Wisata

Singkawang: Kota Amoi dan Seribu Kuil

Sabtu, 7 Mei 2022, 08:43 WIB
Dibaca 468
Singkawang: Kota Amoi dan Seribu Kuil

Orang Hakka menyebut kota yang dikelilingi pegunungan dan sungai ini dengan “San Khew Jong”. Arti harfiahnya: suatu kawasan dengan mata air mengalir dari gunung sampai laut.

Sekian lama hidup dan tinggal di San Khew Jong (Singkawang dalam bahasa Hakka), orang-orang Hakka banyak yang tak tahu lagi asal usul moyangnya.

Kini generasi mudanya rata-rata merasa Singkawang adalah tanah air leluhur. Maka tak heran, denyut nadi kehidupan di Singkawang adalah pancaran wajah sebuah Chinese Town dengan warna lokal.

Hasil penelusuran interteks, menemukan etimologi sekaligus etiologi kata “Sambas”. San Khew Jong (Singkawang) awal mulanya adalah kampung kecil, bagian dari wilayah kesultanan Sambas.

Adapun Sambas, dari dialek Hakka (Khek) setempat, yakni Sam = tiga dan Bas = Suku, mengacu ke tiga suku utama yang hidup dan bermukim di wilayah itu, yaki: Melayu, Cina, dan Dayak.

Pada 1812, terjadi perang antara tentara Inggris melawan kerajaan Sambas. Inggris berhasil masuk kota raja. Lalu membumihanguskan sebuah kampung tepi Sungai Sambas sehingga kemudian dijuluki “Kampung Angus”.

Ditengarai bahwa inilah awal mula Sambas terbentuk. Menjadi sebuah wilayah yang solid, didukung tiga suku besar yang bermukim di sana yakni Melayu, Dayak, dan Cina. Jadi, ketiga suku di wilayah yang diserang Inggris tadi bersepakat: jika salah satu diserang, yang lain wajib membantu.

Pada Perjanjian Sambas, tiga suku melakukan sumpah setelah Kampung Angus hangus, dibakar habis oleh tentara Inggris. Jika salah satu suku diserang, dua suku lain wajib membantu. Inilah latar, mengapa ketiga suku utama di wilayah pantai utara Kalbar ini akur, hidup berdampingan secara damai.

Di Singkawang, hal itu ditunjukkan dengan 3 bangunan utama bernilai sejarah yang mencirikan sambas -- kehadiran dan eksistensi historis Melayu, Cina, dan Dayak yang kerap disebut MCD.

Pada narasi yang berikut, di Web kita ini. Akan dikisahkan 3 bangunan  bernuansa etnis. Yang mencitrakan. Sekaligus memeteraikan Singkawang Kota Harmonis.