Politik

Perilaku Tertib dan Taat Konstitusi, Tercipta Damai Kehidupan Berbangsa

Rabu, 5 Mei 2021, 17:31 WIB
Dibaca 81
Perilaku Tertib dan Taat Konstitusi, Tercipta Damai Kehidupan Berbangsa
Budaya tertib (Foto: blogger.com)

*Dengan perilaku tertib, taat & patuh aturan konstitusi, tercipta harmoni dan damai kehidupan berbangsa*

Kompleksitas permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini akibat lemahnya kesadaran seluruh rakyat untuk patuh dan taat pada aturan hukum yang berlaku sehingga tidak tahu siapa yang dipercaya dan disandarkan harapan. Saling mengklaim, bahwa para pemimpin sejatinya sebagai tauladan yang dapat memberi contoh baik maka rakyat akan mengikuti, intinya pemimpin harus menunjukkan sikap sebagai panutan maka rakyat akan patuh. Jika rakyat patuh terhadap aturan tapi pemimpin tidak akhirnya semua menjadi sia-sia tidak berguna. 

Sejatinya pemimpin dan rakyat, keduanya harus sepakat saling dukung dan menguatkan dalam arti setiap kebijakan yang dibuat wajib hukumnya dijalankan secara bertanggung jawab oleh seluruh warga negara agar tercipta lingkungan hidup yang tertib. Jika pemimpin sudah memberi contoh tauladan namun rakyatnya masih ragu dalam pikir dan tindak maka akan terus menyulitkan. 

Kericuhan dan kegaduhan yang membuat hati miris yaitu pada sikap perilaku masyarakat yang belum juga menunjukkan kesadaran tinggi di ruang sosial.

Seperti masih terjadinya tawuran bahkan dalam suasana Ramadhan antar penduduk kampung di lahan persawahan dengan menggunakan petasan yang menurut warga kampung terjadi setiap Ramadhan di daerah Banten baru-baru ini, terjadinya kesalah pahaman terhadap petugas bea cukai di Batam yang sedang mengejar kelompok penyelundup dan membahayakan petugas bea cukai, balapan liar yang terus marak di beberapa daerah, membahayakan diri sendiri dan orang lain. Situasi yang menyulut kesalahan pahaman Ini sebagai bukti bahwa sebagian warga negara Indonesia (WNI) belum memiliki kesadaran bahwa ia memiliki peran terdepan dalam menjaga dan melindungi negaranya dalam arti tidak memicu persoalan yang mengganggu ketertiban umum. 

Tidak kurang jumlah tokoh pemimpin bangsa yang menjadi anutan di negeri ini, namun kebanyakan masyarakat lebih memilih mencontoh pemimpin yang berperilaku buruk sehingga keburukan terus berkembang. Masih belum dipahami dengan baik konsep pikir anak bangsa bagaimana berperilaku sebagai warga bangsa terhadap negaranya, sebagai bangsa besar yang memiliki luas wilayah geografi yang besar dan kekayaan biodiversity sejatinya adalah anugerah yang patut disyukuri, karena melimpahnya sumber pangan bagi rakyat Indonesia. 

Apakah akibat perkembangan zaman yang berkembang pesat sehingga setiap individu kesulitan menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut akhirnya berpikir pendek dan bertindak pada hal yang merugikan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya?

Sikap menimbun terlalu banyak akibat khawatir tidak kebagian ini harus dihilangkan dari karakter asli bangsa Indonesia.

Pengaturan dalam pengelolaan negara yang baik harus dilakukan oleh seluruh anak bangsa, dengan demikian menghasilkan output yang diharapkan otomatis semua hal terkendali stabil. 

Jika semua telah sadar dan sepakat bisa menjalankan kehidupan berbangsa dengan sebagaimana mestinya seperti di negara maju umumnya, maka akan tercipta kerukunan hidup masyarakat yang menghadirkan rasa aman, tenang, nyaman dan produktif bagi bangsa Indonesia. 

Khawatir karena tidak kebagian akhirnya hampir merata setiap individu berlomba melakukan tindakan yang berdampak buruk dan menyulitkan dalam menyelesaikan persoalan bangsa lainnya yang muncul. Perilaku korup yang jika ditelusuri secara detail menyeluruh bisa jadi hampir merata orang yang sedang mengemban amanah terinfeksi virus korupsi. Mengapa mereka berani melakukan kesalahan namun tidak berani melakukan kebenaran. Mengapa lebih menyukai artifisial/kepalsuan daripada keindahan original (akal pikir/moral)? Bangsa besar adalah bangsa yang berfokus pada keindahan original daripada artifisial, bangsa Indonesia saat ini cenderung berfokus pada keindahan kepalsuan, alangkah hinanya jika memilih sebagai bangsa yang rendah.

Selanjutnya jika direnungkan, persoalan mendasar bangsa Indonesia lainnya yaitu pada bagaimana mengatur dan mengelola secara proporsional peran negara atau pemerintah sebagai pengendali arah negara apalagi jika industri manufaktur didominasi swasta, berdampak terbawa arus kapitalis semakin menyulitkan munculnya peran negara dalam hal ini. Harus dikoreksi untuk kembali pada aturan yang sebagaimana mestinya dalam konteks negara.

Melihat karakter bangsa Indonesia yang sedikit santai dan cenderung konsumtif, kegiatan pada industri pariwisata menjadi pilihan utama mengingat geografi berbentuk kepulauan dan keragaman adat suku serta iklim tropis sepanjang masa dapat menjadi sumber utama kebangkitan ekonomi Indonesia, karena pariwisata bisa berjalan sepanjang masa tidak terbentur oleh perubahan iklim akan menciptakan ekonomi rakyat dan negara menjadi kuat (Devisa meningkat). Kualitas masyarakat semakin berkembang secara wawasan karena bertemu banyak orang (turis domestik maupun mancanegara).

Proses perjalanan sebuah bangsa idealnya tidak bisa dipaksakan dan terburu-buru, bergerak menyesuaikan dinamika agar stabilitas negara terjaga baik. Saatnya bangsa Indonesia untuk sering merenung dan menarik nafas perlahan agar bisa merasakan tujuan hakiki kehidupan berbangsa sejatinya dan bagaimana peran seluruh rakyat mewujudkannya ? Perilaku yang saat ini terlihat dan dirasakan cenderung memggerus mental/moral bangsa Indonesia. Harus diingatkan kembali tentang arah negara yang sebenarnya yaitu menuju negara adil, makmur dan sentosa. Jadilah bangsa besar sebagaimana telah dianugerahi negara besar untuk dinikmati. Bangga menjadi bangsa Indonesia, kedepankan nurani dan moralitas untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa beradab sama dengan bangsa-bangsa besar di negara maju lainnya di dunia.