Riset

Upaya Penangkalan Serangan Wabah Covid-19 Tupoksi Menhan

Rabu, 14 Juli 2021, 06:28 WIB
Dibaca 44
Upaya Penangkalan Serangan Wabah Covid-19 Tupoksi Menhan
Menangkal Corona (Foto: CNBC Indonesia)

Sejak awal Indonesia diserang wabah Covid-19 sejatinya kementerian pertahanan memiliki peran terdepan dalam hal ini untuk menjaga stabilitas negara. Dengan bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait dalam menghadapi tercegahnya penularan virus lebih luas untuk menyelamatkan kehidupan bangsa Indonesia. Upaya pertahanan dalam menghadapi gangguan epidemi wabah virus corona yang melanda dunia dan juga Indonesia harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. 

Wujud ancaman yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia adalah wabah penyakit. Perkiraan ancaman dan gangguan wabah penyakit dapat ditentukan melalui analisis perkembangan lingkungan strategis oleh kementerian pertahanan.

Pertahanan negara berfungsi untuk mewujudkan dan mempertahankan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan pertahanan (pasal 5 UU No. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara).

Analisis perkembangan lingkungan strategis Indonesia;

~ Ideologi, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sangat fundamental dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengamalan Pancasila sebagai nilai-nilai keselarasan, keseimbangan dan keserasian, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan dan kebersamaan senantiasa menjadi landasan filosofis dalam berpikir dan bersikap dan bertindak. Di masa pandemik wabah seperti saat ini sejatinya setiap warga negara Indonesia (WNI) berpegang teguh pada nilai-nilai moral Pancasila agar jalinan spirit kebersamaan tetap kokoh dan memunculkan kesadaran yang sama.

~ Politik, kondisi politik nasional terus mengalami penataan secara signifikan khususnya pada budaya politik. Isu yang terkait komitmen politik dapat dilaksanakan secara proporsional pada semua aspek dan pemerintah harus terus berupaya membangun komunikasi politik secara demokratis sesuai mekanisme hubungan kerja. Dengan demikian dapat mengendalikan lingkungan nasional dalam kondisi pandemik wabah seperti saat ini tidak ada yang mempolitisir dan memperburuk keadaan dan kinerja pemerintah efektif. 

~ Ekonomi, kecenderungan ekonomi global yang diwarnai ketidakpastian mensyaratkan kebijakan yang cepat, tepat dan terukur guna merespon peluang dan tantangan di era globalisasi. Kesiapan Indonesia dalam menghadapi arus bebas barang, jasa, tenaga terampil, modal dan investasi harus dapat diantisipasi secara menyeluruh agar tidak merugikan Indonesia dimana masih sangat dibutuhkan lapangan kerja baru bagi WNI apalagi dampak wabah Covid sudah meluluh lantakkan ekonomi rakyat.

Harapannya dapat mempengaruhi iklim usaha terutama pada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang banyak menyerap tenaga kerja.

~ Sosial budaya, derasnya arus globalisasi berdampak pada perubahan nilai-nilai yang mempengaruhi pola pikir, pola sikap dan pola tindak generasi penerus bangsa. Degradasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang berpengaruh pada merosotnya sikap nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air bagi seluruh WNI dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Akhirnya menimbulkan kericuhan dan kegaduhan terus menerus di ruang nasional mengatakan cinta NKRI, NKRI harga mati namun hanya karena perbedaan pandang tega memaki dan merendahkan saudara sebangsa, ini dapat melemahkan imun sejatinya virus menjadi musuh bersama bangsa Indonesia untuk sepakat menghalau virus dari bumi Indonesia dan perbedaan pandang dapat dikesampingkan dahulu.

~ Keamanan nasional, saat ini Indonesia dihadapkan pada gejolak serangan wabah virus yang belum juga usai. Upaya maksimal harus dilakukan oleh seluruh WNI dalam kondisi tidak perang militer maka masyarakat sipil adalah garda terdepan dalam menghadapi dan menangkal virus agar tidak semakin meluas penyebarannya yang berakibat melemahnya sendi kehidupan berbangsa. Kekuatan militer seperti TNI-Polri memback-up keadaan dengan cara mengawasi dan mengendalikan lingkungan jika ada pihak yang mengganggu upaya penangkalan atau tidak patuh terhadap kebijakan pemerintah dalam rangka memutus penularan virus agar kondisi nasional segera pulih, tidak berlarut-larut dalam situasi yang mencemaskan dan menakutkan.

Pertahanan negara yang dijalankan oleh Indonesia bersifat semesta yang didasarkan pada kesadaran terhadap hak dan kewajiban seluruh WNI dengan keyakinan akan kekuatannya sendiri. Bermakna pelibatan seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara sebagai satu kesatuan pertahanan yang utuh dan menyeluruh (UU No. 3 Pasal 2 penjelasan). 

Jika sejak awal wabah pola ini digunakan pemerintah untuk menangkal serangan virus, maka upaya yang dilakukan sudah tepat dan stabilitas negara tetap stabil walau ada gangguan tapi tidak berdampak luas karena dilakukan secara komprehensif dan integral.

Kementerian pertahanan harus bisa menyadari tugas pokok dan fungsi dalam menjalankan proses penyelenggaraan negara secara cepat, tanggap dan bijak bahwa dalam kondisi negara tidak dalam serangan agresi militer maka fokus tidak pada pengadaan alutsista tetapi lebih tepat difokuskan pada peningkatan kualitas sipil agar terbangun kekuatan sipil yang menyeluruh dan siap saat menghadapi ancaman wabah Covid-19 ataupun gangguan lainnya utamanya untuk lebih taat patuh dan disiplin pada aturan.

***