Filosofi

Bangun Jembatan Prestasi Anda!

Senin, 26 April 2021, 09:15 WIB
Dibaca 137
Bangun Jembatan Prestasi Anda!
Foto: Canva

"Daya juang ekstra kita menentukan apa yang ingin kita capai untuk hidup bermanfaat."

Prestasi merupakan jembatan bagi setiap manusia. Prestasi juga yang membedakan manusia satu dengan manusia lainnya. Ini sangat jelas. Tetapi sayang, ada saja pribadi manusia yang membutakan diri dari hal itu. Ia menganggap bahwa prestasi itu bukan bagian dari hidupnya. Padahal, banyak prestasi yang justru mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Bagi orang yang ragu-ragu pasti akan selalu bertanya-tanya. Ia beranggapan untuk berprestasi ia harus mengalahkan seseorang dan bahkan bersaing dengan orang lain untuk tujuan menjadi pribadi yang berprestasi.

Wajar saja jika ada pribadi yang beranggapan seperti itu. Persepsi seperti ini mesti kita ubah. Satu hal yang membedakan pribadi yang berprestasi dengan seseorang yang biasa-biasa saja ada daya juang dalam dirinya. Jika kita ingin menjadi pribadi yang berprestasi, ya daya juang kita harus ekstra. Kita tidak dapat menemukan daya di luar diri, tetapi kita bisa menemukan didalam diri Anda sendiri. Ambil contoh, penyanyi Agnes Monica sudah sejak kecil melatih diri untuk menjadi penyanyi, kini ia mempunyai prestasi yang segudang. Atau kita dapat belajar dari pemimpin yang bawa perubahan bagi daerahnya.

Kita dapat timba ilmu dari seseorang yang berprestasi dalam bidangnya masing-masing. Namun, satu hal yang tidak dapat kita alami adalah menjadi orang tersebut. Anda adalah Anda.

"Jangan malu menimba ilmu, dengan cara engkau cari tahu. Akan banyak ilmu yang berguna bagi dirimu."

Bagi saya, menjadi orang yang berhasil sejatinya bukan tentang bagaimana kita mengalahkan atau menjatuhkan orang, tetapi bagaimana kita mengalahkan diri kita sendiri. Banyak tantangan yang akan berlalu tapi yang paling penting adalah kesiapan diri untuk mampu. Tuhan menempatkan kita di dunia ini dengan kelebihan-kelebihan karena ada tujuan-Nya, supaya lebih yakin penuhi diri kita dengan doa dan ucapan syukur. 

Terkadang kita menjumpai pribadi yang sibuk mendikte seseorang di luar kendalinya, dan ia lupa dengan dirinya sendiri. Ia habiskan waktu membicarakan keburukan orang lain. Ia memilih untuk bersantai di saat orang di sekitarnya berdaya juang. Manakala yang lain pergi ke sawah, ia masih tidur mewah.

So, untuk menjadi pribadi yang berhasil harus memiliki daya juang yang tangguh. Ibarat atlet maraton berlari dalam lintasannya sendiri. Demikian juga dengan pribadi berprestasi, fokus pada persiapan diri, latih diri, dan konsisten dalam bidang-bidang yang dimasuki.

***