Literasi

Pemimpin Wajib Terampil Menulis

Senin, 12 September 2022, 06:31 WIB
Dibaca 442
Pemimpin Wajib Terampil Menulis
Puskhat Wrting Camp: Manajer dan leader wajib terampil menulis.

Manajer dan leader wajib terampil menulis. Bukan hanya terampil bicara. Di era digital, keterampilan menulis keharusan untuk mengomunikasikan gagasan, capaian, selain mengomunikasikan visi dan misi.

Itu saripati gagasan yang dilontarkan Munaldus Nerang. Dan ditangkap GM dan Bagian Diklat Pusat Koperasi Kredit Khatulistiwa, sehingga memutuskan memasukkan materi Dasar-Dasar Keterampilan Menulis dalam mata training bagi manajer dan leader pada SDP IX Tahun 2022.

Munaldus Nerang --dikenal dengan nama pena Liu Ban Fo-- tak syak. Ia adalah "bapak Credit Union (CU) di Kalimantan. Generasi kedua binaan Mecer, yang melahirkan sekaligus membesarkan CU di Kalimantan dan berbagai pulau lain, di Nusantara.

Puskhat memberikan materi literasi media kepada para calon manajer dan leader. Keterampilan wajib, meski CU lain belum menyadarinya. Bahkan, sebagian mencibir: Untuk apa?

Di Kalimantan, Munal --sapaan akrabnya-- malang melintang membesarkan CU. Agar CU sesuai dengan bahkan selangkah di muka anggota; ia ke mana-mana dipanggil. Membagi pengalaman dan pengetahuan ihwal spin off. Yakni pengembangan produk suatu usaha agar semakin bernilai dari jenis usaha sebelumnya.

Di CU Keling Kumang, spin off berjalan mulus. Bahkan bisa dikatakan hasilnya mencengangkan. Produknya bukan hanya simpan pinjam. Melainkan juga merambah ke jasa dan usaha lain. Misalnya pendidikan, CU Mart, kursus bahasa, hotel, resort, perkebunan, hingga kepada pengolahan dan penjualan ekonomi kreatif buatan anggota.

CU, di tangan Mulandus bersaudara (Musa, Masiun, dan Michael) bukan saja menjadi aktor penggerak ekonomi kerakyatan terutama kaum Iban dan masyarakat Kalimantan Barat. Melainkan juga menjadi inspirasi. Sekaligus pemutus matarantai lingkaran setan kemiskinan.

"Kemiskinan seperti pendarahan. Harus diputus," ujar Munaldus.

Setelah sukses melakukan literasi dasar, yakni baca-tulis dan literasi finansial; kini CU Keling Kumang dan Puskhat di bawah binaan dan bimbingan Munaldus bersaudara masuk ke literasi media. Puskhat didirikan di  Tapang Sambas, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat pada 18 Juli 2009. Sebuah badan koordinasi 7 CU primer anggota yang kantor pelayanannya tersebur di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Adapun CU primer itu: CU Keling Kumang, CU Banuri Harapan Kita, CU Mura Kopa, CU Nyai Anta, CU Pancur Solidaritas, CU Semandang Jaya, dan CU Tri Tapang Kasih. Selain 7 CU primer, ada juga peserta dari CU lain antara lain dari Kalimantan Selatan dan NTT.

Dalam upaya semakin meningkatkan keterampilan dan pengetahuan SDM, Puskhat memberikan materi literasi media kepada para calon manajer dan leader. Keterampilan wajib, meski CU lain belum menyadarinya. Bahkan, sebagian mencibir: Untuk apa?

Demikianlah. Munaldus dengan sengaja merancang keterampilan menulis wajib diberikan kepada para calon manajer dan anggota. Maka pada SDP batch IX Tahun 2022, salah satu mata training adalah: keterampilan menulis.

Selama 4 hari, para manajer dan calon leader digodok dan ditempa keterampilan menulisnya oleh dua mentor yakni Munaldus dan Masri Sareb Putra yang dikenal sebagai pegiat literasi, salah satu angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (Leksikon Susastra Indonesia, 2000: 390). Ia malang melintang di jagad kepengangan dan penulisan nasional. Menerbitkan 136 buku dan mempublikasikan lebih dari 3.000 artikel di berbagai media nasional dan internasional.

Pada Puskhat Writing Camp, otak kiri dan kanan peserta SDP IX  digali dan diasah potensinya oleh kedua mentor dan narasumber. Menulis nonfiksi dan fiksi; keduanya diberikan dasar-dasarnya.

Materi pokok menulis nonfiksi  adalah pengenalan dan penguasaan membuat general statement, gagasan utama, tesis sebagai dasar menulis. Sedangkan materi fiksi adalah dasar-dasar mengenal dan menulis cerpen. Selain the art of story telling. Juga teknik menemukan ide, model, serta menulis cerpen hingga layak untuk diposting di media sosial.

22 peserta tampak menikmati olah-keterampilan itu yang dihelat selama 4 hari dari 5-8 September 2022 di Pontianak. Kedua mentor dan fasilitator bersemangat memberikan pembekalan. Disambut antusiasme peserta.  Seluruh peserta diyakinkan bahwa saat ini, dan terutama di era digital, setiap manajer dan leader wajib menguasai keterampilan menulis.

Pembekalan keterampilan menulis diputuskan menjadi Materi Training setiap tahun.

Adapun materi pelatihan yang didesain menjadi kerja-mandiri peserta, akan dibukukan. Kerja sama antara Puskhat-Lembaga Literasi Dayak. Sebuah antologi karya-tulis peserta. Buku pertama yang pasti semakin memberi suntikan semangat berliterasi.