Hobi

Kopi dan Kucing

Sabtu, 23 Januari 2021, 07:47 WIB
Dibaca 255
Kopi dan Kucing
Kucing yang biasa menemani ngopi (Foto: Pepih Nugraha)

Pepih Nugraha

Penulis senior

Cara saya membunuh waktu adalah mencari cafe. Apalagi kalau bukan meluluskan hasrat dan kembara rasa kopi, minuman yang selalu ada dalam keseharian saya.

Menunggu antrian asuransi agak lama, saya coba eksplorasi hutan ruko di kawasan Bintaro, ketemulah papan nama "Kopi Cat" bernama Groovy. Ragu, karena di lantai dasar memang hanya ada semacam pet shop khusus menjual makanan dan keperluan si empus itu, sampai satpam bertanya, "Cari apa, Pak?"

"Cari kopi," jawab saya.

"Lha ini cafe, Pak, di lantai tiga."

"Bukankah ini toko makanan kucing?" tanya saya.

"Iya, nanti Bapak bisa ngopi sambil main-main sama kucing."

Duh, saya makin bingung saja mendengarkan penjelasan Pak Satpam, tetapi juga terselip rasa penasaran sampai akhirnya saya ingin membuktikannya.

Masuklah saya ke pet shop itu dan mendapat penjelasan yang sama dari penjaga toko.

Saya naik ke lantai tiga dan harus berganti sandal. Lalu disambut barista. Dia jelaskan kalau saya ngopi dan main sama kucing-kucing berbagai jenis, saya harus bayar Rp30 ribu. "Tapi saya cuman mau ngopi, ga perlu ditemani kucing," kata saya.

Nah, bingung juga mbak barista. Singkat cerita saya boleh membeli kopi tanpa harus bermain dengan kucing-kucing itu.

Saya lihat ada dua perempuan muda bermasker yang sedang main dengan kucing-kucing itu, "British", "Spinx", "Persia" dll, mengelus-elus dan berswafoto. Kalah deh saya sama si Meong itu.

Petugas pria yang sangat akrab dengan kucing menjelaskan, kalau agak siangan sedikit ada 15 kucing berbagai jenis yang menemani pengunjung, sambil menyeruput kopi tentu saja.

Saya terkesan dengan kucing jenis "Sphinx" yang tanpa bulu. Bagaimana bisa saya mengelus-elus kucing tanpa bulu, pikir saya. Melihat kucing yang agak aneh itu saya jadi teringat seorang profesor yang tanpa rambut.

Setelah kopi pesanan saya dapatkan, saya berterima kasih kepada mbak barista, mas penjaga kucing, dan tentu saja pamit kepada dua pengunjung perempuan, sekadar menjalankan sopan-santun.

"Lho, ga jadi ngopi di sini, Pak?" sapa salah seorang dari mereka.

Ededeeehhh....

***