Filosofi

Dampak Mengucap Syurkur Senantiasa

Jumat, 10 Mei 2024, 16:49 WIB
Dibaca 70
Dampak Mengucap Syurkur Senantiasa
Ilustrasi

1 TESALONIKA 5:16-18

ADA 4 DAMPAK YANG AKAN TERJADI DALAM HIDUP KITA JIKA KITA SELALU MENGUCAP SYUKUR:

Kita semakin mengerti bahwa Allah tidak berdiam diri
Apapun keadan, situasi dan kondisi yang kita alami dan hadapi, melalui mengucap syukur senantiasa - kita disadarkan bahwa Tuhan Allah kita tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu bereaksi bagi kita. Dia tidak pernah sedetik pun berdiam diri untuk menolong kita.

Rasul Paulus menulis: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" - Roma 8:28.

Kita semakin menjadi pribadi yang positif
Melalui cara hidup yang senantiasa mengucap syukur, kita akan memiliki karakter atau kepribadian yang positif. Cara pandang dan cara pikir kita akan berubah dari negatif menjadi positif dengan membiasakan diri untuk selalu mengucap syukur. Rasul Paulus menulis: "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" - Filipi 4:8.

Kita semakin menjadi pribadi yang dewasa di dalam iman

Dengan selalu mengucap syukur, sebenarnya kita semakin bertumbuh secara rohani. Pertumbuhan secara rohani ini menunjuk kepada kedewasaan iman kita. Kalau kita tidak mengucap syukur atau bersungut-sungut dalam hidup, iman kita tidak bertumbuh, kerohanian kita menjadi mati.

Rasul Paulus menulis: "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur" - Kolose 2:6-7.

Kita semakin menjadi pribadi yang memiliki ucapan yang memberkati

Hidup yang selalu mengucap syukur akan mempengaruhi cara kita berkomunikasi dengan Tuhan dan dengan sesama kita. Kata-kata kita senantiasa memberi semangat kepada yang patah semangat. Kata-kata kita memberi harapan kepada yang kehilangan harapan. Kata-kata kita memberi kekuatan kepada yang lemah. Kata-kata kita memberi hiburan kepada yang susah. Intinya ialah melalui ucapan syukur yang kita lakukan senantiasa membuat kata-kata kita menjadi kata-kata yang memberkati orang yang mendengarnya.
—
Penulis Ibrani menulis: "Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya" - Ibrani 13:15.