Literasi

Credit Union: Sekolah Kehidupan, Bukan hanya Lembaga Keuangan

Rabu, 12 Agustus 2026, 16:45 WIB
Dibaca 5
Credit Union: Sekolah Kehidupan, Bukan hanya Lembaga Keuangan
Credit Union yang berbelarasa: Saya bantu kamu, kamu bantu saya. Ist.

Penerbit: CV Lembaga Literasi Dayak, Juli 2026
Penulis: Munaldus

Buku ini merupakan penghormatan intelektual kepada Robby Tulus, seorang pemikir dan penggerak yang selama puluhan tahun menghidupi nilai-nilai Credit Union di Indonesia.

Munaldus menulis buku ini bukan sebagai akademisi yang menjaga jarak dengan objek kajian, melainkan sebagai pelaku yang telah lama hidup di dalam denyut gerakan koperasi kredit (Credit Union/CU).

Karena itu, setiap halaman memancarkan pengalaman. Gagasannya tidak lahir dari ruang kuliah semata, melainkan dari perjumpaan dengan manusia, kemiskinan, harapan, dan perubahan.

Dari Keteladanan menuju Gerakan
Kalimat pembuka dalam pengantar penulis segera memperlihatkan arah buku ini. Ada manusia yang hidup hanya cukup untuk dirinya sendiri, tetapi ada pula yang hidup menjadi cahaya bagi banyak orang. Munaldus memilih metafora obor. Pilihan itu bukan tanpa alasan.

Buku ini merupakan penghormatan intelektual kepada Robby Tulus, seorang pemikir dan penggerak yang selama puluhan tahun menghidupi nilai-nilai Credit Union di Indonesia.

Penghormatan itu tidak berhenti pada kekaguman personal. Munaldus mengolahnya menjadi refleksi yang hidup. Ia menelusuri kembali gagasan F. W. Raiffeisen, pelopor koperasi kredit modern, yang percaya bahwa kemiskinan dapat dikalahkan apabila manusia memperoleh kepercayaan, pendidikan, dan kesempatan untuk berkembang. Dalam pemikiran Robby Tulus, gagasan tersebut menemukan konteks Indonesia. Dari sinilah buku ini memperoleh pijakan filosofisnya: perubahan selalu berawal dari manusia yang mau mengubah cara berpikirnya.

Credit Union: Sekolah Kehidupan, Bukan hanya Lembaga Keuangan
Buku ini mengingatkan kembali bahwa koperasi kredit bukanlah institusi yang tugas utamanya meminjamkan uang. Lebih dari itu, Credit Union adalah gerakan pemberdayaan manusia. Credit Union mendidik anggotanya agar mampu mengelola keuangan, membangun disiplin, memupuk tanggung jawab, dan menumbuhkan solidaritas.

Pandangan ini terasa penting pada masa sekarang, ketika banyak orang memandang lembaga keuangan semata-mata dari besarnya aset atau keuntungan. Munaldus justru mengembalikan Credit Union kepada ruh awalnya: membangun martabat manusia. Simpanan, pinjaman, dan modal hanyalah instrumen. Tujuan akhirnya ialah manusia yang semakin mandiri dan komunitas yang semakin kuat.

Karena itu, membaca buku ini sama artinya dengan membaca kembali filosofi gerakan koperasi kredit yang sesungguhnya. Di balik angka-angka keuangan, selalu ada kisah tentang manusia yang belajar berdiri di atas kaki sendiri.

Dua Puluh Delapan Refleksi yang Menyalakan Harapan
Melalui 28 bab reflektif, Munaldus mengajak pembaca berjalan dari satu gagasan ke gagasan berikutnya secara runtut. Setiap bab dapat dibaca secara mandiri, tetapi keseluruhannya membentuk bangunan pemikiran yang utuh. Inilah salah satu kekuatan buku ini.

Bahasanya sederhana, komunikatif, dan tidak berjarak. Pembaca tidak merasa sedang mengikuti kuliah tentang koperasi. Sebaliknya, mereka diajak berdialog. Pengalaman pribadi, refleksi, sejarah gerakan, dan pemikiran para tokoh dirangkai menjadi narasi yang mengalir.

Di sinilah tampak kematangan Munaldus sebagai penulis. Ia tidak menumpuk teori, tetapi menghadirkan teori melalui pengalaman. Ia tidak memaksa pembaca menerima kesimpulan, melainkan membimbing mereka menemukan maknanya sendiri. Cara bertutur seperti ini membuat buku terasa hangat sekaligus mencerahkan.

CU Menjadikan Hidup Lebih Hidup
Judul buku ini sesungguhnya merupakan tesis utama seluruh isi buku. Hidup bukan hanya dijalani. Hidup harus ditumbuhkan. Manusia menemukan makna hidup ketika ia bertumbuh bersama orang lain dan ikut menumbuhkan kehidupan sesamanya.

Secara visual, sampul buku memperkuat pesan tersebut. Dua tangan yang menjulur dari atas menuju tangan-tangan yang terangkat dari bawah melambangkan perjumpaan antara harapan dan pertolongan. Cahaya yang memancar di tengah menjadi simbol bahwa perubahan selalu dimulai dari secercah terang yang kemudian menyinari banyak orang. Gambar itu selaras dengan isi buku: satu manusia yang tercerahkan dapat menjadi sumber terang bagi komunitasnya.

Bersama CU Menjadikan Hidup Lebih Hidup bukan hanya buku tentang koperasi kredit. Ia adalah buku tentang manusia. Tentang bagaimana kepercayaan melahirkan keberanian, pendidikan melahirkan kemandirian, dan kebersamaan melahirkan kesejahteraan.

Munaldus berhasil menjembatani pemikiran dan tindakan. Ia menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai oleh tokoh besar, melainkan oleh orang-orang biasa yang setia melakukan langkah-langkah kecil secara konsisten. Seperti obor yang menyalakan obor lain, harapan akan terus berpindah dari satu hati ke hati berikutnya.

Dalam pada itulah maka buku ini layak dibaca oleh aktivis Credit Union. Juga bacaan segar yang menyibak wawasan sekaligus mencerahkan. Siapa pun yang percaya bahwa pembangunan sejati tidak pertama-tama bertumpu pada modal, melainkan pada manusia, pustaka ini sangat pas sebagai pegangan. Sebab ketika manusia bertumbuh, komunitas ikut bertumbuh. Dan ketika komunitas bertumbuh, hidup benar-benar menjadi "lebih hidup".

Peresensi: Masri Sareb Putra, M.A.

Harga buku rp 100.000
Pemesanan ke: WA: +62 815-8518-5168

Tags : literasi