Filosofi

Jangan Besarkan Opini Anda, Besarkan Rasa Ingin Tahu Anda

Rabu, 28 April 2021, 12:50 WIB
Dibaca 177
Jangan Besarkan Opini Anda, Besarkan Rasa Ingin Tahu Anda
Sumber:canva

"Jangan pernah memandang siapapun lebih rendah kecuali bila kau sedang menolongnya untuk bangkit. "-- Jesse Jackson

Sambil menunggu teman di salah satu cafe di kota Yogyakarta. Saya memesan beberapa makanan dan minuman. Saya membuka ponsel, memeberi kabar bahwa saya sudah di lokasi tempat kami janjian. Kebetulan tempat itu tak terlalu ramai. Didalam cafe tersebut, ada beberapa orang yang sedang santai. Mereka membicarakan sesuatu, kebetulan tak jauh dari meja saya.

Awalnya terlihat perhatikan baik-baik saja, tapi satu di antara mereka seperti melontarkan pendapatnya. Ia, semacam memberikan opini kepada teman-teman, terbaca dari raut wajah teman-temannya merasa tak nyaman pada opini temennya tersebut. Ia, seakan-akan paling tahu diantara yang lainnya.

Teringat saya akan hal ini, tentu kita pernah mengalami perjumpaan dengan orang-orang yang menganggap apa yang kita ucapkan terlalu biasa. Ah, kamu ngomong apa sih! Lawan bicara kita menutup dirinya mendengar pendapat kita. Ia, merasa bahwa yang ia pikirkan yang paling benar. Padahal dia membawa kita pada pemahaman yang luas.

Buat apa sibuk mempertahankan opini-opini kita, ada baiknya kita mencari tahu pemahaman yang lebih luas lagi. Sejenak kita dapat menutup mulut dan membuka telinga untuk mendengar seseorang. Lalu bagaimana caranya, berikut beberapa kiat yang bisa kita latih;

Pertama, Kadang-kadang kita sering menilai seseorang terlebih dahulu sebelum membuka percakapan dengannya. Sehingga informasi yang kita miliki sebenarnya tak cukup kuat. Menjelaskan orang tersebut. Kita perlu membuka percakapan dengan tenang dan santai, tanpa harus menyela pembicaraannya.

Kedua, Kita perlu memahami. Tidak hanya apa yang kita ketahui, tapi juga bagaimana kita bertindak lebih dahulu. Coba temukan dalam diri seseorang kisah-kisah istimewa mereka. Setiap orang memiliki satu cerita. Dan kita bisa petik manfaat dari sana.

Ketiga, mulailah dengan kerendahan hati. Saat kita berbicara atau berdiskusi dengan seseorang. Kita menghargai apa yang ia diskusikan. Dengan cara ini, kita dapat mengontrol diri. Tidak merasa paling istimewa, dalam artian opini saya lebih baik.

Keempat, ganti opini kita dengan rasa ingin tahu. Jangan jadi pribadi sok tahu. Itu lebih parah lagi. Jangan memandang rendah seseorang saat kita berbicara atau berdiskusi. Bangun suasana yang nyaman. Pada dasarnya semua orang ingin dihargai.

Nah, semoga bermanfaat ya. Tetap semangat! Salam sehat.

***