Ekonomi

Meraih Untung Besar dengan Membuat Pupuk Sendiri

Rabu, 28 April 2021, 12:45 WIB
Dibaca 138
Meraih Untung Besar dengan Membuat Pupuk Sendiri
Dokpri

Nutrisi merupakan salah satu unsur yang diperlukan tanaman untuk dapat bertumbuh dengan optimal. Nutrisi bagi pertumbuhan tanaman didapat dari pupuk maupun hara dan mineral yang terkandung di dalam tanah. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk yang seimbang akan membantu tanaman tumbuh dengan optimal. Pemberian pupuk dengan memperhatikan jam makan tanaman dapat mengefisienkan penggunaan pupuk dikarenakan pada saat penaburan maupun penyemprotan tanaman akan menyerap nutrisi yang terkandung dalam pupuk dengan sempurna.

Ada berbagai macam pupuk yang ada di pasaran baik itu pupuk kimia maupun pupuk organik. Pupuk kimia biasanya dihasilkan dengan proses yang menggunakan reaksi kimia. Sedangkan pupuk organik dibuat dengan menggunakan bahan yang tersedia di alam dan proses pemuatan diproses secara alami. Contoh: kompos jerami padi, biasanya dibuat dengan teknologi sederhana yaitu dengan menimbun jerami dan dibiarkan lapuk dengan sendirinya waktu yang digunakan untuk membuat kompos terbilang cukup lama sehingga belum banyak petani yang mau mempraktekkannya.

Sekarang mari kita membahas salah satu alternatif menghemat biaya untuk pembelian pupuk, mengingat apapun tanamannya pupuk adalah hal pasti harus ada dalam bertani.

Kenyataan di lapangan harga pupuk terus naik, sudah harganya naik kadang-kadang barangnya susah didapat. Entah tidak tahu kemana? Apalagi pupuk bersubsidi kalau dipikir-pikir seperti hantu saja.

Bagi setiap PETANI (Pengusaha Tani) apabila mampu menurunkan biaya atau ongkos produksi maka margin keuntungan yang diperoleh juga akan naik. Nah, daripada kita pusing dengan hitung-hitungan biaya membeli pupuk. Kita akan mempelajari rahasia membuat alternative pupuk sendiri dengan biaya yang cukup murah.

Hal pertama yang harus diperhatikan bahwa tanaman terdiri dari akar, batang, daun dan buah. Pertumbuhan tanaman terdiri dari 2 fase yaitu fase vegetatif dan generatif. Vegetative merupakan fase awal pertumbuhan tanaman sampai munculnya bunga, sedangkan fase generative adalah fase awal munculnya bunga sampai pembuahan. Pada fase vegetative maka unsur pupuk yang diperlukan adalah untuk perangsang akar, penguatan batang, serta kesuburan daun dilanjutkan pada tahap generative dimana harus merangsang pembungaan dan penguatan buah agar tidak rontok.

Bagaimana sekarang kita membuat pupuknya? Sederhana saja jika ingin memberikan nutrisi bagi batang atau daun, carilah bahan-bahan yang bersumber dari bagian tersebut. Contohnya: untuk penguatan batang biasa kandungan unsur P (phosphor) yang dicari untuk digunakanlah maka salah satu alternatifnya batang pisang. Daun juga sama pakailah daun-daunan untuk membuat pupuknya, demikian juga buah untuk bahan-bahan pergunakan dari buah-buahan untuk membuat pupuknya. Prinsipnya gunakan bahan-bahan yang mudah busuk agar proses pengkomposan menjadi lebih cepat.

Semoga bermanfaat.

Maju petani kita, sejahtera bangsa kita.