Riset

Covid 19 Mengubah Dunia Pendidikan

Jumat, 25 Februari 2022, 20:34 WIB
Dibaca 181
Covid 19 Mengubah Dunia Pendidikan
Belajar dari rumah via zoom (img source: iafor.org)

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir tahun 2019 lalu hingga saat ini mengubah dunia pendidikan. Sebanyak 193 negara berjuang melawan serangan virus mematikan ini.

Dampaknya, terjadi perubahan drastis di bidang pendidikan. Hal lainnya, juga terjadi di berbagai bidang sosial, geografi, politik, budaya dan dampak terbesarnya juga merembet di bidang ekonomi.

Untuk bidang pendidikan, covid-19 ini membuat kami sebagai pelajar harus melakukan pembelajaran secara daring (jarak jauh). Siswa-pengajar mengalami perubahan drastis. Penyelenggaraan sistem pendidikan bertransformasi dalam uni kegiatan.

Bahkan bentuk pembelajaran ini juga dapat dimaknai pembatasan akses pendidikan.
Di Kabupaten Bulungan sendiri, angka covid-19 ini sebagaimana disadur dari media sosial @bulungan_terkini data terbaru kasus aktif di Kaltara tercatat sebanyak 256 orang. Adapun yang tertinggi di Kabupaten Nunukan sebanyak 96 orang. Kemudian berturut-turut di kota Tarakan sebanyak 92 orang. Kabupaten Tanah Tidunf 34 orang,di Kabupaten Bulungan 32 orang, serta Kabupaten Malinau 2 orang.

Data tersebut dipaparkan langsung oleh Agus Juwandy selalu juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara.

Karena pelaksanaan sistem pembelajaran ini dilakukan secara daring, maka secara otomatis semuanya mengalami perubahan. Sebagai pelajar, kami melaksanakan proses belajar dari rumah melalui media seperti Zoom, Class Room, Google Meet, Quipper dan beberapa platform media lainnya.

Nyaris semua teknologi yang digunakan pun menggunakan kuota internet. Belum lagi, perangkat jaringan dibutuhkan stabil. Lantas, bagaimana pelajar yang tinggal di daerah-daerah pelosok? seperti di Desa Tias, Kecamatan Tanjung Palas Timur dan Kecamatan Peso.

Selain itu, bagaimana juga nasib pelajar yang tergolong kurang mampu. Tentu akan menguras biaya untuk membeli paket data kuota setiap bulannya.

Saya, sebagai pelajar untuk mendapatkam bantuan kuota data saja terkadang harus bersabar. Kadang ada, kadang tidak. Bagaimana nasib pelajar di pelosok desa?

Sehingga, yang diharapkan sebagai pelajar di masa pandemi ini semoga saja desa-desa yang kesulitan akses jaringan bisa dimudahkan. Semisal pembangunan tower agar akses jaringan bisa stabil.

Cerita dari pengalaman teman saya yang ada di Desa Tias, mengenyam pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Bulungan, nasibnya pun sama seperti saya. Ia mengeluhkan pembelajaran jarak jauh ini sangat tidak efektif. Proses pembelajaran susah dijelaskan secara detiil seperti belajar di sekolah saat normal.

Belum lagi kendala jaringan yang sering dikeluhkan teman saya. Oleh sebab itu, kesimpulan yang dapat saya utarakan melalui tulisan ini, semoga pandemi Covid -19 ini segera berlalu sehingga proses pembelajaran akan kembali normal dan efektif dilaksanakan di sekolah.

Mengingat pengalaman dalam dua tahun ini, banyak sekali kendala yang kami rasakan menyangkut perubahan di bidang pendidikan yang terjadi semasa pandemi ini Covid 19 ini. (indhskr)

Tags : riset