Jejak Pengabdian Seorang Gembala: Tiga Dekade Kepemimpinan Pdt. Dr. Yulius Daud di GKPI
Gereja Kristen pemancar Injil GKPI sebuah gereja yang berdiri sejak 1959. Kalau dilihat dari perjalanan GKPI sampai saat ini, GKPI sudah di pimpin oleh beberapa orang yang diantaranya Pdt. Elisa Mao, Pdt. Yusa Sakai, S.Th, Pdt. J.J Gaing B.Th, Pdt. Martin Labo, M.Th, Pdt. Yefta Barto, S.Th, Pdt. Pangeran WR, M.Div, Pdt. Dr. Yulius Daud, M.Min., M.PdK dan sekarang saat tulisan ini yaitu Pdt. Elda Valerina, M.Si yang menggantikan Pdt. Dr. Yulius Daud, M.Min., M.Pd hasil Persidangan Sinode Am IX di Limbu Sedulun dan Sedulun Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Tentu perjalanan para pemimpin GKPI mempunyai seni dan dinamika yang terjadi dalam memimpin Gereja ini.
Pdt. Dr. Yulius Daud, M.Min., M.Pd merupakan anak ke 5 dari 12 bersaudara, dari seorang ayah yaitu Daud Ipid boleh dikatakan salah satu seorang tokoh pendidikan, tokoh penbangunan di Krayan Tengah dan ibu Martha Benung seorang ibu rumah tangga, perjalanan Pdt. Yulius Daud sejak kecil pasti ada pengaruhnya dari seorang ayah atau orang tuanya yang banyak terlibat dalam mengurus orang banyak, pengorbanan tenaga, waktu dan pikiran pasti ada kaitannya seperti apa dulu orang tuanya mengurus orang banyak.
Sejak Pdt. Yulius Daud menjadi pengerja GKPI sejak tahun 1996, beliau sudah menjadi anggota Majelis Pekerja Sinode GKPI hingga tahun 2026, dalam perjalanannya di pelayanan GKPI banyak tantangan yang sudah dilalui, dari yang sangat sulit sampai yang biasa-biasa, dari yang harus berpisah dengan keluarga sampai berkorban waktu, tenaga dan dana demi kemajuan GKPI.
Bagi orang yang bekerja berpisah dengan keluarga (istri /suami dan anak) pasti tau bagaimana mengatur supaya pekerjaan mulia dalam pelayanan dapat berjalan dengan baik dengan kondisi seperti itu. Bagaimana berkorban tenaga dan waktu bagi pelayanan yang tidak menuntut apa-apa, yang dilakukan adalah seperti apa nantinya supaya jemaat dapat berkembang dengan baik mengandal Tuhan Yesus sebagai segala sumber dalam kehidupan ini bahkan sebagai Juruselamat bagi umat manusia yang percaya kepada-Nya dan melakukan ajarannya.
Berkorban dana, kalau kita berbicara saat ini untuk sebuah kemajuan pasti kebanyakan orang akan berpikir berapa dananya, apakah ada dana dan seterusnya, pertanyaan ini pasti ada, dalam kegiatan perayaan Natal saja contohnya, panitia akan berusaha mencari dana untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Namun, yang saya lihat dari sosok seorang Pdt. Yulius Daud adalah dimana beliau mendedikasikan diri sepenuh hati, bagaimana supaya GKPI terkhususnya dapat berjalan dengan kondisi keuangan yang boleh dikatakan sangat terbatas, beliau mengunjungi Jemaat dengan inisiatif menggunakan dana sendiri yang semestinya harus disiapkan oleh GKPI, melihat kebesaran hati dan pengorbanannya sepatunya sebagi seorang pemimpin tidak membatasi diri dari kekurangan dana yang dimiliki oleh organisasi Gereja, Tuhan pasti buka jalan.
Baca juga artikel lainnya: Yansen TP dan Masri Sareb: Persaudaraan Menggerakkan Literasi Kalimantan
Dedikasi bagi GKPI selama 30 Tahun bukan waktu yang pendek dalam sebuah pekerjaan, beliau menjadi Wakil Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode selama 10 Tahun dan Sebagai Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode selama 7 Tahun, angka yang bukan sedikit, seluk beluk atau suka senagnya GKPI pasti sudah dirasakannya sebagai pekerja atau sebagai pucuk pimpinan di GKPI.
.jpeg)
Dilihat dari kepemimpinannya beliau sudah melakukan yang terbaik bagi GKPI, mampu melalui semua situasi yang dihadapi dunia bahkan gereja.
Sangat menarik dengan perjalanan beliau ini sebagai pengerja GKPI dan juga sebagai pemimpin di GKPI, dimana selama menjadi pemimpin di GKPI beliau menjadi Wakil Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode selama 10 Tahun dan menjadi Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode selama 7 Tahun, dalam Persidangan Sinode Am ke IX GKPI beliau dianggap sudah menjabat sebagai Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode dua Periode (5 Tahun+2 Tahun) artinya tidak dapat menjabat kembali untuk selanjutnya, melihat usulan Jemaat GKPI kepada beliau dicalonkan kembali menjadi ketua lebih banyak, karena pemahaman dalam dua Periode ini sudah dianggap berlaku.
Apapun itu, harapan besar hatinya untuk kemajuan, kekokohan GKPI, Jemaat dalam pelayanan kepada Yesus Kristus sang kepala Gereja tetap yang utama. Dalam hasil Persidangan Sinode Am ke IX GKPI juga beliau dipilih menjadi Ketua Majelis Pertimbangan GKPI.
Dilihat dari masa kerja beliau sebagai Pekerja GKPI yang akan pensiun di Tahun 2029, artinya beliau akan masih melayani di GKPI sebagai Gembala Jemaat, ini sangat unik dan menarik menjadi kajian bagi sebuah Gereja kedepan. Di dalam sebuah negara (Indonesia) seperti presiden misalnya apabila sudah menjabat dua periode selanjutnya akan menjadi warga biasa dalam arti sudah pensiun.
Gereja harus kembali kepada panggilannya, Gereja harus utuh dalam pelayanan....(Bersambung)