Riset

SAWIT | Dari Fosil ke Biofuel

Selasa, 18 Mei 2021, 10:39 WIB
Dibaca 108
SAWIT |  Dari Fosil ke Biofuel
Sawit: makin dibutuhkan.

Dunia amat sangat memerlukan energi. Namun, bersamaan dengan itu, diterpa isu perubahan iklim akibat efek rumah kaca. Sedemikian rupa, sehingga kebijakan energi beralih dari fosil ke biofuel (bahan bakar hayati).

Sejak tahun 2004. Ekspansi kelapa sawit mengalami peningkatan. Antara tahun 2005 -2007 industri kelapa sawit mengalami “ledakan” termasuk untuk biofuel.

Pada  2006, Stephenson memperkirakan bahwa industri kelapa sawit akan terus berkembang dengan luas mencapai 10 juta hektar. Lonjakan ini untuk memenuhi meningkatnya permintaan minyak nabati dan biofuel (Wakker, 2014).

 Salah satu jalan tengah adalah menetapkan standar penggunaan biofuel. Dengan langkah ini akan tetap menjaga iklim investasi industri sawit dalam jangka panjang. Dan masih ada harapan untuk kelompok hijau.

Karena itu, hampir 30 juta hektar dikhususkan untuk produksi minyak sawit di seluruh dunia pada tahun 2019, sekitar sepuluh kali luas Belgia. Menurut data terbaru dari Departemen Pertanian Amerika Serikat, konsumsi minyak sawit tahunan global melebihi 70 juta metriks ton pada tahun fiskal 2018/2019. Dan lebih dari dua kali lipat angka tahun 2007.

Pada saat yang sama, penggunaan industri, termasuk produksi bahan bakar nabati dan kosmetik, terus berkembang dan sekarang menyumbang hampir 30 persen dari total konsumsi (Buchholz, 2019).

Biodiesel dapat diproduksi dengan empat cara berikut:

1. Pirolisis

2. Emulsifikasi mikro

3. Pengenceran

4. Transesterifikasi

Yang dimaksudkan dengan “Transesterifikasi” adalah proses menggunakan alkohol (misalnya metanol, etanol atau butanol) dengan adanya katalis seperti natrium hidroksida atau kalium hidroksida untuk memecah molekul minyak mentah terbarukan secara kimiawi menjadi metil atau etil ester dari minyak terbarukan dengan gliserol sebagai produk sampingan.

Didorong oleh kebutuhan untuk menemukan sumber energi/ bahan bakar alternatif dan terbarukan. Maka berbagai teknologi telah dikembangkan dan lebih banyak lagi sedang dikembangkan untuk mengolah limbah kelapa sawit dan minyak sawit menjadi bahan bakar nabati.

Selamat datang, biofuel sawit!***

Tags : riset