Filosofi

Walnut dan Goresan Kecil tentang Hidup Bersama

Rabu, 23 Maret 2022, 10:03 WIB
Dibaca 700
Walnut dan Goresan Kecil tentang Hidup Bersama
Kacang kenari (Walnut)

Seperti yang saya tulis di caption, itu adalah kacang kenari (walnut). Walnut memiliki tekstur kulit yang lumayan keras.

Seorang rekan pastor asal Belarusia suatu kali menunjukkan kepada saya bagaimana cara membukanya.

Dia mengambil dua buah biji walnut, lalu menempatkannya di atas telapak tangannya. Setelah itu, dengan sekuat tenaga dia mengatupkan kedua tangannya. Apa yang terjadi? Salah satu dari kacang walnut itu, kulitnya remuk, hancur berkeping-keping.

Saya pun mencoba melakukan hal yang sama. Namun, perlu beberapa kali untuk mencoba sampai bisa berhasil. Bahkan kadang tidak berhasil sama sekali.

Cara rekan saya membuka walnut dengan menggunakan yang satu untuk meremukkan yang lain, menghantar saya pada permenungan akan hidup itu sendiri. Haruskah kehidupan bersama dijalani dengan saling menghancurkan, saling menyingkirkan, saling membinasakan?

Atau bila mau ditempatkan dalam rangka mencapai kemajuan Indonesia seperti yang diimpikan kita semua, haruskah dengan saling menghancurkan, saling menyingkirkan, saling membinasakan?

Kerukunan dan kemajuan bangsa bukan dicapai dengan saling sikut dan gontok-gontokan.

Kemajuan Indonesia membutuhkan semangat kebangsaan yang kuat. Semangat kebangsaan tersebut ialah kerja sama, gotong royong dan saling membantu.

Sebuah kemajuan yang berakar kuat pada ideologi Pancasila dan budaya bangsa.