Sosok

Tokoh Negarawan yang Selalu Diingat

Senin, 1 November 2021, 12:18 WIB
Dibaca 287
Tokoh Negarawan yang Selalu Diingat
SBY melukis (Foto: kumparan.com)

Sudah tujuh tahun lalu sang tokoh tidak lagi memimpin Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia (RI), tetapi hingga hari ini masih saja ramai jadi topik bahasan nasional di media sosial (medsos). Setiap hal terkait pemerintahan saat ini selalu dikaitkan dengan sang tokoh, padahal sebuah pemerintahan harus bisa fokus mengukir prestasi terbaik agar dapat dinikmati anak bangsa di masa depan.

Sulit jika kinerja sebuah pemerintahan dibandingkan dengan pemerintahan yang sudah lama berlalu selain jaman yang berbeda, beda pula dinamikanya dan beda karakter kepemimpinannya. Sejatinya jika membandingkan sebuah kinerja agar lebih jelas perbedaan baik dan buruknya dapat dibandingkan dengan pemerintahan itu sendiri, periode sekarang dibanding dengan periode awal maka terlihat poin-poin apa yang harus diperbaiki, didukung, dibuang, ditunda, diteruskan dan ditingkatkan.

Dengan cara ini lebih terukur kinerja pemerintah dari waktu ke waktu hingga akhir periode, itulah hasil capaian pemerintah yang kemudian bisa dinilai sebagai sebuah keberhasilan atau sebaliknya.

Jika terus ditarik mundur dengan terus mengkaitkan pemerintahan masa lalu, selain tidak efektif akan terus menimbulkan kericuhan dan kegaduhan. Tidak nyaman hidup di ruang yang selalu ricuh, secara psikologi juga sangat mengganggu fokus masyarakat maupun pemerintahan itu sendiri.

Padahal sang tokoh saat ini sudah menyatakan tidak lagi berpolitik praktis, hanya berfokus pada kegiatan yang disukai seperti menulis, membuat buku, melukis, bermusik dan lain-lain sebagai bentuk ekspresi diri serta dapat dinikmati untuk kalangan terdekat saja, lebih sebagai hiburan agar tetap terjaga semangat untuk menjalani anugerah sehat yang dilimpahkan oleh yang Maha Kuasa sang pencipta hidup.

Namun tetap saja, netizen khususnya di ruang medsos terus membahas tentang sang tokoh. Itulah bukti nyata bahwa sang tokoh adalah seorang negarawan. Bagaimana tidak selain terbukti sukses memimpin Indonesia (aman dan damai) selama dua periode (2004-2009, 2009-2014) sebagai Presiden RI, telah mengantarkan dengan baik pula Presiden saat ini sebagai Presiden RI yang melanjutkan estafet kepemimpinan nasional secara baik dan lancar yang membuktikan bahwa semua terjamin dan terkendali baik, tidak ada yang dikhawatirkan.

Sang tokoh sangat tertib dan patuh terhadap konstitusi negara Indonesia, itulah karakter sang tokoh.

Jika Pemerintahan saat ini untuk bisa maju dapat meniru model pembangunan dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapore, Brunei Darusalam, Australia. Tidak semua ditiru namun mengambil sedikit kebaikan dari setiap negara dan menggabungkannya kemudian disesuaikan dengan karakter Indonesia yang menjadi khas dan diwujudkan di Indonesia.

Jadi arah dan fokus pembangunan benar-benar mengarah pada kemajuan, spirit ini dengan sendirinya membentuk karakter sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas baik dan bergerak mewujudkannya.

Terkesan lucu jika Presiden RI saat ini Joko Widodo (Jokowi) tapi yang jadi bahasan dan kajian terus menerus adalah sang tokoh.

Tanda-tanda apakah yang demikian, apakah sang tokoh memang sulit untuk dilupakan, ataukah rakyat rindu dengan kepemimpinan sang tokoh? Atau sebenarnya pemerintah saat ini ingin bersandar dan berharap bantuan ke sang tokoh?

Sang tokoh sangat menghormati siapapun pemimpin negeri dengan mempercayakan amanah rakyat dengan terus mendukung lingkungan nasional lebih tenang. Siapapun pemimpin negeri ini jika sudah terpilih harus mampu dan bertanggung jawab atas seluruh apa yang dilakukan dan siap menghadapi berbagai dinamika, tidak mengeluh dan melempar handuk atas pekerjaan yang sulit diwujudkan, pemimpin sejati harus tangguh.

Terimakasih tokoh negarawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang selalu menyinari ruang nasional untuk menghangatkan hubungan seluruh anak bangsa agar tetap sadar bahwa dalam kehidupan berbangsa masih sangat dibutuhkan tokoh tauladan sebagai panutan yang terus menginspirasi.

Teruslah sehat, teruslah bersemangat, teruslah kreatif untuk terus memotivasi dan menjadi sumber kekuatan bangsa Indonesia.

***