Wisata

Rumah Marga Tjhia Singkawang

Senin, 9 Mei 2022, 09:27 WIB
Dibaca 352
Rumah Marga Tjhia Singkawang

Rumah tiga suku utama di Singkawang. Telah pun dijanjikan untuk dinarasikan pada tulisan sebelumnya. Janji itu, kini, ditepati.

Kita mulai dari Rumah Marga Tjhia.

Singkawang, kota Amoi, telah kita mafhum bersama. Kota yang terdiri atas 222.910  penduduk ini (2019). Hampir separuhnya, etnis Tionghoa (Hakka/ Khek).

Amoi-amoi Singkawang terkenal. Selain bening. Juga ramah tamah. Hal yang mencengangkan. Meski mandi, dan sikat gigi di air mengalir di parit, kulit mereka, tetap cemerlang.

Singkawang. Kota bertabur kelenteng yang berdiang di antara celah-celah pegunungan dan dialiri sungai. Menuansakan benar Chinese Town in tropic. Walikotanya, perempuan Hakka. Tjhai Chui Mie- namanya.

Narasi kita bukan ihwal amoinya. Namun, kembali ke laptop. Bahwa kota seribu kuil, meski mayoritas etnis Hakka, menorehkan sebagai "kota toleransi". Predikat ini didapat dari karena di Singkawang "bertebaran" amoi-amoi yang anciang (cantik), juga karena tingkat tolaransi antar-warganya, tinggi.

Seperti diketahui. Kota Singkawang dinobatkan sebagai kota di Indonesia yang paling toleran versi SETARA Institute. Bersaing dengan 94 kota lain di Indonesia, Singkawang dinilai sebagai kota yang berhasil mempraktikkan toleransi paling nyata. SETARA Institute menobatkan 10 kota di Indonesia sebagai kota paling toleran. Singkawang menempati urutan pertama.

Hanya di Singkawang. Kota pesisir utara Kalimantan Barat.
Kota bertabur kelenteng yang berdiang di antara celah-celah pegunungan dan dialiri sungai. Menuansakan benar Chinese Town in tropic. Walikotanya, perempuan Hakka. Tjhai Chui Mie- namanya.

Luasan kota Singkawang 504 km². Pada masa kini terdiri atas 5 kecamatan dan 26 kelurahan. Singkawang terletak sekitar 145 km sebelah utara dari Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat.

Kita bisa menyaksikannya lewat simbol berupa rumah budaya masing-masing suku bangsa setempat.

Rumah budaya Hakka, rumah Marga Thjia. Rumah Marga Thjia ini berdiri sejak tahun 1901. Merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya di Kota Singkawang. Bangunan mengadopsi gaya ala timur dan barat yang bahannya sebagian besar menggunakan kayu ulin.

Di lokasi wisata ini, pengunjung dapat melihat ukiran, ornamen, dan barang-barang bersejarah lainnya yang masih dijaga dalam kondisi yang sangat baik.

Berdarmawisata, atau sekadar plesir ke Singkawang. Tak melihat dan masuk rumah Marga Thjia, "tak asi" --kata orang setempat. Tidak sah. Atau belum lengkap.

Maka, jika suatu masa Anda ke Singkawang. Datang bertandanglah rumah Marga Thjia!