalah wakil ketua sebuah perkumpulan Asuransi dan seorang ahli dalam bidang Marketing. Thomas Stearns Eliot adalah seorang bankir muda. William Carlos Williams seorang dokter anak-anak. Robert Frost adalah ahli peternakan unggas. Hart Crane pembungkus gula-gula pada perusahaan ayahnya, kemudian ia menjadi penulis naskah iklan. Stephen Crane seorang wartawan perang. Marianne Moore bekerja pada perpustakaan umum di New York. James Dickey bekerja untuk agen iklan. Archibald MacLeish direktur kantor fakta dan kenyataan dan ilmu hitung selama Perang Dunia II.

Satu dari hal yang tidak biasa seiring sejalan itu adalah hobi dan pekerjaan menulis novel. Menulis novel bukan hal yang gampang, apa lagi Anda tergolong orang yang sibuk dalam pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya. Tetapi hal ini sangat-sangat mungkin. Kenyataannya, banyaka penulis melakukan pekerjaan rangkap; sementara itu, mereka masih menyempatkan diri untuk menulis novel.

Ilham. Ide. Gagasan. Wahyu. Mood. Hanya ada dalam kamus para seniman-murni. Yang berkarya hanya digerakkan ilham, meski kata saya itu adalah: ego.

Di Indonesia, para novelis juga punya pekerjaan tetap dan aktivitas rutin. Misalnya, Marga T dan Mira W adalah dokter. Ayu Utami dan Fira Basuki adalah jurnalis. Ashadi Siregar dan Naning Pranoto adalah dosen. Anda sendiri sebagai apa? Mengapa kesibukan dan pekerjaan menjadi halangan untuk menulis novel? Mengapa “waktu” menjadi kambing hitam Anda tidak dapat menulis dan menghasilkan novel?

Nah, kalau Anda terkungkung oleh rutinitas dan sibuk dengan pekerjaan, mengapa para novelis yang disebutkan di atas  dapat menghasilkan novel?

Jadi, waktu bukanlah penghalang. Pekerjaan bukanlah kambing hitam untuk tidak dapat menulis.

Semua terpulang pada kemauan Anda.

Tags : sastra