Filosofi

Menjadi Pemimpin, Butuh Kerja Keras sekaligus Pembuktian

Sabtu, 19 Juni 2021, 12:35 WIB
Dibaca 206
Menjadi Pemimpin, Butuh Kerja Keras sekaligus Pembuktian

"Pengikut butuh pembuktian kita, bukan omong kosong yang tak berarti. Ibarat status di sosial media, semua ada tuannya. " -Lio Bijumes

Saat kita membaca kisah hidup pemimpin dunia pasti menggugah diri kita, saya pun demikian belajar banyak dari pengalaman tahu mereka. Intinya, untuk dapat menjadi pemimpin kita harus bekerja keras dan mampu membuktikan bahwa kita layak. Tidak hanya modal materi atau kemampuan berbicara, jikalau pun ada itu bonus.

Perlu dipahami, dalam ilmu manajemen perbedaan bos dan pemimpin. Siapapun bisa jadi bos, namun belum tentu posisi itu dibuat secara otomatis menjadi seorang pemimpin.

Ya, agar mendapatkan kepercayaan kepada seseorang perlu pembuktian. Pembuktian ini menjadikan kita mendapat dukungan atau amanah serta pengakuan. Saya suka dengan kata dari Vince Lombardi, pelatih top American Football, 1913-1970, "Pemimpin adalah hasil tempaan, tidak dilahirkan. Mereka menjadi pemimpin dengan kerja keras, dan kerja keras yang harus dibayar untuk mencapai tujuan apapun." katanya.

Prinsip kerja keras dan pembuktian ini berlaku di seluruh area kehidupan. Jika Anda mengenal David Beckham, ia adalah seorang pemain sepak bola hebat sekaligus terkenal dengan tendangannya yang akurat. Ia pernah mengatakan, "Orang-orang hanya mengenal aku saat ini. Mereka tidak tahu, untuk dapat mencapai prestasi ini, setiap hari aku harus menendang bola sampai ratusan kali."  terangnya saat di tanyain seorang wartawan, " Bagaimana rasanya menjadi seorang terkenal?" Jawabannya seperti itu.

Kita tumbuh di zaman perkembangan pesat teknologi informasi yang begitu cepat. Membuat diri kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah, sesuai polanya masing-masing. Misalnya, akibat COVID-19 saat ini, kita harus menguasai berbagai sistem informasi. Utamanya saat bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Dalam penelitian lain tentang para pemimpin, jika Anda melihat perusahaan besar yang sukses hingga kini, terutama perusahaan keluarga yang paham konsep kepemimpinan, perusahaan ini menyadari pentingnya pembelajaran dari bawah. Ia, belajar adalah proses untuk menjadi lebih baik dan terbaik.

Akhirnya, jadilah pemimpin itu musti kita rintis dari level bawah. Di dalamnya ada proses kerja keras dan pembuktian dengan citra diri yang baik.

Kuncinya adalah kedisiplinan diri kita, ini dapat menjadi penghubung kesuksesan Anda dan saya.

Nah, sobat muda perlu pembuktian, bukan semata-mata untuk menjadi terkenal tapi kedisiplinan kecil yang kita setiain dan lakukan setiap memulai hari baru.

Semangat mudamu! šŸ”„šŸ”„

***