Literasi

Sederet Hikmah Di Balik Covid-19

Senin, 23 Agustus 2021, 10:36 WIB
Dibaca 138
Sederet Hikmah Di Balik Covid-19
Foto:Antaranews-Seorang siswa didampingi oang tuanya dalam belajar daring

Ada Hikmah di Balik Pandemi Covid-19

Jenuh dan bosan di rumah! Mungkin inilah dua kata yang bisa diungkapkan untuk mengekspresi sikap dan suasana batin masyarakat indonesia saat ini. Sikap jenuh dan bosan diekspresikan dengan melawan petugas ketika petugas melakukan pengamanan di masa Pembatasan Sosial berSkala Besar (PSBB) atau PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Bentuk perlawanan masyarakat adalah dengan memaki-maki dan mengungkapkan kata-kata kasar kepada petugas. Di Banten, seorang perempuan memaki petugas yang melakukan penyekatan di jalan Lingkar Selatan, Ciwanda Kota Cilegon-Banten (KompasTV,`17/05/2021).  

Tingkat kejenuhan dan kebosanan juga terjadi pada aparat. Aparat marah atas perilaku masyarakat yang tidak mentaati protokol kesehatan dalam upaya penanganan covid-19. Seorang petugas tidak bisa menahan emosinya saat melarang seorang masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Petugas emosi dan melakukan pemukulan terhadapnya. (detiknews,25/05/2021). Inilah puncak dari kejenuhan masyarakat maupun petugas di lapangan sejak masa pandemi covid-19.

Dampak dari pandemi covid-19 sangat luas dan membahayakan sendi-sendi kehidupan manusia termasuk bidang pendidikan. Padahal, pendidikan menjadi sangat penting bagi kemajuan sebuah negara karena hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia.(Najwa Shihab). Namun di masa pandemi covid-19 semua sekolah diliburkan. Ujian ditiadakan. Proses pembelajaran harus dilakukan secara daring. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Kurikulum Darurat pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus untuk mengatur proses pembelajaran selama masa pendemi covid-19. Catatan khusus dalam kurikulum darurat bahwa peserta didik tidak dituntut untuk menuntaskan semua capaian dalam kurikulum untuk kenaikan kelas mau pun kelulusan. Artinya bahwa semua siswa-siswi bisa naik kelas berikutnya  dan lulus bagi siswa yang berada di jenjang akhir walaupun tidak mengikuti pembelajaran secara maksimal.

Dari peristiwa pandemi covid-19, begitu banyak hikmah yang dapat menjadi pelajaran bagi guru, siswa dan juga orang tua. Guru menjadi melek teknologi dan dituntut harus bisa mengoperasikan perangkat digital (computer, leptop, tablet, hand phone). Tidak sampai disitu. Guru harus menguasai beberapa aplikasi yang akan digunakan untuk menyampaikan materi ajar secara daring. Beberapa aplikasi pun sudah menjadi sahabat bagi guru untuk mengajar daring seperti google classroom, Microsoft Teams, ruang guru, zoom dan cisco webex. Setelah menguasai aplikasi, guru dituntut untuk menyampaikan materi dengan baik dan kreatif sehingga siswa-siswi bisa memahami materi ajar. Apa yang harus dilakukan guru? Guru mendadak menjadi Youtuber karena berusaha membuat video menarik yang berisi materi ajar bagi siswa. Proses pembuatan video tidak semudah yang dibayangkan karena membutuhkan proses panjang mulai dari persiapan materi, penyutingan dan editing video. Pada intinya covid-19 sudah menanamkan nilai-nilai dalam pendidikan karekter kepada guru seperti kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tau, dan tanggung jawab terhadap tugas pokok sebagai guru. 

Tidak hanya guru tetapi siswa-siswi juga mendapat hikmah dari pandemi covid-19. Siswa-siswi juga semakin menguasai teknologi digital dan menguasi aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran daring. Siswa-siswi semakin mandiri dalam belajar. Mereka bisa membuat konten video kreatif dengan aplikasi video editing. Artinya, siswa-siswi juga semakin mandiri, kreatif, kerja keras dan memiliki rasa ingin tau untuk belajar walaupun pembelajaran dilakukan secara daring. Bagaimana dengan orang tua siswa?

Selama ini pendidikan anak diserahkan kepada guru di sekolah tetapi selama pandemi covid-19 tanggung jawab mengajar juga diserahkan kepada orang tua di rumah. Orang tua harus mendampingi anak-anaknya di rumah untuk belajar. Tentu orang tua harus membagi waktu untuk mengajar dan  mendampingi anak selain bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Artinya, orang tua baru sadar bahwa mengajar dan mendidikan itu tidak mudah dan gampang.

Namun, hikmah lain dibalik pandemi covid-19 adalah orang tua sebagai institusi pertama pendidikan anak di rumah bisa mengontrol dan mengawasi perkembangan anak sendiri di rumah. Orang tua lebih mudah membimbing anak-anaknya sehingga muncul kedekatan emosional dalam keluarga.  Orang tua juga bisa mengontrol anaknya dalam menggunakan gadget. Salah satu hikmah terbesar dari pandemi covid-19 adalah betapa pentingnya kesadaran orang tua untuk terlibat di dalam pendidikan anaknya.( Nadiem-Liputan6.com,6/11/2020).

Akhirnya, kita semua menyadari bahwa pandemi covid-19 memberi dampak kepada kehidupan kita baik negative maupun positif. Kita semua jenuh dan bosan berada di dalam rumah seperti di penjara. Namun, di sisi lain, pendemi covid-19 membuat kita lebih mandiri, kreatif, bertanggung jawab dan semakin berniat untuk mencari tau segala sesuatu akan kebaikan hidup kita. Kita tidak perlu takut menghadapi pandemi ini dan terus berdoa kepada Tuhan agar pendemi ini cepat berlalu. #Ingat pesan ibu;3M.